Dinkes Cilacap Fasilitasi Penangananan Tiga ABK yang Positif Covid-19

Dinkes Cilacap Fasilitasi Penangananan Tiga ABK yang Positif Covid-19 Dok dr. Pramesti Griana Dewi, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap

SINARPAGINEWS, CILACAP – Tiga orang Anak Buah Kapal (ABK) MV. Hilma Bulker dinyatakan positif Corona (Covid-19). Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap, dr. Pramesti Griana Dewi  Jumat (7/5/2021) menjelaskan, kapal bermuatan gula dengan 20 ABK didalamnya sandar di Pelabuhan Tanjung Intan Cilacap pada 25 April 2021 lalu.

Sesuai prosedur, petugas kekarantinaan kesehatan KKP Kelas II Cilacap melakukan rapid antigen terhadap 20 ABK tersebut. Secara umum keadaan ABK tampak sehat, namun hasil pemeriksaan PCR yang keluar pada 26 April 2021 menunjukkan 3 diantaranya terkonfirmasi positif Covid-19.

“Tanggal 26 April 2021 kami menerima hasil pemeriksaan PCR menunjukkan konfirmasi positif COVID-19. Selanjutnya tanggal 28 April 2021 Boarding Officers KKP Kelas IIA Cilacap melakukan pengambilan sampel genome 3 ABK terkonfirmasi positif tersebut, untuk dikirim ke Balitbangkes Kemenkes RI”, kata Pramesti.

Secara bertahap hingga 4 Mei 2021 pemeriksaan specimen PCR kembali mendapatkan 13 ABK terkonfirmasi positif sehingga dilakukan isolasi serta perawatan di RSUD Cilacap. Selama menunggu hasil pemerisaan laboratorium PCR, semua ABK isolasi mandiri di kapal.

Kapal tersebut melakukan bongkar muatan di Dermaga IV Tanjung Intan Cilacap pada 1 hingga 4 Mei 2021 dengan pengawasan petugas KKP Kelas IIA Cilacap. 49 orang tenaga bongkar muat dan petugas pengawasan juga menjalani Rapid Tes Antigen, dan semuanya menunjukkan hasil negatif.

“Tanggal 05 Mei 2021 RSUD Cilacap memberikan informasi salah satu pasien rujukan kapal dalam kondisi tidak stabil dan harus dilakukan pemantauan lebih intensif”, tambahnya.

Dinas Kesehatan telah melakukan sejumlah Penanganan COVID-19 terhadap para ABK, antara lain memfasilitasi untuk therapi plasma convalesen dan Stemcell bagi ABK positif bergejala berat. Berkoordinasi dengan KSOP untuk penghentian pembongkaran muatan dari kapal, sterilisasi kapal, dan konfirmasi hasil pemeriksaan Genome Squencing ke Balitbangkes Kemenkes RI.(spn/dn)

Editor: Red

Bagikan melalui:

Komentar