Sebelum jadi Menteri hingga Ketua DPR, Di Masa Mudanya Puan Maharani Pernah Bekerja Sebagai Wartawan

Sebelum jadi Menteri hingga Ketua DPR, Di Masa Mudanya Puan Maharani Pernah Bekerja Sebagai Wartawan Dok Kredit visual: freepik.com

SINARPAGINEWS.COM,PEREMPUAN - Tidak banyak yang tahu bahwa Ketua DPR RI Puan Maharani pernah menjadi wartawan di masa mudanya. Sebelum terjun ke dunia politik, lulusan Sarjana Ilmu Komunikasi ini memang punya pengalaman sebagai wartawan. Puan pernah magang di majalah Forum Keadilan saat masih menjadi mahasiswa di Universitas Indonesia.

Pada posisinya tersebut, Puan mencicipi sepak terjang jurnalisme dalam mencari narasumber berita. Selain itu, dia juga sempat belajar dari sibuknya situasi kantor menjelang majalah akan naik cetak.

Forum Keadilan adalah majalah yang sukses dibesarkan oleh Karni Ilyas. Dengan sumber daya yang minim, majalah tersebut bisa memberikan pemberitaan terbaik untuk masyarakat.

Setelah menjabat Ketua DPR RI, Puan mengapresiasi rekan media dengan berbagai cara dalam berbagai kesempatan. Sebelumnya, dia juga pernah menyampaikan bahwa pers memegang peranan penting sebagai sumber inspirasi untuk bangkit dari Pandemi COVID-19.

Puan pada Hari Pers Nasional 2021 pernah menyatakan bahwa pers dapat menjalankan peran mengedukasi masyarakat dan menangkal hoaks tentang COVID-19 agar tidak menyesatkan masyarakat. Misalnya, kebohongan-kebohongan tentang vaksinasi. Pers ikut memberikan pemahaman tentang perlunya vaksinasi untuk melawan pandemi.

Puan juga mengatakan bahwa media turut berperan mengedukasi masyarakat akan pentingnya vaksinasi serta penerapan protokol kesehatan. Hal ini tentunya mendukung agar herd immunity (kekebalan komunal) segera tercapai.

Pada awal masa kepemimpinannya sebagai Ketua DPR RI, Puan juga menunjukkan apresiasinya pada rekan media dengan mengadakan acara ramah tamah dengan Koordinatoriat Wartawan DPR RI, pada 13 Desember 2019. Di kesempatan itu, Puan mengajak rekan jurnalis bersinergi membangun lembaga perwakilan rakyat agar lebih maju.

Puan menganggap bahwa acara tersebut menjadi upaya untuk mengedepankan komunikasi yang baik antara DPR RI dengan para wartawan yang bertugas di lingkungan DPR RI. Acara itu juga sebagai bentuk keinginan Puan untuk menciptakan komunikasi yang baik dengan para awak media. Bagaimanapun, pers adalah jendela penyalur informasi dan edukasi bagi publik untuk menyampaikan seluruh perkembangan terkini dari kinerja DPR.

Puan juga memandang bahwa media memiliki peranan besar terhadap kebangkitan bangsa dari pandemi Covid-19. Informasi dan edukasi yang diberikan dalam pemberitaan membuat masyarakat tercerahkan dari hoaks yang saat ini sangat mudah tersebar dalam berbagai media.

Media dapat menangkal hoaks, seperti kebohongan tentang vaksin, penyebaran virus, dan bahayanya perkembangan Covid-19. Pers juga bisa mengajak masyarakat untuk kritis dalam melihat suatu kabar yang tidak jelas faktanya.

Dalam sejarahnya, pers punya peranan penting sebagai tempat menyampaikan aspirasi, media komunikasi, serta kontrol masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pers juga menjadi tempat sebagai media informasi, pendidikan, hiburan, serta kontrol sosial.

Sebagai media informasi, pers wajib memberikan informasi tentang berbagai hal, seperti ekonomi, politik, hobi, dan berbagai bidang lainnya. Selain itu, pers juga bertanggung jawab dalam menyampaikan informasi untuk kemajuan masyarakat.

Sebagai media hiburan, pers wajib memberikan hiburan yang tetap berpaku pada aturan, di mana hiburan harus tetap mendidik dan tidak melanggar nilai moral, HAM, agama, dan peraturan lain yang tidak diperbolehkan.

Kemudian, fungsi pers berikutnya ialah untuk mengontrol, mengoreksi, mengkritik sesuatu yang bersifat konstruktif atau tidak membangun. Ini adalah bentuk pendidikan masyarakat dan sebagai tempat wawasan dan ilmu pengetahuan hidup manusia.

Editor: Red

Bagikan melalui:

Komentar