Kadisdik Sukabumi Dorong KKN Tematik GRADASI 2026 Hasilkan Perubahan Nyata dan Berkelanjutan

SINARPAGINEWS.COM, KAB. SUKABUMI – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, menyambut positif pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik GRADASI (Gerakan Akademisi Bersinergi dan Berinovasi) 2026 yang melibatkan ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di bawah LLDIKTI Wilayah IV Jawa Barat dan Banten.

Deden berharap kehadiran para mahasiswa di berbagai wilayah Kabupaten Sukabumi tidak hanya menjadi bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata dalam membantu menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Menurutnya, Kabupaten Sukabumi memiliki beragam tantangan yang membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak. Persoalan tersebut antara lain pengelolaan sampah, penguatan ekonomi masyarakat, numerasi, lingkungan, serta berbagai kebutuhan pembangunan lainnya.

“Terima kasih kepada LLDIKTI IV. Kabupaten Sukabumi dijadikan tempat untuk kegiatan KKN mahasiswa tematik. Permasalahan di Kabupaten Sukabumi luar biasa, mulai dari persampahan, ekonomi, numerasi dan lain sebagainya,” ujar Deden.

Ia menilai KKN Tematik GRADASI 2026 menjadi momentum strategis untuk mempertemukan potensi akademik mahasiswa dengan kebutuhan masyarakat secara langsung.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi, tetapi juga belajar memahami kondisi dan persoalan masyarakat secara langsung di lapangan.

Deden berharap mahasiswa yang diterjunkan ke berbagai wilayah dapat menyusun program kerja yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan, karakteristik, serta potensi masing-masing daerah.

“Tentunya kehadiran mahasiswa KKN ini bisa berdampak di masyarakat, selain juga sebagai wadah ajang pengabdian mereka di masyarakat,” katanya.

Menurut Deden, masyarakat Kabupaten Sukabumi masih membutuhkan pendampingan sekaligus pemantik untuk mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki. Hal tersebut menjadi semakin penting dalam menghadapi berbagai persoalan lingkungan, termasuk pengelolaan sampah.

“Masyarakat Kabupaten Sukabumi masih memerlukan tentunya bimbingan, kemudian trigger yang bisa membantu mengarahkan, apalagi dikaitkan dengan lingkungan, persampahan,” ungkapnya.

Deden menegaskan, persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah. Penanganannya membutuhkan keterlibatan berbagai unsur, mulai dari perguruan tinggi, mahasiswa, masyarakat, hingga pemangku kepentingan lainnya.

Menurutnya, luas wilayah Kabupaten Sukabumi juga menjadi tantangan tersendiri dalam menangani berbagai persoalan lingkungan dan persampahan. Karena itu, keterlibatan mahasiswa melalui KKN Tematik GRADASI diharapkan dapat memperkuat upaya pemerintah dalam mencari solusi yang dapat diterapkan di tingkat masyarakat.

“Luas wilayah yang cukup di Kabupaten Sukabumi juga menjadikan permasalahan-permasalahan lingkungan, permasalahan sampah yang tentunya perlu banyak dukungan dari semua pihak, di antaranya melalui KKN Tematik teman-teman dari mahasiswa,” tuturnya.

KKN Tematik GRADASI 2026 menjadi salah satu bentuk sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan serta pemberdayaan masyarakat Kabupaten Sukabumi.

Dengan diterjunkannya ribuan mahasiswa ke berbagai wilayah, program tersebut diharapkan mampu mendorong mahasiswa untuk mengidentifikasi persoalan di lapangan, merancang solusi, membangun komunikasi dengan masyarakat, serta menghadirkan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan daerah.

Bagi Kabupaten Sukabumi, keterlibatan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi juga membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dalam mendukung pembangunan daerah.

Deden berharap sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, mahasiswa, dan masyarakat dapat terus diperkuat sehingga KKN Tematik GRADASI 2026 tidak berhenti sebagai kegiatan pengabdian semata.

Lebih dari itu, program tersebut diharapkan mampu melahirkan solusi, inovasi, dan pendampingan yang memberikan perubahan nyata serta manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat Kabupaten Sukabumi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *