Perkembangan Teknologi Bisa Dimanfaatkan untuk Melayani Masyarakat

Perkembangan Teknologi Bisa Dimanfaatkan untuk Melayani Masyarakat Ahmad spn poto: pn-tilamuta.go.id

SINARPAGINEWS.COM,TEKNO - Perkembangan teknologi saat ini mampu mempermudah segala aktivitas manusia. Teknologi baru seperti bahasa pemrograman, pustaka, patch, atau plugin dirilis hampir di setiap jam. Dengan teknologi baru ini, kehidupan manusia akan menjadi lebih modern, dan maju.

Teknologi baru akan melahirkan karya-karya luar biasa, memudahkan kehidupan manusia serta menyelesaikan pekerjaan dengan seefisien mungkin.

Untuk saat ini, perkembangan teknologi bisa dimanfaatkan ke arah positif. Dari pesatnya perkembangan teknologi informasi ini membawa banyak pengaruh positif, yang dimaksud dari pengaruh positif ini halnya seperti, pertukaran sebuah informasi yang menjadi lebih mudah dan cepat, memudahkan pekerjaan, pekerjaan yang dapat dilakukan oleh satu orang menjadi lebih efektif dan efisien, sistem pembelajaran dapat dilakukan secara online tanpa harus melakukan tatap muka.

Semua itu bisa dirasakan melalui kecanggihan teknologi melalui internet. Siapa sih saat ini yang belum merasakan kemudahan mendapatkan informasi melalui internet.

Diketahui, jumlah pengguna internet di Indonesia pada kuartal II 2020 mencapai 196,7 juta jiwa. Angka tersebut meningkat jika dibandingkan pada 2018, di mana jumlah pengguna internet di Indonesia sebesar 171,2 juta jiwa.

Sebagai contoh adalah Internet of Things atau biasa disebut dengan IoT. Hal itu merupakan teknologi baru yang berupa jaringan perangkat yang terhubung satu sama lain. Perangkat mereka dapat berinteraksi dan berbagi data satu sama lain.

Selain itu, perangkat ini mungkin terhubung melalui WiFi, dan mereka berbagi data tentang lingkungan mereka dan bagaimana mereka digunakan. Perangkat ini memiliki chip komputer yang memfasilitasi pertukaran ini.

IoT tidak hanya memungkinkan koneksi antar perangkat yang berbeda tetapi juga akses jarak jauh mereka. Misalnya, Anda mengunci pintu mobil Anda dari jarak jauh, panaskan oven dan geyser Anda.

FitBit yang Anda gunakan untuk melacak jumlah kalori yang Anda bakar juga menggunakan teknologi IoT. Chip IoT yang disematkan pada mesin membantu bisnis untuk menilai kinerja mesin tersebut dan membantu dalam pemeliharaannya.

Berjalan saat pandemi

Pandemi membuat kebiasaan berubah secara total. Mulai dari pola hidup, pola kerja, dan pola hubungan dalam bermasyarakat telah menunjukkan gejala terjadinya perubahan ke arah teknologi.

Utamanya dengan mengembangkan kebiasaan-kebiasaan baru yang sejalan kemajuan teknologi.

Presiden Joko Widodo mengatakan, pandemi Covid-19 telah mengajarkan masyarakat untuk mendobrak cara-cara hidup yang lama. Saat ini, sejumlah inovasi diterapkan untuk beradaptasi dalam kondisi yang baru.

"Pandemi telah mengajarkan kita mendobrak cara-cara lama. Cara yang dulu dianggap tabu, sekarang menjadi cara hidup yang baru," ujar Jokowi

Salah satunya, menurut Presiden, adalah penggunaan medium digital atau digitalisasi di banyak aspek kehidupan. Jokowi menyebutkan, dulu digitalisasi sangat sulit diperkenalkan kepada masyarakat. Namun, saat ini semua instansi sudah melakukan pola kerja yang terdigitalisasi.

Dalam dunia yang cepat berubah saat ini, kecepatan, kreativitas, dan inovasi adalah kunci untuk memenangkan kompetisi. Kita tidak boleh terjebak cara-cara yang biasa saja, harus dengan cara-cara baru," tuturnya.

Tak hanya mengubah kebiasaan dengan teknologi. Pemerintah juga dituntut untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dengan memanfaatkan teknologi.

Hal itulah yang dikatakan oleh Ketua DPR RI, Puan Maharani dalam kunjungan kerja di Banyuwangi. Ia mengatakan pemerintah bertugas untuk melayani masyarakat. Dengan adanya perkembangan teknologi, pelayanan akan lebih mudah dan efiesn.

"Tugas dan fungsi kita adalah melayani masyarakat. Kalau masyarakat sudah puas, artinya kerja kita sudah benar," ujar Puan.

Ia pun mengapresiasi program Smart Kampung dari Pemkab Banyuwangi yang memaksimalkan pemanfaatan teknologi untuk menyelesaikan sejumlah urusan kependudukan.

“Tugas dan fungsi kita (pemerintah) adalah melayani masyarakat. Kalau masyarakat sudah puas, artinya kerja kita sudah benar. Saya melihat teknologi bisa didayagunakan untuk memudahkan aparat untuk melayani warga. Saya mengapresiasi program ini. Jika ada penyelewengan, bisa diantisipasi sejak dini," terang Puan.

Perlu diketahui, program Smart Kampung mendekatkan pelayanan publik hingga ke tingkat desa. Tidak hanya mendekatkan saja, program ini juga membuka akses bagi masyarakat yang kurang mampu untuk mengurus administrasi kependudukan. Seperti, pembuatan surat pernyataan miskin (SPM) untuk mendapatkan layanan kesehatan gratis.

Editor: Red

Bagikan melalui:

Komentar