PPKM Darurat Resmi Diperpanjang, Puan Maharani: Harus Tetap Waspada!

PPKM Darurat Resmi Diperpanjang, Puan Maharani: Harus Tetap Waspada!

SINARPAGINEWS.COM, PEREMPUAN - Setelah memperpanjang masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat sampai 25 Juli. Kini pemerintah kembali memperpanjang PPKM Darurat sampai 2 Agustus.

Tak hanya itu, pemerintah juga mengubah istilah PPKM Darurat menjadi PPKM level 3 dan 4. Hal ini diungkapkan oleh Presiden Joko Widodo saat mengumumkan perpanjangan masa PPKM Darurat. Ia mengatakan pemerintah melakukan perpanjangan PPKM Darurat sampai 2 Agustus.

"Saya memutuskan untuk melanjutkan penerapan PPKM level 4 dari 26 Juli sampai dengan 2 Agustus 2021, namun kita akan melakukan beberapa penyesuaian aktivitas dan mobilitas masyarakat secara bertahap dengan pelaksanaan yang ekstra hati-hati," ungkap Jokowi, Minggu (25/7/2021).

Sejumlah penyesuaian mobilitas dan aktivitas masyarakat antara lain mengenai warung makan.

Jokowi mengungkapkan, warung makan, pedagang kaki lima (PKL) maupun lapak di ruang terbuka di wilayah PPKM Level 4, diizinkan buka sampai pukul 20.00.

"Maksimum waktu makan untuk tiap pengunjung 20 menit," ungkap Jokowi.

Sementara itu untuk usaha kecil dapat buka sampai pukul 21.00 WIB.

Usaha tersebut antara lain pedagang kaki lima (PKL), toko kelontong, agen voucher, pangkas rambut, laundry, pedagang asongan, bengkel kecil, cuci kendaraan, dan usaha kecil lain.

Walaupun demikian, Joko tetap meminta masyarakat selalu waspada dengan penularan Covid-19, terutama varian Delta yang berbahaya.

"Namun demikian, kita harus tetap berhati-hati dalam menyikapi tren perbaikan ini. Tetap harus selalu waspada menghadapi varian Delta yang sangat menular," kata Kepala Negara.

Tanggapan lain

Menurut Epidemiolog Universitas Indonesia (UI) Tri Yunis Miko Wahyono menilai Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat perlu diperpanjang mengingat angka penularan Covid-19 yang masih tinggi di Indonesia.

"Masih ada kenaikan kasus Covid-19," ujarnya.

Menurut Tri, di antara masyarakat yang kini menjalani isolasi mandiri, banyak juga yang harus menjalani perawatan intensif di berbagai rumah sakit.

Meski angka keterisian tempat tidur perawatan pasien di rumah sakit atau bed occupancy rate (BOR) sudah mulai menurun, kata Tri, namun masih ada rumah sakit yang penuh karena merawat pasien Covid-19 yang harus menjalani perawatan.

"Yang sedang sakit banyak, kalau PPKM Darurat tidak dilanjutkan, sama saja mengancam keselamatan masyarakat," katanya.

Tri khawatir jika PPKM Darurat tidak diperpanjang, maka kasus baru juga tidak dapat dikendalikan.

Sama halnya dengan salah satu warga DKI Jakarta, Andrew. Ia mengatakan manut mengikuti kebijakan pemerintah. Menurutnya jika efektif, bisa menurunkan angka kasus Covid-19.

"Saya nurut saja dengan adanya perpanjangan PPKM ini, lagi pula ini untuk kepentingan bersama kan," ujar Andrew.

Berbeda dengan Istinah pedagang warung kelontong. Ia mengutarakan bahwa perpanjangan PPKM ini membuatnya rugi.

"Harusnya pemerintah melonggarkan kebijakan PPKM, selama ini saya merugi karena tidak ada pemasukan," tutur Istinah.

Tetap waspada

Pemerintah dalam perpanjangan PPKM kali ini memang terkesan melonggarkan aktivitas masyarakat. Namun, tetap perlu waspada mengingat kasus Covid-19 belum turun signifikan.

Hal itu diutarakan oleh Ketua DPR RI, Puan Maharani. Ia meminta pemerintah tetap waspada dalam menerapkan perpanjangan PPKM level 4 dengan sejumlah penyesuaian. Alasannya, di beberapa daerah sejumlah indikator menunjukkan kasus Covid-19 masih tinggi.

"Meskipun sudah ada tren penurunan kasus, misalnya pada penambahan kasus dan positivity rate, namun di beberapa daerah indikator tersebut justru masih meningkat. Begitu juga angka kematian di sejumlah wilayah masih meningkat signifikan," kata Puan dalam keterangan tertulis, Senin 26 Juli 2021.

Ia berharap PPKM Level 4 bisa menurunkan semua indikator laju penularan COVID-19, termasuk angka kematian saat isolasi mandiri. Pemerintah daerah, kata dia, tidak boleh beralasan kematian tinggi karena banyak pasien isolasi mandiri (isoman) tidak lapor.

"Justru di sana tugas aparat pemda yang dibantu masyarakat untuk terus memantau kondisi wilayahnya selama PPKM level 4 diterapkan," ujarnya.

Perlu diketahui, berdasarkan data yang dibagikan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 pada Minggu, tercatat ada 38.679 kasus baru Covid-19. Data tersebut dihitung sejak Sabtu kemarin pukul 12.00 WIB hingga Minggu ini pukul 12.00 WIB.

Dengan penambahan itu, kini ada 3.166.505 kasus Covid-19 di Indonesia, dihitung sejak kasus pertama diumumkan pada Maret 2020.

 

 

 

Editor: Red

Bagikan melalui:

Komentar