PasimGo Migrant Center Perkuat Persiapan PMI Menuju Pasar Kerja Internasional

SINARPAGINEWS.COM KOTA SUKABUMI – PasimGo Migrant Center terus memperkuat persiapan calon pekerja migran Indonesia (PMI) melalui pendidikan bahasa, pelatihan keterampilan, hingga fasilitasi penempatan kerja ke luar negeri. Sebanyak 45 calon PMI mengikuti pelepasan di Balai Kota Sukabumi, Senin (19/10/2026), untuk bekerja ke Jepang, Malaysia, dan Turki.

Ketua Yayasan Pasim Sukabumi, Wati Purnaningrum, mengatakan program tersebut merupakan upaya membuka akses kesempatan kerja bagi masyarakat, khususnya warga Sukabumi yang memiliki keterbatasan biaya untuk mempersiapkan keberangkatan ke luar negeri.

Menurut Wati, para calon PMI terlebih dahulu menjalani pendidikan bahasa dan keterampilan di PasimGo Migrant Center selama kurang lebih empat hingga enam bulan. Setelah menyelesaikan pendidikan, peserta mengikuti wawancara penempatan kerja, melengkapi dokumen persyaratan, serta menjalani tahapan administrasi sebelum diberangkatkan.

“Alhamdulillah, mereka mendapatkan kompetensi yang baik di PasimGo Migrant Center sehingga pengguna tenaga kerja di negara tujuan merasa puas. Mereka dapat lulus dengan hasil yang maksimal,” ujar Wati seusai prosesi pelepasan calon PMI di Balai Kota Sukabumi.

Wati menjelaskan, kegiatan pelepasan tersebut semula direncanakan diikuti sekitar 140 calon pekerja migran. Namun, sebanyak 93 peserta lainnya masih menjalani proses administrasi dan tahapan penempatan kerja, terutama untuk tujuan Turki.

Terapkan Skema No Success No Pay

Selain memberikan pendidikan dan pelatihan, PasimGo Migrant Center menerapkan skema pembiayaan dengan slogan No Success No Pay untuk membantu calon pekerja migran yang terkendala biaya awal.

Wati menerangkan, biaya pendidikan, pengurusan dokumen, hingga proses keberangkatan terlebih dahulu ditanggung oleh pihak lembaga. Selanjutnya, peserta mencicil biaya tersebut setelah mulai bekerja di luar negeri sesuai mekanisme yang diterapkan.

“Kami memberikan banyak peluang buat anak-anak Sukabumi, khususnya dengan memberikan pendidikan dan keberangkatan yang kami talangi terlebih dahulu. Mereka kami didik selama pembelajaran, pemberkasan, dan keberangkatan, kemudian mencicil kembali biaya-biaya tersebut setelah bekerja di luar negeri,” ungkapnya.

Menurut Wati, skema tersebut diharapkan dapat meringankan beban calon PMI yang tidak memiliki dana memadai pada tahap awal. Dengan demikian, kesempatan bekerja di luar negeri tidak hanya terbuka bagi mereka yang memiliki kemampuan finansial untuk membiayai seluruh proses secara mandiri.

Berkontribusi Membuka Peluang Kerja

Wati menilai keterbatasan lapangan pekerjaan dan banyaknya pencari kerja menjadi tantangan yang perlu dihadapi melalui peningkatan kompetensi serta perluasan akses penempatan tenaga kerja.

Dalam hal ini, PasimGo Migrant Center berupaya mengambil peran melalui pendidikan bahasa, pelatihan keterampilan, dan pendampingan proses penempatan kerja bagi peserta yang memenuhi persyaratan.

Ia berharap program tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya warga Kota Sukabumi yang ingin memperoleh kesempatan kerja di luar negeri dengan persiapan yang lebih baik.

Sementara itu, Pemerintah Kota Sukabumi memfasilitasi pelaksanaan pelepasan calon PMI di Balai Kota. Dukungan tersebut menjadi bagian dari sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga yang berperan dalam mempersiapkan calon pekerja migran.

Melalui pelepasan 45 calon PMI dan proses lanjutan yang masih diikuti puluhan peserta lainnya, PasimGo Migrant Center berharap dapat terus memperluas akses kerja bagi masyarakat sekaligus berkontribusi dalam upaya mengurangi pengangguran di Kota Sukabumi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *