Empowering people Jadi Strategi dalam Perbankan Era Digital

Empowering people Jadi Strategi dalam Perbankan Era Digital Dok Kredit visual: freepik.com

SINARPAGINEWS.COM,PEREMPUAN - Pandemi Covid-19 telah membuat perubahan perilaku masyarakat jadi serba digital. Hal ini memberikan berkah bagi industri perbankan, lantaran digitalisasi membuat bank lebih efisien.

Perlu diketahui, COVID-19 justru menjadi katalisator yang mempercepat kematangan penerapan digitalisasi bank. Apabila dirancang dengan benar tentunya akan meningkatkan output perekonomian.

Dengan prinsip dan kerangka kerja manajemen risiko yang terintegrasi dengan proses bisnis, sebuah bank pun tentunya akan menciptakan dan melindungi nilai baik kepada pihak eksternal (nasabah), dan juga pihak internal. Setiap keputusan akan menimbulkan konsekuensi baru.

Begitu pula dengan mengimplementasi strategi baru terhadap sasaran yang disesuaikan dengan kondisi “new normal”, diperlukan bagi organisasi untuk meninjau kembali efektivitas kendali yang ada, dan juga proses manajemen risiko yang telah terimplementasi.

Strategi juga perlu dalam proses empowering people. Dalam hal ini merupakan upaya perusahaan dalam penyediaan segala hal yang dapat meningkatkan kinerja demi meraih kesuksesan di masa mendatang. Umumnya, istilah ini dikenal dengan sebutan pemberdayaan karyawan.

Biasanya, pemberdayaan karyawan yang dilakukan juga dengan tetap melibatkan peran pemimpin. Hal ini diperlukan karena potensi yang dimiliki setiap karyawan sangat spesifik dan unik antara satu karyawan dan karyawan lain. Oleh karena itu, perlu cara dan startegi tertentu dalam upaya pemberdayaan karyawan.

Selain itu, pembinaan dan konseling merupakan proses bantuan yang diberikan perusahaan ketika ada karyawan yang mengalami masalah kerja karena keterbatasan pemahaman mereka akan pekerjaan tersebut atau karena ada permasalahan pribadi. Strategi ini bisa menjadi sangat penting agar karyawan memiliki rasa kedekatan dengan perusahaan. Di lain sisi coaching dan counseling juga berperan agar semua karyawan memiliki pandangan yang sama tentang tujuan perusahaan.

Hal itulah yang diterapkan oleh PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim). Menurut Direktur Kepatuhan & Manajemen Risiko Bank Jatim, Erdianto Sigit Cahyono menyampaikan, pandemi covid-19 cukup berpengaruh terhadap kegiatan operasional perusahaan. Oleh karena itu, Bank Jatim melaksanakan sejumlah strategi baru agar operasional perusahaan tetap berjalan dengan baik.

"Salah satu strategi yang kami lakukan adalah melakukan empowering people dengan melakukan pelatihan secara virtual bagi karyawan yang diharapkan dapat meningkatkan kompetensi karyawan, yang sangat penting dalam mendukung percepatan digitalisasi layanan Bank Jatim,” kata Erdianto dalam keterangannya, Sabtu (18/9/2021).

Bank Jatim berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas internal karena perannya sebagai aset perusahaan untuk menghasilkan hasil yang terbaik. Peningkatan kinerja karyawan melalui penggunaan teknologi menjadi salah satu inovasi Bank Jatim dalam beradaptasi dengan pandemi covid-19.

"Kami berharap penghargaan ini akan lebih memicu kinerja Bank Jatim, khususnya tim human capital menjadi lebih baik, serta semakin memotivasi kami dalam membangun SDM yang unggul dan inovatif serta memberikan karya yang terbaik untuk bangsa,” terang Erdianto.

Raih Dua Penghargaan

Dengan strategi tersebut membuat Bank Jatim meraih dua penghargaan sekaligus di ajang Indonesia Human Capital (IHC) Award 2021 di Yogyakarta, Jumat (17/9/2021). Masing-masing penghargaan itu adalah The Best-IHC Director 2021 dan 4th The Best of IHCA of The Year 2021 (Platinum Award-A Very Excellent) kategori perusahaan publik bank buku 3.

Direktur Risiko Bisnis Bank Jatim, Rizyana Mirda mengatakan, seluruh pencapaian Bank Jatim tidak lepas dari peran manajemen dalam menciptakan beragam inisiatif strategis dengan tetap menerapkan prinsip-prinsip good corporate governance (GCG) dalam menghadapi pandemi covid-19.

"Dimana protokol kesehatan tetap diterapkan di setiap kegiatan operasional. Selain itu, Bank Jatim juga terus mengoptimalkan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi digital untuk menunjang kinerja," jelasnya.

Rizyana menambahkan, Bank Jatim telah berhasil menumbuhkan resilience culture di setiap lini dengan melakukan berbagai inovasi, serta memperkuat digital services dan digital marketing diantaranya melalui JConnect yang menjadi salah satu komitmen perseroan untuk menghubungkan semua kebutuhan dan kemudahan bagi nasabah terhadap akses layanan perbankan.

“Kami berharap penghargaan ini dapat memotivasi kami untuk lebih baik, lebih berinovasi dan terus berkontribusi dalam memajukan roda perekonomian di Indonesia, khususnya di Jawa Timur,” tutup Rizyana.

(Mira L – Anggota Perempuan Indonesia Satu)

Editor: Red

Bagikan melalui:

Komentar