Peran Penting Puan Maharani Ketika PDIP Menang Dua Kali Pemilu

Peran Penting Puan Maharani Ketika PDIP Menang Dua Kali Pemilu Dok

SINARPAGINEWS.COM, PEREMPUAN - Presiden Joko Widodo adalah bukti bahwa PDIP mampu menang dua kali dalam pemilu. Partai itu menunjukan eksistensi sebagai partai besar di Indonesia.

Dalam kemenangan itu, ada beberapa tokoh politik PDIP yang berperan penting atas kemenangan itu. Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri meminta agar kader-kader partainya tidak mau berdiam diri dan berada di zona nyaman. Pesan itu disampaikan Megawati lewat upacara bendera secara hybrid yang dilaksanakan DPP PDIP dalam peringatan HUT ke-76 RI.

Megawati menjelaskan, kesinambungan selalu ada di PDIP. Partai saat ini adalah kesinambungan perjuangan dari Partai Demokrasi Indonesia (PDI) di era Orde Baru yang harus merasakan tekanan luar biasa dari rezim.

"Pada waktu itu, saya sebagai pemimpin, sebagai ketua umum, kan harus membangun organisasi di internal. Namun, pada waktu itu pun harus juga menghadapi yang namanya kekuasaan di eksternal," kata Megawati.

Selain Megawati Soekarnoputri, anak perempuannya Puan Maharani juga punya andil dalam kemenangan tersebut.

Ia kerap menjadi penentu keputusan ketika kampanye PDIP untuk memenangkan pemilu. Namun, Puan Maharani mengatakan, tugas kader PDI-P bukan hanya memenangkan pemilihan umum tetapi membawa harapan dan menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat.

"Kita bukan hanya ingin PDI Perjuangan menang Pemilu, lebih dari itu. Kita ingin kemenangan PDI Perjuangan membuka jalan untuk mewujudkan Indonesia berdaulat, berdikari, dan berkepribadian," kata Puan.

Puan mengingatkan, komitmen dan keberpihakan PDI-P kepada rakyat harus diwujudkan secara nyata. Ia mengatakan, kader-kader PDI-P di eksekutif dan legislatif harus menyusun dan melaksanakan kebijakan yang pro-rakyat. "Petugas partai di eksekutif dan legislatif, melalui program-program pemerintah pusat maupun daerah, agar memastikan alokasi anggaran dan program untuk dapat menyangga kehidupan rakyat dan ekonomi kerakyatan," ujar Puan.

Dalam kesempatan itu, Puan juga bercerita bahwa sang ayah, Taufiq Kiemas, pernah berpesan bahwa untuk mengetahui penyebab menang atau kalah dalam pemilu adalah dengan merasakannya secara langsung.

Puan menyebut, hal itulah yang membuat dirinya selalu turun ke daerah pemilihan untuk meraih suara pada pemilu legislatif. "Tidak ada teorinya, hanya bisa dirasakan jika sudah berjuang bersama dengan yang lain," kata dia. Ketua DPR itu pun mengajak kader-kader PDI-P untuk terus solid berjuang dan merapatkan barisan. "Berani berpolitik, maju berpolitik. Kita harus dalam satu barisan, solid dan tegak lurus,” kata Puan.

Ia juga mengatakan PDIP menjadi oposisi selama dua periode pada 2004-2014. Megawati, kata Puan, memilih PDIP menjadi oposisi agar PDIP dapat introspeksi.

"Waktu itu saya menanyakan, kenapa akhirnya diputuskan kita harus 2 kali di luar pemerintahan, akhirnya Ibu bilang, bukan akhirnya, alasan Ibu adalah dengan penuh dinamika, akhirnya akan terjadi introspeksi dan memperkuat soliditas di internal dan eksternal," ujar Puan.

Puan mengatakan dengan keputusan Mega itu membuat kader PDIP merapatkan barisan. Diakui Puan, sejumlah kader PDIP keluar karena keputusan Megawati. Namun, akhirnya PDIP bisa memenangkan pemilu dua kali.

"Sehingga kita bisa merapatkan barisan, yang enggak kuat di luar pemerintah pasti keluar, dan banyak, banyak yang keluar dari kita pindah ke partai-partai lain, dan enggak ada yang menyangka setelah 2 periode, ternyata kita bisa menang lagi," ucap Puan.

"Ini harapan saya, harapan kita semua, 2024 itu kita menang lagi, dan harus menang 2024," imbuhnya.

Puan lalu menceritakan pengalamannya dalam memenangkan PDI Perjuangan dan Joko Widodo (Jokowi) pada Pemilu 2014 dan Pemilu 2019. Bahkan pada Pemilu 2014, Puan menjadi Ketua Badan Pemenangan Pemilu PDI Perjuangan.

“Saya enggak pernah bisikin Ketua Umum untuk urusan partai, beliau adalah Ketua Umum saya untuk urusan partai. Kalau Bu Mega sudah putuskan, saya ikut,” ungkap Ketua Bidang Politik dan Keamanan DPP PDI Perjuangan tersebut.

Puan menegaskan, tugas kader-kader PDI Perjuangan bukan hanya memenangkan pemilu, tapi harus membawa harapan dan menghadirkan kesejahteraan untuk masyarakat.

“Kita bukan hanya ingin PDI Perjuangan menang Pemilu, lebih dari itu. Kita ingin kemenangan PDI Perjuangan membuka jalan untuk mewujudkan Indonesia berdaulat, berdikari, dan berkepribadian,” ujar Perempuan pertama yang menjadi Ketua DPR RI ini.

Puan juga mengingatkan bahwa komitmen dan keberpihakan PDI Perjuangan pada rakyat harus diwujudkan secara nyata. Menurut dia, pilar-pilar PDI Perjuangan di eksekutif dan legislatif harus mampu menyusun dan melaksanakan kebijakan pro rakyat.

“Petugas partai di eksekutif dan legislatif, melalui program-program pemerintah pusat maupun daerah, agar memastikan alokasi anggaran dan program untuk dapat menyangga kehidupan rakyat dan ekonomi kerakyatan,” ungkap putri Megawati Soekarnoputri ini.

Editor: Red

Bagikan melalui:

Komentar