Kenaikan Permukaan Air Laut : Ancaman Bagi Daerah Pesisir Kota Tegal

Kenaikan Permukaan Air Laut : Ancaman Bagi Daerah Pesisir Kota Tegal Dok SPN Ket.foto:(Zhima Ratna Kusuma Prodi Teknik Sipil FTIK UPS Tegal )

SINARPAGINEWS.COM, TEGAL - Negara Republik Indonesia merupakan negara yang mempunyai kondisi geografis, geologis, hidrologis, dan demografis yang memungkinkan terjadinya bencana alam, baik yang disebabkan oleh faktor alam, faktor non alam, maupun faktor manusia. Kota Tegal adalah daerah berbatasan dengan pantai utara jawa termasuk ke dalam dataran rendah dengan koordinat diantara 10908 - 10910 Bujur Timur dan 650 - 653 Lintang Selatan. Daerah pesisir yang sangat dekat dengan laut dimana bertemunya antara daratan dan lautan menyebabkan fenomena kenaikan air laut.

Perkataan pasang surut biasanya dikaitkan dengan proses naik turunnya paras laut (sea level) secara berkala yang ditimbulkan oleh adanya gaya tarik dari benda-benda angkasa terutama matahari dan bulan, terhadap massa air di bumi (Pariwono, 1989). Dampak signifikan yang dapat menarik banyak publik sehingga memberi tantangan pada ekosistem, kehidupan manusia disekitarnya.

Kenaikan air laut terjadi karena pemanasan gelobal dibesabkan oleh gas rumah kaca yang mengakibatkan pemanasan gelobal seperti gas metana (CH4) dan gas karbon dioksida (CO2), pada volume meningkatnya air laut juga disebabkan oleh pemanasan air laut sehingga terjadinya kenaikan air laut yang menyebabkan gelombang pasang. Dinamika kutub adalah lelehnya es kutub pada daerah Greenland dan Antartika berdampak langsung pada kenaikan air laut. Pengaruh siklus air dapat mempengaruhi jumlah air yang memngalir dilaut yang berkontribusi kenaikan air laut.

Subsiden tanah merupakan turunnya tanah pada daerah tertentu yang dapat memperkuat efek kenikan air laut pada daerah pesisir. Gelombang pasang yang menyebabkan terjadinya kenaikan air laut karena tanggul yang sudah tidak dapat menampung kapasitas tanggul hingga air meluap ke daratan.

Berdasakan dari jurnal Identifikasi Fluktuasi Muka Air Laut dengan Menggunakan Pendekatan Penginderaan Jauh Daerah Tegal, Jawa Tengah pada tahun 2017 diperoleh nilai elevasi rata -rata muka air laut (MSL), muka air tinggi tertinggi (HHWL) dan muka air rendah terendah (LLWL) dengan nilai masing-masing adalah 76,49 cm, 133,77 cm dan 19,2 cm. Dari kenaikan air laut dapat memberi dampak pada keruguian pada sektor ekonomi yang tergantung dalam pariwisata dan perikanan, serta kerugian pada insfrastuktur disekitar garis pantai.

Berdasarkan penjelasan diatas adapun upaya penanggulangan yang dilakukan untuk menghadapi kenaikan air laut, contohya insfrastuktur adaptasi seperti pembuatan tanggul dan bangunan pelindung yang dapat mengurangi laju kenaikan air laut. Perencanaan tata ruang dengan memperhitungkan kenaikan air laut dapat membuat bangunan yang tahan terhadap banjir dan menghindari pembangunan di daerah rawan banjir.

Konversi ekosistem pesisir pada rehabilitasi hutan mangrove dan perlindungan terumbu karang dapat dapat melindungi pantai dari abrasi dan menjaga keberlangsungan ekosistem pada laut. Serta dari masyarakat yang dinggal didaerah pesisir diberikan pemahaman tentang resiko dan damkpak kenaikan air laut melalui program seperti pendidikan dan kampanye.(***).
OLEH : Zhima Ratna Kusuma
Prodi Teknik Sipil FTIK UPS Tegal

Editor: A.Wahidin

Bagikan melalui:

Komentar