Pemerintah Turki mengumumkan operasi militer Claw-Eagle 2 di utara Irak, sudah berakhir

Pemerintah Turki mengumumkan operasi militer Claw-Eagle 2 di utara Irak, sudah berakhir Ismet spn

TURKI, - Kementerian Pertahanan Turki mengumumkan, operasi militer Claw-Eagle 2 yang dilakukan untuk menumpas anasir Partai Buruh Kurdistan, PKK di wilayah Gara, utara Irak, yang menyebabkan 48 anggota PKK tewas, dan dua lainnya ditangkap, dinyatakan berakhir.

Putaran baru pertempuran militer Turki dan PKK di utara Irak dimulai bulan Februari 2020. Operasi militer Turki di utara Irak pecah setelah melewati masa tenang relatif yang berlangsung sejak tahun 2015.

Pertempuran pasukan Turki dan PKK pertama kali pecah pada tahun 1984. Kenyataannya PKK memulai perlawanan bersenjata di Turki di tahun yang sama. Dalam pertempuran-pertempuran itu puluhan ribu orang dari kedua belah pihak tewas.

Tujuan perlawanan PKK adalah meraih kebebasan sosial dan politik paling dasar. Pertempuran-pertempuran ini kemudian perlahan mulai reda setelah melalui pasang surut, dan pemerintah Turki kembali memulai perang terhadap PKK setelah sempat terhenti sejak tahun 2015.

Pandangan negatif pemerintahan Presiden Recep Tayyip Erdogan terhadap warga Kurdi di Turki menyebabkan masyarakat Kurdi kawasan tidak percaya dan meragukan sikap pemerintah Ankara.

Di tengah tidak adanya data valid tentang jumlah warga Kurdi Turki, beberapa sumber melaporkan lebih dari seperempat penduduk Turki yang berjumlah 80 juta jiwa, adalah warga Kurdi. Realitasnya mayoritas warga Kurdi tinggal di wilayah selatan dan tenggara Turki.

Warga Kurdi juga merupakan minoritas terbesar di Turki, namun dalam beberapa tahun terakhir, militer Turki selain memerangi PKK, juga menyerang warga Kurdi Irak dan Suriah.

Sehubungan dengan ini, Eric Schwartz, Presiden Refugees International mengatakan, serangan Turki ke wilayah Irak membawa dampak kemanusiaan yang sangat besar. Serangan ini akan membuka front baru dalam pertempuran, dan menyebabkan ratusan ribu sipil di seluruh kawasan terusir.

Pertempuran-pertempuran militer Turki dan PKK memakan biaya tidak sedikit dan memberikan pukulan besar bagi perekonomian Turki. Perang itu melampuai batas negara Turki, hingga masuk ke wilayah Irak dan Suriah.

Kebijakan Turki ini tidak bisa disangkal telah menyebabkan semakin menjauhnya komunitas Kurdi dari pemerintah Ankara. Rangkaian operasi militer Turki di utara Irak selama dua tahun terakhir telah menyebabkan ketidakpuasan dari pemimpin partai politik dan politisi Irak, dan Baghdad berulangkali mengancam akan menurunkan level hubungan dengan Ankara.

Pada saat yang sama operasi lintas batas Turki di utara Irak dan Suriah, juga diprotes oleh sebagian warga Turki sendiri. Para pemimpin parpol Turki menganggap operasi militer semacam ini bertentangan dengan kepentingan nasional Turki, dan menuntut agar segera dihentikan.

Operasi militer Turki di utara Irak dapat memperburuk krisis dalam hubungan Baghdad-Ankara, dan jika terus berlanjut hal ini akan membuat ketegangan dua negara semakin panas, serta memicu konflik baru.

Sehari sebelumnya Gerakan Al Nujaba Irak mengumumkan, jika pemerintah Baghdad masih saja diam menyaksikan operasi militer Turki di utara negara ini, maka kelompok perlawanan akan mengambil langkah yang diperlukan. (SPN/HS).

Editor: wry

Bagikan melalui:

Komentar