Kerjasama dengan Inggris, Indonesia Bakal Bangun Kapal Canggih

Kerjasama dengan Inggris, Indonesia Bakal Bangun Kapal Canggih

SINARPAGINEWS.COM,PEREMPUAN - Indonesia melalui PT PAL Indonesia, telah mendapatkan kontrak lisensi pembuatan untuk kapal fregat Arrowhead 140 dengan perusahaan pertahanan Inggris, Babcock.

Lisensi desain ini akan memungkinkan PAL untuk membangun dua fregat Arrowhead 140 di Indonesia dengan modifikasi desain khusus untuk Angkatan Laut Indonesia.

Perjanjian tersebut ditandatangani pada acara Defense and Security Equipment International (DSEI) 2021 di London di atas kapal AL Inggris HMS Argyll, oleh CEO Babcock, David Lockwood dan Direktur Utama PT PAL Kaharuddin Djenod.

Menhan RI, Prabowo Subianto dan Menhan Inggris Ben Wallace turut menyaksikan penandatanganan.

“Bekerja dengan rekan-rekan kami di Indonesia, kontrak ini akan membuat fregat Arrowhead 140 dibangun di Indonesia, oleh tenaga kerja lokal, berkontribusi langsung pada nilai sosial dan ekonomi komunitas pembuat kapal yang berdaulat dan negara secara keseluruhan," ujar CEO Babcock, David Lockwood.

Desain dasar Arrowhead 140 dapat dikonfigurasi untuk memenuhi berbagai persyaratan angkatan laut dan, dengan dukungan Babcock, PT PAL sekarang akan merancang modifikasi yang diperlukan untuk mengkonfigurasi Arrowhead 140 untuk Indonesia.

"Kami menantikan kesempatan lebih lanjut untuk mendukung PAL saat program ini matang," tandas Lockwood.

Menhan Inggris Ben Wallace berkata kontrak antara Babcock dan PT PAL merupakan tanda kemitraan kekuatan antara Inggris dan Indonesia.

Ia berkata Inggris siap menggandeng Indonesia untuk melindungi kepentingan bersama di dunia.

“Di masa depan, kedua angkatan laut kami akan bersama-sama mengoperasikan fregat terkemuka dunia ini dan akan bekerja sama secara erat untuk melindungi kepentingan bersama kami di seluruh dunia”, tukas Wallace.

Pihak Babcock menyebut desain fregat Arrowhead 140, diuntungkan dari bentuk lambung yang telah teruji dan teruji di lingkungan operasional dunia nyata dari NATO dan gugus tugas koalisi hingga operasi regional dan penyebaran nasional.

Lebih lanjut, desain dasar Arrowhead 140 dapat dikonfigurasi untuk memenuhi berbagai persyaratan operasional dan profil fregat global dapat diminta untuk melakukan dan mengadopsi dan dengan semakin banyak pengguna juga dapat mendukung interoperabilitas antara para sekutu angkatan laut.

Dengan kerjasama itu, Inggris mempersilahkan Indonesia memproduksi kapal fregat Arrowhead 140. di dalam negeri. Inggris juga mendukung pemberdayaan tenaga lokal dalam produksi kapal tersebut untuk menjaga kedaulatan Indonesia.

Akan tetapi, Inggris tak membeberkan nilai perjanjian atau jumlah unit yang akan diproduksi. Mereka hanya menyampaikan produksi kapal perang itu akan dilakukan oleh PT PAL Indonesia (Persero).

"Akan dikerjakan oleh 'tangan-tangan' Indonesia dengan desain khusus serta spesifikasi yang memenuhi kebutuhan Angkatan Laut Indonesia," tutur Kedubes Inggris untuk Indonesia.

Spesifikasi

Kapal ini disebut memiliki berbagai spesifikasi canggih yang dirancang sebagai alat pertahanan. Waktu pembuatannya diperkirakan selama kurun 69 bulan. “Kapal frigate juga akan dilengkapi dengan rudal sebagai bentuk sistem pertahanan udara,” dikutip dari siaran pers PT PAL Indonesia.

Kapal tersebut memiliki peluncur rudal vertikal jarak sedang dan peluncur rudal vertikal ke udara dengan jarak jauh.

Kemudian, ada pula peluncur rudal vertikal ke permukaan dengan jarak jauh. Selain itu, kapal tersebut akan memiliki mesin utama berspesifikasi 4 x 9100 kW. Pasokan tenaga kapal tersebut mampu memacu kecepatan maksimal hingga 28 knot dengan kondisi maximum continuous rating (MCR) serta ketahanan pada 18 knot sebesar 9.000 NM.

Arrowhead-140 juga dilengkapi diesel generator 4 x 1360 kW dan emergency diesel generator 1 x 180 kW. Untuk kemudahan manuver, kapal ini dilengkapi dengan bow thruster sebesar 925 kW. Kesepakatan lisensi ini diharapkan dapat menambah kesiapan PT PAL dapat menambah prestasi dalam negeri terkait kemandirian produksi alutsista.

Sebelumnya, Menhan Prabowo rajin berkeliling ke sejumlah negara dalam rangka menjalin kerja sama untuk penguatan alutsista untuk TNI. Kegiatan itu semakin gencar dilakukan setelah peristiwa tenggelamnya KRI Nanggala 402.

Pada bulan Juni, Prabowo memborong delapan unit kapal fregat dari perusahaan Italia, Fincantieri. Belanja itu terdiri dari enam kapal fregat kelas FREMM dan dua kapal fregat kelas Maestrale yang telah dimodernisasi.

(Yaya – Anggota Perempuan Indonesia Satu)

Editor: Red

Bagikan melalui:

Komentar