Tingkatkan Kepedulian Masyarakat, Hj. Ida Nurul Farida Tekankan Pentingnya Kesetiakawanan Sosial

SINARPAGINEWS.COM, KAB.SEMARANG, 24 September 2026 — Kepedulian dan kesetiakawanan sosial dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun masyarakat yang sejahtera dan berkeadilan. Karena itu, penguatan peran masyarakat serta sinergi lintas sektor perlu terus dilakukan untuk menghadapi berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah dari Fraksi PKS, Hj. Ida Nurul Farida, M.Pd., saat menjadi narasumber dalam kegiatan Penyuluhan Sosial Kabupaten Semarang yang digelar di Omah Wit Gede, Desa Klero, Kecamatan Tengaran, Kamis (24/9/2026).

Mengusung tema “Peningkatan Kualitas Tanggung Jawab dan Kesetiakawanan Sosial”, kegiatan tersebut menjadi ruang penguatan kapasitas sekaligus membangun sinergi antara pemerintah, legislatif, pemerintah desa, serta berbagai unsur Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS).

Dalam pemaparannya, Ida Nurul Farida menekankan bahwa persoalan sosial tidak dapat diselesaikan hanya dengan mengandalkan peran pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan masyarakat dan jejaring sosial yang kuat agar berbagai persoalan dapat diidentifikasi serta ditangani secara lebih cepat dan tepat.

“Kesetiakawanan sosial adalah modal utama kita dalam membangun masyarakat yang sejahtera dan berkeadilan. Penanganan masalah sosial membutuhkan kepedulian dan kerja bersama, bukan hanya mengandalkan pemerintah,” ujarnya.

Menurutnya, semangat gotong royong dan kepedulian terhadap sesama perlu terus dirawat di tengah perubahan sosial yang berlangsung cepat. Masyarakat, pemerintah desa, relawan sosial, dan pemangku kepentingan lainnya memiliki peran strategis dalam memastikan warga yang membutuhkan mendapatkan perhatian dan pendampingan.

Perkuat Sinergi Lintas Sektor

Penyuluhan tersebut juga menghadirkan dua narasumber dari jajaran Dinas Sosial, yakni Adoniati Meyria Widaningtyas Haripangesti, S.H., M.Si., Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, serta Dra. Istichomah, M.Si., Kepala Dinas Sosial Kabupaten Semarang.

Keduanya turut memberikan penguatan mengenai strategi pemetaan potensi dan permasalahan sosial, sekaligus mendorong peningkatan peran pemerintah desa serta para relawan sosial dalam memberikan pelayanan dan pendampingan kepada masyarakat.

Forum tersebut menjadi penting karena persoalan sosial memiliki karakter yang beragam dan membutuhkan respons yang sesuai dengan kondisi masing-masing wilayah. Penguatan koordinasi di tingkat lokal diharapkan dapat mempercepat deteksi persoalan sekaligus mendorong hadirnya solusi yang lebih tepat sasaran.

Libatkan Kepala Desa dan Relawan Sosial

Kegiatan ini diikuti para kepala desa di wilayah Kecamatan Tengaran serta berbagai unsur Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS), di antaranya Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Taruna Siaga Bencana (Tagana), dan unsur relawan sosial lainnya.

Kehadiran berbagai unsur tersebut memperlihatkan bahwa pembangunan kesejahteraan sosial membutuhkan jejaring yang kuat hingga tingkat masyarakat paling bawah.

Melalui kegiatan penyuluhan, para peserta mendapatkan penguatan kapasitas agar semakin responsif dalam mengenali persoalan sosial, membangun komunikasi dengan masyarakat, serta mendampingi warga yang membutuhkan dukungan.

Ida berharap semangat kesetiakawanan sosial tidak berhenti pada forum penyuluhan, tetapi diwujudkan dalam tindakan nyata di tengah masyarakat.

“Sinergi antara wakil rakyat, dinas sosial, kepala desa, dan para pejuang sosial di lapangan harus terus dijaga. Dengan kepedulian, gotong royong, dan kerja bersama, kita dapat membangun lingkungan sosial yang lebih kuat dan saling melindungi,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *