Kemenangan Piala Thomas Kurang Sempurna Akibat Bendera Merah Putih Tidak Berkibar

Kemenangan Piala Thomas Kurang Sempurna Akibat Bendera Merah Putih Tidak Berkibar

SINARPAGINEWS.COM, PEREMPUAN - Gegap gempita Piala Thomas kembali kepelukan Indonesia membuat masyarakat bangga. Jonatan Christie mengatakan Piala Thomas yang dimenangkan Skuad Garuda dipersembahkan untuk seluruh rakyat Indonesia. Tim Merah Putih mengalahkan China 3-0.

“Kemenangan ini kami persembahkan untuk seluruh rakyat Indonesia. Kami persembahkan kemenangan dengan merebut kembali Piala Thomas untuk keluarga, pelatih, tim pendukung, pengurus PBSI dan para pecinta bulu tangkis Indonesia,” kata Jojo.

Jojo yang tampil di partai ketiga itu menundukkan Li Shi Feng dalam tiga gim 21-14, 18-21, 21-14, dan sekaligus memastikan kemenangan Indonesia.

“Tadi saya bermain baik, meski di gim kedua sempat kalah. Di gim kedua saya sudah berusaha mengejar, namun sudah terlambat. Tapi di gim ketiga saya bangkit dan berjuang lagi,” ujar Jojo seperti dikutip dari Antara.

Sementara itu, Kapten Tim Thomas Indonesia Hendra Setiawan secara khusus mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekannya yang telah berjuang hingga memboyong Piala Thomas.

“Terima kasih kepada pemain yang telah berjuang. Terima kasih kepada pelatih dan tim pendukung yang telah bekerja kompak hingga kita juara. Keberhasilan ini berkat kebersamaan dan kekompakan tim,” kata Hendra.

Kurang sempurna

Kemenangan Tim Bulutangkis Indonesia kurang sempurna karena bendera merah putih tidak bisa berkibar akibat larangan dari Badan Anti Doping Dunia (WADA).

Menurut Menteri Pemuda dan Olahraga ( Menpora ), Zainudin Amali telah membentuk tim investigasi guna menangani polemik sanksi dari Badan Anti Doping Dunia (WADA). Amali mengatakan tim investigasi sudah berangkat menuju Eropa untuk menghadiri pertemuan dengan WADA.

“Ketua tim (investigasi) kita, pak Raja Sapta sekaligus ketua NOC semalam sudah berangkat ke Eropa, memang ada kegiatan dengan pertemuan IOC jadi IOC memproses seluruh dunia jadi berkumpul di sana,” tutur Amali.

Amali menjelaskan pertemuan itu juga akan dihadiri oleh pihak WADA. Nantinya, tim investigasi dalam kesempatannya akan menjelaskan mengenai apa yang Indonesia alami.

Akan melakukan komunikasi-komunikasi, menjelaskan tentang apa yg kita alami dan apa upaya kita,” lanjutnya.

Dalam kesempatan itu, Amali juga menjelaskan dibentuknya tim investigasi guna memenuhi apa yang dimintakan oleh WADA soal permintaan Test Doping Plan (TDP) tahun 2021.

“Kalo kita sudah bisa penuhi maka clear dan saya mendapatkan laporan dari tim baik kekurangan untuk TDP sampel 2021 itu segera akan dipenuhi dan pada saat pengambilan sampel itu kita akan supervisi oleh JADA (lembaga anti doping jepang).” jelasnya.

Sanksi dari WADA itu juga dikomentari oleh Ketua DPR RI, Puan Maharani. Ia meminta jajaran pemerintah bekerja cepat dan tepat menyelesaikan persoalan sanksi dari Badan Anti-Doping Dunia atau World Anti-Doping Agency (WADA). Pemerintah perlu melakukan evaluasi untuk kemudian mengupayakan segala cara agar sanksi tersebut cepat dicabut.

“Lakukan segala upaya agar sanksi ini cepat dicabut, kalau perlu lewat pengadilan arbitrase olahraga. Supaya Merah Putih bisa berkibar dan Indonesia tidak terkendala menjadi tuan rumah kejuaraan olahraga internasional,” kata Puan, Selasa, 19 Oktober 2021.

Indonesia terpaksa tidak bisa mengibarkan bendera Merah Putih di partai pamungkas Thomas Cup 2020 meski berhasil keluar sebagai kampiun. Hal tersebut menjadi salah satu sanksi dari WADA akibat Lembaga Anti-Doping Indonesia (LADI) dianggap tidak patuh dalam menerapkan program pengujian doping.

Selain itu, Indonesia juga terancam tidak bisa jadi tuan rumah event olahraga internasional akibat sanksi dari WADA. Menurut Puan, kelalaian dalam program pengujian doping harus dicegah semaksimal mungkin.

“Karena ini menyangkut kehormatan serta nama baik bangsa dan negara. Kita tidak ingin akibat sanksi dari WADA, penyelenggaraan event olahraga internasional di Indonesia menjadi terkendala,” ujarnya.

Puan mengingatkan, Indonesia juga telah mengantongi izin perhelatan World Superbike (WSBK) yang akan diselenggarakan di Sirkuit Mandalika, Lombok dalam waktu dekat. Pemerintah diminta segera mencari solusi agar acara tersebut tidak terkendala sanksi.

“Jangan sampai sanksi dari WADA menggagalkan effort yang sudah dilakukan sejak jauh-jauh hari,” ucap perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu.

Puan mengingatkan peluang Timnas Indonesia memainkan beberapa laga kandang dalam kualifikasi Piala Asia 2022. Belum lagi perhelatan Asian Games juga digelar pada 2022.

Puan khawatir, sanksi itu bisa mempengaruhi semangat atlet dan prestasi olahraga Indonesia. “Mengingat sanksi ini diberlakukan selama satu tahun, akan sangat miris jika saat Asian Games tahun depan, Merah Putih juga tak bisa berkibar walaupun atlet kita meraih medali,” tuturnya.

Untuk itu, Puan mendorong agar Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) yang telah membentuk tim untuk menyelesaikan persoalan hukuman WADA ke Indonesia dapat bekerja sebaik mungkin. “Semoga tim yang dibentuk Menpora dapat memberikan hasil terbaik,” ujarnya.

Editor: Red

Bagikan melalui:

Komentar