Indonesia-Iran Jajaki Pengembangan Vaksin Covid-19

Indonesia-Iran Jajaki Pengembangan Vaksin Covid-19 Dok

SINARPAGINEWS.COM, IRAN - Indonesia dan Iran sepakat memperkuat kerja sama di berbagai bidang usaha, seperti sektor kesehatan. Kedua negara akan menjajaki kerja sama pengembangan dan produksi vaksin, di mana Iran dinilai berhasil memproduksi vaksin Covid-19 buatan dalam negeri.

Kesepakatan kerja sama usaha ini disampaikan kedua pihak pada Pertemuan Komite Konsultasi Bilateral ke-9 yang berlangsung pada Senin, 5 Juli 2021 secara virtual.

Pertemuan ini dipimpin Dirjen Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri RI, Duta Besar Abdul Kadir Jailani dan Asisten Menteri Luar Negeri Iran yang juga merangkap Dirjen Asia dan Oseania, Duta Besar Reza Zabib.

Dilansir laman resmi Kementerian Luar Negeri RI, kedua pihak sepakat mendorong penyelesaian negosiasi Indonesia-Iran Preferential Trade Agreement (PTA), yang mana total perdagangan kedua negara meningkat dari US$141,60 juta di 2019 menjadi US$215,97 juta di 2020. Angka ini dilaporkan meningkat 52% di tengah pandemi dan kelesuan ekonomi global.

Pertemuan juga mencatat perkembangan kerja sama usaha lain sebagai tindak lanjut pembicaraan kedua kepala negara. Misalnya, berupa Indonesia-Iran Virtual Health Business Forum dan proyek kerja sama Pusat Robotic Telesurgery di RS Hasan Sadikin, Bandung dan RS Dr. Sardjito, Yogyakarta.

Selain itu, kedua delegasi juga membahas rencana penandatanganan MoU Kerja Sama bidang Penanganan Narkotika, serta mendorong pula pembahasan kerja sama antar Kementerian Pertahanan dan kerja sama pertukaraan kebudayaan. Saat ini, Indonesia dan Iran telah memiliki MoU kerja sama perpustakaan.

Secara khusus, pihak Iran menyambut baik kelanjutan kerja sama IPTEK dalam mekanisme Indonesia-Iran Joint Working Committee on Scientific and Technological Cooperation, mendorong penjajakan kerja sama antara Kementerian Agama dan kerja sama bidang olahraga, termasuk menyampaikan dukungan terhadap upaya Indonesia memasukan pencak silat sebagai cabang olahraga Olimpiade.

Perusahaan farmasi Iran Shifafarmed dilaporkan membuat vaksin COVIran Barekat berdasarkan virus yang dinonaktifkan. Studi pertama tentang keamanan dan efektivitasnya ini sudah dimulai pada akhir Desember lalu. (SPN/RM)

Editor: Red

Bagikan melalui:

Komentar