Peran Kecerdasan Buatan (AI) Pada Tinjauan Draf Visi Misi Capres Pemilu 2024

Peran Kecerdasan Buatan (AI) Pada Tinjauan Draf Visi Misi Capres Pemilu 2024 Dok Humas Ket fot: Haris Fadillah Mahasiswa FTIK Prodi Sistem Informasi UPS Tegal

SINARPAGINEWS.COM, TEGAL- Dalam konteks Pemilihan Presiden 2024, Kecerdasan buatan (AI) dapat digunakan untuk mempermudah dan mempercepat proses tinjauan terhadap draft final visi misi calon presiden. Pentingnya membaca draft ini tak terelakkan, karena ini menjadi kunci untuk mengetahui program-program yang ditawarkan oleh setiap calon presiden.

Namun, perlu disadari bahwa jumlah halaman draft visi misi dari masing-masing calon presiden bisa sangat banyak, bahkan mencapai puluhan atau ratusan halaman. Sebagai contoh,melansir dari TRIBUNGAYO.COM draft dari paslon nomor urut 01 saja mencapai 148 halaman, menjadi tugas yang sangat tidak efektif jika seluruh kelas pekerja harus membaca semuanya. Inilah titik di mana peran AI menjadi sangat penting dan efektif. Kecerdasan buatan (AI) memiliki potensi untuk mempercepat proses review draft tersebut. Jadi, para pekerja tidak perlu membaca semua halaman, tetapi AI dapat mengekstrak informasi yang relevan dengan cepat dan akurat sesuai dengan yang mereka cari.

Lebih lanjut, keunikan AI terletak pada kemampuannya untuk memberikan informasi yang disesuaikan dengan setiap kelompok masyarakat. Sebagai contoh, bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), AI dapat membantu mereka mengetahui dengan mudah paslon mana yang menawarkan program-program yang menguntungkan bagi UMKM. Ini menciptakan kesempatan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam dan relevan sesuai dengan kebutuhan masing-masing kelompok masyarakat.

Kecerdasan Buatan (AI) dapat berperan tidak hanya dalam mempermudah dan mempercepat proses tinjauan terhadap draft final visi misi calon presiden, tetapi juga sebagai solusi untuk menanggulangi penyebaran informasi palsu atau hoax yang sering muncul selama periode pemilu, dengan kemampuannya untuk menganalisis dan memverifikasi informasi, AI dapat memberikan informasi yang akurat dan mengidentifikasi konten yang tidak valid. Inisiatif ini tidak hanya memberikan efisiensi dalam proses pemilihan, tetapi juga membuka pintu untuk pemahaman yang lebih baik di kalangan masyarakat dan menanggulangi disinformasi yang mungkin muncul selama masa kampanye.

Melansir dari CNBC Indonesia, salah satu negara yang sudah menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk menanggulangi hoax adalah Nigeria, diketahui negara tersebut merupakan salah satu negara dengan populasi terbesar sebanyak 213,4 Juta orang. Namun, tingkat penyebaran hoax di negara ini cukup tinggi, sehingga penerapan teknologi AI sebagai penanggulangan hoax dinilai sangat efektif dan tepat, salah satu cara kerja sistemnya adalah dengan memonitoring media massa yang beredar dimasyarakat.

Dengan demikian, kecerdasan buatan (AI) memiliki peran ganda yang krusial. Pertama, AI membantu mempercepat proses tinjauan terhadap draft visi misi calon presiden, mengatasi tantangan jumlah halaman yang besar dengan mengekstrak informasi relevan secara cepat. Kedua, AI berfungsi sebagai alat efektif untuk menanggulangi penyebaran hoax selama periode pemilu. Hal ini menciptakan dasar yang lebih kuat untuk melibatkan seluruh lapisan masyarakat, menghasilkan pemilihan yang lebih bermakna dan informatif. Dengan berbagai manfaat yang ditawarkan, pemanfaatan kecerdasan buatan dalam Pemilu 2024 dapat menjadi tonggak baru dalam memajukan demokrasi.(***).
OLEH : Haris Fadillah
Mahasiswa FTIK Prodi Sistem Informasi
UPS Tegal

Editor: A.Wahidin

Bagikan melalui:

Komentar