Nopol Ganjil Genap Akan Berlaku di Jalan Protokol

Nopol Ganjil Genap Akan Berlaku di Jalan Protokol Dok

SINARPAGINEWS.COM, SUMEDANG - Satlantas Polres Sumedang dan Dinas Perhubungan Kabupaten Sumedang memberlakukan sistem ganjil-genap untuk kendaraan yang melintas di sepanjang Jln Prabu Geusan Ulun dan Jln Mayor Abdurahman. Sistem ganjil-genap mulai diberlakukan Selasa (27/7/2021), namun tidak berlaku untuk angkutan umum dan pengemudi ojek baik online maupun konvensional.

Kasat Lantas Polres Sumedang, AKP Eryda Kusumah mengatakan, pemberlakuan ganjil-genap berdasarkan Peraturan Bupati Sumedang nomor 78 tahun 2021 tentang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat level 4 corona virus disease 2019 sesuai Pasal 26 ayat (1) dan (2).

Pasal (1) untuk mencegah penyebaran dan penularan Covid-19, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 tingkat kabupaten sesuai dengan kewenangannya dapat membatasi pergerakan setiap orang, melalui:

penutupan sementara dan/atau pembatasan penggunaan ruas jalan tertentu; atau
pemberlakuan ganjil genap kendaraan bermotor.
Pasal (2) pemberlakuan ganjil genap kendaraan bermotor sebagaimana dimaksud pada ayat

(1) huruf b dilaksanakan pada ruas Jalan Pangeran Geusan Ulun (Bundaran Mahkota Binokasih) sampai dengan Jalan Mayor Abdurahman (Bundaran Alam Sari).

(3) Pemberlakuan ganjil genap kendaraan bermotor sebagaimana dimaksud pada ayat

(2) hanya untuk kendaraan pribadi, kecuali pengemudi ojek konvensional (Angkutan Umum) dan

online.

"Sesuai hasil rapat dengan Dinas Perhubungan sebagai perwakilan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang pada hari Senin (26/7/2021), menghasilkan beberapa kesepakatan terkait pemberlakuan ganjil genap kendaraan bermotor," kata Eryda.

Yang pertama, kata Kasat, untuk penyekatan ganjil genap yang pertama di perempatan RSUD Sumedang. Kemudian penyekatan yang ke dua di pertigaan Diana Jln Pangeran Geusan Ulun.

"Penyekatan dilaksanakan dari jam 06.00 WIB sampai jam 20.00 WIB. Sedangkan dari jam 20.00 WIB sampai jam 06.00 WIB dilaksanakan penutupan seluruh jalur yang mengarah kota," ungkapnya.

Kasat menjelaskan, untuk penentuan ganjil-genap disesuaikan dengan tanggal pada saat hari itu. Misalnya seperti tanggal 27, kendaraan yang diperbolehkan bisa masuk kota adalah kendaraan yang nomor belakangnya ganjil. Sedangkan kendaraan dengan nomor genap dilarang melintas dan akan diarahkan untuk mutar arah ke jalur semula. (spn/agn)

Editor: Red

Bagikan melalui:

Komentar