30 Seller dan 89 Buyer Bertemu di AJTM 2026, AITTA Bidik Transaksi Rp2 Miliar

SINARPAGINEWS.COM, JAKARTA — Sebanyak 30 seller dan 89 buyer bertemu dalam AITTA Jakarta Travel Mart (AJTM) 2026 yang digelar DPD Alliance of The Indonesian Tours and Travel Agencies (AITTA) Daerah Khusus Jakarta di Aston Kartika Grogol, Jakarta, Kamis, 8 Oktober 2026. Forum bisnis pariwisata itu menargetkan transaksi sekitar Rp2 miliar.

Memasuki penyelenggaraan ke-11, AJTM 2026 mengusung tema Building Valuable Business Connections Across The Tourism Industry dengan semangat Transformation Journey. Forum business to business (B2B) tersebut mempertemukan pelaku industri pariwisata dari dalam dan luar negeri untuk membuka peluang kerja sama baru.

Wakil Sekretaris Jenderal DPP AITTA, Miranti Adriana, mengatakan konsep Transformation Journey tahun ini diarahkan untuk memberikan manfaat yang lebih konkret kepada anggota asosiasi di tengah perubahan kondisi ekonomi dan industri pariwisata.

“Transformation Journey artinya kami ingin membawa perubahan yang baru. Dalam situasi ekonomi yang sedang berubah, kami menginginkan para member tetap mendapatkan manfaat dari keberadaan mereka di asosiasi,” ujar Miranti.

Menurut dia, AJTM tidak hanya menjadi ruang pertemuan antara penjual dan pembeli. AITTA ingin membuka akses anggota terhadap mitra bisnis yang sebelumnya belum terhubung.

“Harapan kami, member bisa menemukan kembali alur-alur yang menyambungkan komunikasi yang baik atau connecting dengan pihak-pihak lain yang mungkin belum tersentuh,” kata dia.

Seller dari Rusia hingga Jepang

AJTM 2026 mengundang sekitar 100 buyer. Dari jumlah tersebut, 89 buyer hadir dalam forum yang mempertemukan pelaku usaha pariwisata tersebut.

Sementara itu, 30 seller yang hadir berasal dari Indonesia dan sejumlah pasar luar negeri, di antaranya Rusia, Jepang, dan Myanmar.

Miranti mengatakan pemilihan seller dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan anggota AITTA. Dengan begitu, pertemuan bisnis diharapkan tidak berhenti pada pertukaran informasi, tetapi dapat berlanjut menjadi kerja sama.

“Yang kami undang sebagai seller benar-benar yang diinginkan oleh para member. Alhamdulillah mereka mau datang jauh-jauh, baik dari luar negeri maupun dalam negeri,” ujarnya.

Ketua DPD AITTA Daerah Khusus Jakarta, Djohari Somad, mengatakan AJTM dirancang agar pertemuan antara seller dan buyer menghasilkan hubungan bisnis jangka panjang.

“AJTM bukan sekadar tempat seller dan buyer bertemu. Kami ingin pertemuan ini menghasilkan transaksi, kolaborasi, dan hubungan bisnis yang berkelanjutan,” kata Djohari.

AITTA Targetkan Transaksi Rp2 Miliar

AITTA Jakarta menargetkan nilai transaksi sekitar Rp2 miliar dari rangkaian pertemuan bisnis dalam AJTM 2026.

Pertemuan dilakukan melalui format Table Top Business Dealing dan Business Matching. Mekanisme tersebut mempertemukan pelaku usaha berdasarkan kebutuhan dan peluang kerja sama yang dapat dikembangkan.

Peserta AJTM mencakup biro perjalanan wisata, tour operator, hotel, National Tourism Organization (NTO), maskapai penerbangan, perusahaan transportasi, pengelola destinasi wisata, pemerintah, serta pelaku industri pendukung lainnya.

Miranti berharap transaksi yang muncul dari AJTM tidak hanya terjadi selama acara, tetapi berlanjut setelah forum selesai.

“Target transaksinya kalau bisa mencapai Rp2 miliar. Mudah-mudahan,” ujar dia.

AJTM Dilanjutkan dengan Famtrip

Rangkaian AJTM 2026 dilanjutkan dengan familiarization trip atau famtrip yang melibatkan seller dan buyer. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi peserta untuk melihat langsung potensi destinasi wisata yang dapat dikembangkan menjadi produk perjalanan.

Menurut Miranti, pendekatan tersebut penting agar pelaku usaha tidak hanya mengenal destinasi melalui promosi, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung yang dapat menjadi bahan pengembangan produk wisata.

Untuk tahun berikutnya, AITTA Jakarta juga mulai menyiapkan sejumlah kegiatan di luar bisnis perjalanan wisata konvensional.

Miranti mengatakan asosiasi menjajaki pengembangan wisata ramah Muslim, wellness, dan gastronomi. Diversifikasi tersebut diharapkan membuka sumber bisnis baru bagi anggota.

“Kami bukan hanya sekadar menjual goods and travel seperti biasa, tetapi juga sedang menjaring bidang lain seperti wellness dan gastronomi,” kata Miranti.

Pengembangan sektor tersebut menjadi bagian dari upaya AITTA Jakarta memperluas manfaat keanggotaan sekaligus menyesuaikan diri dengan perubahan kebutuhan wisatawan.

Dengan konsep Transformation Journey, AJTM 2026 diarahkan tidak sekadar menjadi agenda tahunan untuk mempertemukan seller dan buyer. Forum ini juga menjadi ruang bagi pelaku usaha pariwisata untuk mencari mitra baru, memperluas pasar, dan membangun kerja sama yang berkelanjutan.**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *