Lupakan Masalah di Jakarta, Puan Coba Bajak Sawah di Papua

Lupakan Masalah di Jakarta, Puan Coba Bajak Sawah di Papua

SINARPAGINEWS.COM,PEREMPUAN - Ada yang unik Ketua DPR RI, Puan Maharani mendampingi Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo saat berkunjung ke Kawasan Jalan Rajawali, Kelurahan Klamesen, Distrik Mariat, Kabupaten Sorong.

Puan yang terbiasa dengan hiruk pikuk Ibukota mencoba menanam jagung bersama para petani. Terlihat, Puan menggunakan jaket hitam dengan kaos warna merah serta sepatu berwarna hitam sedang mencoba menggunakan alat bajak sawah.

Tak butuh waktu lama, Puan akhirnya bisa mengoperasikan alat itu untuk membajak sawah.

Puan Maharani mengatakan, petani merupakan profesi yang mensejahterakan banyak orang. Untuk itu, dia berharap seluruh elemen bangsa bergotong royong menghasilkan solusi secara menyeluruh untuk mengatasi berbagai masalah klasik pertanian.

“Seperti soal harga pupuk yang tinggi, harga jual dan harga beli, antisipasi gagal panen, dan sebagainya,” ujarnya.

Dia berharap, program Lumbung Pangan Nasional bisa menjadi jawaban dari berbagai persoalan yang ada, termasuk pada sektor tanaman jagung. Perlu diketahui, minimnya stok jagung beberapa waktu lalu menyebabkan stok pakan ternak terbatas, sehingga menyebabkan harga tinggi. Kenaikan harga pakan ternak berdampak terhadap kenaikan harga ayam potong.

"Tentunya ini menjadi masalah untuk masyarakat, terutama dalam perekonomian yang masih belum stabil akibat pandemi Covid-19,” ucapnya.

“Maka saya mendukung agar program Lumbung Pangan semakin digencarkan di berbagai daerah sehingga tak hanya membawa manfaat bagi petani, tapi juga untuk rakyat secara keseluruhan,” sambungnya.

Puan juga mendorong program Petani Milenial yang menjadi inisiasi pemerintah untuk mendukung sektor penggerak pertanian. Pemerintah saat ini tengah memberikan pelatihan dengan target menciptakan 2.000 petani milenial. “Petani milenial akan membantu Indonesia mewujudkan ketahanan pangan. DPR RI juga mendukung berbagai teknologi pertanian untuk meningkatkan produktivitas hasil tani,” tegasnya.

Setelah menebar bibit, Puan bersama Jokowi dan Mentan Syahrul Yasin Limpo membeli jagung rebus di warung pinggir jalan milik warga di dekat lokasi penanaman bibit.

“Enak ini. Dibungkus juga ya, yang mateng aja,” kata Puan kepada penjual sambil menjajal jagung rebus.

Mantan Menko PMK itu pun berharap agar program lumbung pangan nasional bisa menjadi jawaban dari berbagai persoalan yang ada termasuk pada sektor tanaman jagung. Seperti diketahui, minimnya stok jagung menyebabkan stok pakan ternak terbatas sehingga menyebabkan harga tinggi.

“Kenaikan harga pakan ternak berdampak terhadap kenaikan harga ayam potong. Tentunya ini menjadi masalah untuk masyarakat, terutama dalam perekonomian yang masih belum stabil akibat pandemi Covid-19,” ucap Puan.

“Maka saya mendukung agar program lumbung pangan semakin digencarkan di berbagai daerah sehingga tak hanya membawa manfaat bagi petani, tapi juga untuk rakyat secara keseluruhan,” sambung cucu Proklamator RI Bung Karno tersebut.

Puan juga mendorong program petani milienal yang menjadi inisiasi pemerintah untuk mendukung sektor penggerak pertanian. Pemerintah saat ini tengah memberikan pelatihan dengan target menciptakan 2.000 petani milenial.

“Petani milenial akan membantu Indonesia mewujudkan ketahanan pangan. DPR RI juga mendukung berbagai teknologi pertanian untuk meningkatkan produktivitas hasil tani,” tegas Puan.

Ajak Petani Millennial

Presiden Joko Widodo berharap pertanian di Sorong, Papua bisa lebih banyak memanfaatkan petani milenial. Bagi Jokowi, Sorong merupakan daerah dengan potensi pertanian yang sangat besar.

"Saya juga sangat berharap mulainya mengajak petani-petani milenial juga untuk diberikan kesempatan sebagai motor penggerak di sektor pertanian ini," kata Jokowi dalam keterangannya usai ikut menanam jagung, di Sorong, Papua.

Ia mengatakan Kementerian Pertanian sudah melatih sekitar 800 petani millennial. Sorong, menurut Jokowi, punya potensi besar sebagai produsen utama komoditas pertanian di Indonesia Timur. Selain terdapat 11 ribu hektar tanaman jagung, ada 7 juta untuk tanaman pangan dan hortikultura.

"Saya yakin jika mereka diberikan kepercayaan akan mampu menciptakan ketahanan pangan utamanya di Papua Barat dan nanti di seluruh Tanah Air," kata Jokowi.

Ke depannya, Jokowi mengatakan akan diberikan akses untuk modal usaha dan perbaikan fasilitas seperti jalur irigasi cacing oleh Kementerian Pertanian. Kementan juga akan memberikan pelatihan-pelatihan yang berkaitan dengan teknologi pertanian juga akan diberikan.

"Ini yang diharapkan akan meningkatkan produktivitas kita. Utamanya yang ditanam hari ini, jagung. Karena memang kebutuhan jagung kita baik untuk pangan maupun makanan ternak, memang masih memerlukan tambahan," kata Jokowi.

Editor: Red

Bagikan melalui:

Komentar