Ivermectin Uji Klinis untuk Obat Covid-19 Dapat Dukungan Ketua DPR Puan Maharani

Ivermectin Uji Klinis untuk Obat Covid-19 Dapat Dukungan Ketua DPR Puan Maharani

SINARPAGINEWS.COM, PEREMPUAN - Sampai saat ini Covid-19 masih merajalela di dunia, termasuk Indonesia. Diketahui, masih ada 12 juta kasus Covid-19 di dunia.

Menurut, data Worldometers mencatat saat ini jumlah pasien sembuh dari Covid-19 mencapai 171,98 juta orang dari total kasus yang ada 188 juta kasus.

Berdasarkan Kementerian Kesehatan pada Senin (12/7/2021) mencatat ada tambahan kasus baru 40.427 orang. Dengan begitu total kasus Covid-19 yang ada di RI mencapai 2,567 juta orang.

Jumlah ini menjadi rekor dibandingkan penambahan sebelumnya yang masih di kisaran 30 ribuan per hari. Hal ini pun membuat pasien yang membutuhkan perawatan semakin meningkat. Saat ini jumlah kasus aktif atau pasien yang membutuhkan perawatan mencapai 380.797 orang.

Namun, secercah harapan mulai terlihat. Indonesia memiliki tren pasien sembuh dari Covid-19. Tercatat 2,119 juta orang dengan posisi kasus aktif 380.797 orang.

Agar angka itu turun, pemerintah memberlakukan PPKM Darurat yang mengharuskan sebagian orang di rumah saja. Selain itu, masyarakat diimbau agar membatasi kegiatan di luar rumah.

Polemik Ivermectin

Tak hanya total kesembuhan tertinggi di Indonesia, sejumlah pakar dan ahli kedokteran tengah mencari obat untuk menyembuhkan pasien Covid-19. Mereka mencoba semua cara agar Covid-19 bisa diredam. Salah satu obat yang tengah menjadi sorotan adalah Ivermectin.

Timbulnya Ivermectin sebagai obat Covid-19 didukung oleh beberapa dokter yang mengatakan ivermectin dapat membantu mengakhiri pandemi jika digunakan secara global.

Di sisi lain ada pejabat kesehatan masyarakat yang telah meninjau data dan mengatakan efektivitas obat terhadap Covid-19 tidak konklusif.

Perlu diketahui, Ivermectin merupakan obat anti parasit yang biasanya diberikan untuk mengobati infeksi parasit seperti kutu dan Strongyloides. Obat ini dianggap aman bila dikonsumsi dalam dosis yang tepat.

Efek samping untuk ivermectin bervariasi tergantung pada apakah itu diambil secara oral untuk mengobati infeksi usus atau topikal untuk infeksi kulit.

Badan kesehatan masyarakat termasuk Administrasi Obat Federal (FDA), Institut Kesehatan Nasional (NIH) dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), tidak menyarankan penggunaan ivermectin untuk mengobati Covid-19. Mereka mengutip kurangnya data dari uji coba besar dan acak yang mengkonfirmasi keefektifan obat untuk mengobati penyakit.

Dokter yang mengutip beberapa penelitian kecil dan pengalaman langsung mengatakan sebaliknya. Mereka mengklaim ivermectin berfungsi untuk mencegah orang mengembangkan gejala dari Covid-19 dan dapat mempersingkat waktu pemulihan bagi mereka yang sudah terinfeksi.

Uji Klinis

Walaupun polemik Ivermectin , namun beberapa ahli menyarankan agar obat itu diuji klinis. Seperti yang dikatakan, Ahli Epidemiologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Bayu Satria Wiratama. Ia mengatakan Ivermectin adalah jenis obat antiparasit yang memiliki antivirus yang masih harus melewati uji klinis.

“Review mengenai potensi penggunaan Ivermectin untuk Covid-19 memang sudah ada tapi harus sampai pada tahap uji klinis dulu. Apakah memang cocok untuk terapi penyembuhan Covid-19 atau tidak,” ujarnya saat dihubungi Gudegnet, Senin (28/6).

Bayu menjelaskan, untuk uji klinis ivermectin baru akan berjalan dalam waktu dekat ini oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) RI.

“Uji klinis di Indonesia baru mau berjalan, jadi dapat disimpulkan potensinya ada tapi belum bisa digunakan di luar uji klinis. Masih harus menunggu,” jelasnya.

Uji klinis terhadap penggunaan Ivermectin sangat dibutuhkan untuk memastikan efektivitas serta keamanannya walaupun sudah pernah dilakukan di beberapa negara di dunia.

Bayu menambahkan, data-data dari hasil pengujian yang nantinya dapat dijadikan acuan kelayakan penggunaannya untuk Indonesia.

“Selama uji klinisnya belum ada jadi tidak bisa digunakan dan kita tidak tahu apakah efektif atau tidak bila digunakan di negara kita,” tambahnya.

Tak hanya sejumlah Ahli yang menyarankan Ivermectin perlu diuji. Ketua DPR RI Puan Maharani juga menyatakan pihaknya mendukung pelaksanaan uji klinik terhadap obat-obat yang potensial untuk terapi Covid-19, termasuk Ivermectin.

"Kita dukung proses ini karena bagian dari ikhtiar penanganan pandemi. Namun, kita harus tetap patuh dan tunduk pada prosedur ilmiah melalui proses uji klinik," ujar Puan di Jakarta, Jumat (9/7/2021).

Dalam laporan tertanggal 28 Juni 2021, BPOM menyatakan bahwa pihaknya mengizinkan dokter memberikan Ivermectin kepada masyarakat dengan memperhatikan penggunaannya sesuai dengan protokol uji klinik yang disetujui.

"Saya mendapat laporan bahwa BPOM mengizinkan dokter memberikan obat itu kepada masyarakat yang membutuhkan, asal penggunaannya sesuai protokol uji klinik yang disetujui. Ini kabar yang menggembirakan," ujar Puan.

Editor: Red

Bagikan melalui:

Komentar