Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa Sambangi Korban Kekerasan

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa Sambangi Korban Kekerasan Dok

SINARPAGINEWS, JATIM -  Kabar mengenai EAS, asisten rumah tangga (ART) yang diduga menjadi korban kekerasan di Surabaya sampai kepada Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Orang nomor satu di Jatim itu pun mengambil langkah cepat dengan mengevakuasi anak EAS, A (10) ke Unit Pelayanan Teknis (UPT) Perlindungan dan Pelayanan Sosial Asuhan Balita (PPSAB) Sidoarjo milik Dinas Sosial Provinsi Jatim. Didampingi Kepala Dinas Sosial Provinsi Jatim Dr Alwi MHum dan Kepala DP3AK Jatim Andriyanto, Gubernur Khofifah menjenguk A untuk melihat kondisinya secara langsung, Minggu (9/5/2021).

Gubernur perempuan pertama di Jatim itu sempat berdialog dengan A. Dia juga memberikan bantuan berupa boneka, buku bacaan, baju, mukenah, susu, dan lain-lain. Khofifah mengatakan, boneka beruang berwarna pink tersebut merupakan permintaan A.

“A punya dua keinginan, boneka berwarna pink dan sekolah. Kami akan bangun komunikasi sebaik mungkin dengan pihak terkait, kalau semua sudah memungkinkan, dia bisa mengikuti proses belajar mengajar di tahun ajaran baru,” katanya.

Mantan Menteri Sosial RI ini menuturkan bahwa sebelumnya dia meminta Kepala Dinsos Jatim untuk monitoring dan mengunjungi langsung ART yang diduga mengalami kekerasan. “Beliau punya anak berumur 10 tahun. Saya minta kepada Dinsos agar dilakukan proses pengasuhan sampai ibunya dinyatakan sehat,” ujarnya.

Khofifah mengaku khawatir akan kondisi psikologis A. Jika memang benar dugaan adanya penyiksaan dan itu terjadi di depan anak, maka dikhawatirkan akan menimbulkan trauma psikologis kepada anak.

“Semua butuh proses konseling supaya tidak ada trauma. Ibunya (EAS) juga memerlukan konseling, sekarang beliau sedang proses visum dan dalam perawatan,” tuturnya.

Gubernur Khofifah juga meminta Kepala Dinsos Jatim untuk menyiapkan tempat agar EAS bisa bersama dengan putrinya ketika telah dinyatakan sehat.

Sementara, Kepala Dinsos Jatim Dr Alwi MHum menyatakan, pihaknya telah menyiapkan shelter untuk EAS dan putrinya. “Tentunya prosesnya tidak mudah untuk mendekatkan anak dengan ibunya, karena ceritanya mereka sedikit renggang,” ucap Alwi.

Dia juga menegaskan akan menindaklanjuti arahan dari Gubernur Khofifah untuk menyekolahkan A.“Ibu gubernur memiliki atensi yang besar agar anak-anak tidak putus sekolah. Kami akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan kabupaten/kota atau yayasan agar A bisa kembali bersekolah,” pungkasnya. (Spn/Her)

Editor: Red

Bagikan melalui:

Komentar