Tekad Iran-Indonesia untuk Memperluas Hubungan Bilateral

Tekad Iran-Indonesia untuk Memperluas Hubungan Bilateral Dok

SINAR PAGI NEWS, JAKARTA - Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif bertemu dengan para pejabat tinggi Indonesia di Jakarta pada Senin (19/4/2021), untuk membahas hubungan bilateral serta masalah regional dan internasional.

Pengembangan hubungan dengan Timur memiliki tempat khusus dalam kebijakan luar negeri Republik Islam Iran. Sejalan dengan itu, Menlu Zarif baru-baru ini telah berkunjung ke Asia Tengah dan Senin kemarin ke Indonesia.

Selama di Jakarta, Zarif bertemu dengan Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi untuk menegaskan potensi besar yang dimiliki kedua negara di bidang perdagangan dan menekankan perlunya mempercepat finalisasi kesepakatan tarif preferensi. Dia juga mengumumkan kesiapan Iran untuk melanjutkan pembicaraan di bidang ini.

Topik lain yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah dukungan untuk penegakan hukum internasional dan perkembangan terkini mengenai proses perdamaian di Afghanistan.

Indonesia adalah ekonomi terbesar di Asia Tenggara (ASEAN) dan ekonomi terbesar ke-17 dunia dari segi Produk Domestik Bruto (PDB). Potensi ekonomi yang besar ini menciptakan iklim yang menguntungkan bagi kerja sama bilateral dan multilateral.

Jumlah populasi Indonesia yang besar dan upaya pemerintah untuk memenuhi beragam kebutuhan di sektor energi dan bahan bakar, merupakan peluang yang baik untuk pengembangan hubungan di sektor perdagangan, teknis, dan ekonomi antara Iran dan Indonesia.

Sebenarnya, kedua negara punya kapasitas yang saling melengkapi di bidang ekonomi, perindustrian, dan perdagangan serta dapat saling memenuhi kebutuhan masing-masing. Misalnya, pembangunan kilang minyak dan pembangunan pembangkit listrik mengingat kebutuhan listrik di Indonesia yang terus meningkat. Iran juga punya pengalaman teknis di bidang perluasan industri makanan dan sektor pertanian.

Menlu Iran dalam pertemuan dengan Presiden Joko Widodo, menyampaikan kesiapan Tehran untuk mengembangkan hubungan lebih lanjut. Presiden Indonesia juga menyambut peningkatan hubungan perdagangan bilateral dengan memperhatikan potensi ekonomi yang dimiliki oleh kedua pihak.

Pusat Riset Parlemen Iran dalam sebuah penelitian tentang potensi investasi antara Republik Islam Iran dan Republik Indonesia, mencatat bahwa investasi bersama antara Iran dan Indonesia untuk tujuan ekspor dan pemanfaatan sumber daya, modal, dan keahlian masing-masing, bisa berdampak efektif bagi pembangunan ekonomi dan industri, meningkatkan produksi, lapangan kerja, dan pendapatan, serta mendorong pembangunan sosio-ekonomi secara komprehensif antara kedua negara.

Secara politik, keberadaan Sekretariat ASEAN di Jakarta dan partisipasi aktif Indonesia di forum-forum internasional, telah menyediakan landasan yang baik bagi negara untuk memainkan perannya di bidang politik luar negeri.

Pemerintah Indonesia menekankan kepatuhan pada hukum internasional dan pemeliharaan stabilitas dan kerja sama regional dan internasional dengan memanfaatkan forum PBB, Gerakan Non-Blok (GNB), dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). Posisi ini sejalan dengan kebijakan luar negeri Iran dengan tujuan memperkuat multilateralisme.

Oleh karena itu, menlu Iran dalam sebuah tweet menulis, “Saya senang bisa kembali ke Jakarta untuk berdiskusi dengan Presiden Jokowi dan Menteri Luar Negeri Retno Mearsudi mengenai peningkatan hubungan bilateral dan koordinasi yang erat pada isu-isu regional dan internasional.”

“Saya berterima kasih kepada Indonesia atas dukungannya yang berharga di Dewan Keamanan PBB ketika rezim Trump berusaha melemahkan hukum internasional,” tambahnya.

Saat ini Dunia Islam sangat membutuhkan dukungan timbal-balik di antara negara-negara Muslim, kebutuhan untuk melawan gerakan ekstrem, dan meninggalkan perpecahan, dengan begitu Tehran dan Jakarta bertekad untuk memanfaatkan peluang yang ada demi memperkuat kerja sama untuk kepentingan kedua negara dan Dunia Islam. (SPN/RM)

Editor: Red

Bagikan melalui:

Komentar