Tren Telemedisin Melonjak Selama Pandemi, Bisa Jadi Pendorong Ekonomi Indonesia

Tren Telemedisin Melonjak Selama Pandemi, Bisa Jadi Pendorong Ekonomi Indonesia Dok Kredit visual: tribunnews.com

SINARPAGINEWS.COM, PEREMPUAN  - Ketika tren bisnis menurun, platform digital justru menanjak tajam, terutama aplikasi layanan kesehatan. Kini, masyarakat mulai percaya dan terbiasa mengakses layanan kesehatan online. Tren ini pun menurut ahli akan membantu ekonomi Indonesia untuk lebih cepat pulih.

Andrew Jeffreys, CEO Oxford Business Group mengatakan bahwa meskipun terjadi gangguan akibat pandemi, perekonomian Indonesia diperkirakan akan pulih lebih cepat dibandingkan dengan negara-negara ASEAN-5 lainnya.

Segmen digital di Indonesia juga akan terus berkembang dan tumbuh paling cepat di ASEAN, didukung dengan peningkatan aktivitas online selama pandemi, termasuk layanan medis online.

Jeffreys menilai, layanan telemedisin dan kesehatan digital sudah mampu mengatasi tantangan dan meningkatkan efisiensi. Selain itu, pandemi Covid-19 juga meningkatkan permintaan terhadap layanan kesehatan digital secara signifikan serta mendorong perusahaan telemedisin untuk memperluas cakupan layanannya melalui public-private partnership.

Pihaknya pun berharap kisah sukses tersebut dapat menjadi fondasi yang kuat seiring dengan upaya pemerintah Indonesia untuk meningkatkan sistem layanan kesehatan dalam negeri serta mengembangkan perekonomian digital yang dinamis.

Sebelumnya Oxford Business Group, bekerja sama dengan Halodoc merilis Covid-19 Response Report/CRR (Laporan Tanggap Covid-19). Laporan ini membahas peran penting platform telemedisin dan layanan kesehatan digital untuk mendukung upaya pemerintah Indonesia dalam melakukan mitigasi penanganan pandemi Covid-19 di tanah air, terutama di daerah terpencil.

Terus berinovasi

Tak hanya berorientasi bisnis, perusahaan telemedisin dan penyedia layanan kesehatan digital telah membantu penanganan pandemi. Mereka tak berhenti berinovasi dengan langkah cepat agar mampu mendorong sistem kesehatan yang lebih baik dalam menanggapi pandemi Covid-19.

Beberapa contoh inovasi teknologi selama pandemi adalah pemanfaatan big data untuk mengidentifikasi adanya potensi klaster Covid-19, fitur aplikasi yang memungkinkan konsultasi jarak jauh, rujukan rumah sakit, serta pengiriman obat untuk mengatasi gejala penyakit.

Menurut CEO Halodoc, Jonathan Sudharta, peran penyedia layanan telemedisin, salah satunya menciptakan “rumah sakit tanpa dinding” saat terjadinya krisis melalui pemanfaatan teknologi digital.

Sementara itu, Vice President of Marketing Halodoc Felicia Kawilarang mengatakan, permintaan layanan telemedicine lumayan naik pada awal pandemi. Dia menemukan unduhan aplikasi Halodoc naik dua kali lipat dibanding tahun lalu. Dari sisi telemedicine pun ada peningkatan hampir 10 kali, apalagi untuk dokter yang berbayar

Pandemi Covid-19 pun dinilai telah meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap telemedicine. Sebelum pandemi, layanan kesehatan secara daring cukup diragukan oleh masyarakat.

Hal tersebut dikarenakan masyarakat masih terbiasa menerima layanan kesehatan dengan pertemuan fisik. Sedangkan ketika pandemi, orang terpaksa mencoba layanan online karena tidak bisa ke rumah sakit.

Setelah mencoba, mereka baru bisa merasakan manfaatnya. Felicia pun melaporkan bahwa pengguna Halodoc merasa terbantu dan percaya terhadap layanannya.

Felicia mengakui bahwa pihaknya memang mendapatkan keuntungan dari pandemi, meski demikian prioritas Halodoc adalah untuk membantu masyarakat Indonesia.

Selama pandemi, layanan Halodoc telah memfasilitasi akses vaksinasi di sekitar 50 lokasi vaksinasi yang dikelola oleh fasilitas layanan kesehatan, seperti rumah sakit dan klinik, serta sejumlah sentra vaksinasi yang dikelola pihak lain.

Secara kumulatif, Halodoc telah memfasilitasi lebih dari 250.000 masyarakat Indonesia mendapatkan akses vaksinasi Covid-19 secara gratis lewat Halodoc.

Tak hanya itu, Halodoc terus menyiagakan ekosistem layanannya, termasuk dalam melayani pasien positif Covid-19 rekomendasi Kemenkes RI. Halodoc menjadi satu dari 11 pelaku telemedisin yang tergabung dalam Aliansi Telemedik Indonesia (ATENSI) untuk membantu pasien isoman.

Sejak diluncurkan pada 7 Juli 2021 oleh Kementerian Kesehatan RI, layanan telemedisin Halodoc telah digunakan oleh puluhan ribuan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 tanpa atau dengan gejala ringan.

Melalui aplikasi tersebut juga memungkinkan pemberian resep digital agar pasien bisa mendapatkan obat secara gratis dari Kementerian Kesehatan RI melalui Kimia Farma dan akan dikirimkan langsung ke rumah pasien oleh SiCepat.

Tak hanya itu, kini Halodoc juga melebarkan layanannya. Halodoc berkolaborasi bersama mitra klinik untuk menghadirkan layanan home care di mana orang tua tetap bisa memberikan akses imunisasi rutin bagi anak secara lebih aman dan tenang.

Pasalnya, pandemi telah membuat banyak anak melewatkan imunisasi yang sangat penting bagi tumbuh kembang anak. Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan UNICEF melaporkan bahwa 23 juta anak di seluruh dunia melewatkan imunisasi rutin selama 2020. Angka ini naik sekitar 3,7 juta dari 2019.

(Rina Marfina – Anggota Perempuan Indonesia Satu)

Editor: Red

Bagikan melalui:

Komentar