Tidak Tertarik Akan Kemegahan Kekuasaan

Pejuang Thaliban, Jawad Abu Dzar: Kami berharaf untuk melihat Syurganya Alloh

Pejuang Thaliban, Jawad Abu Dzar: Kami berharaf untuk melihat Syurganya Alloh Istana Mantan Wapres Afganistan. Foto: Ist.

Penulis: Dimas Madia - Sinarpaginews.com

 

BEBERAPA sumber informasi seputar dunia Islam, diantaranya Media online Arrahmah.com kerap mengamati perkembangan politik khususnya di Timur Tengah. Diantaranya perkembangan Afghanistan, setelah belum lama ini Thaliban mengambil alih kedaulatan dari penguasa sebelumnya. saat ini Thaliban dengan nama pemerintahan Imaroh Islam Aghanistan mulai menata kembali kenegaraan berdasarkan Syariat Islam.

Headline yang dipublikasikan media online Arrahmah.com pada hari Jum’at, 17 september 2021 menayangkan, salahsatu tentara Thaliban yang bernama Jawad Abu Dzar Fariyabi memuat video kondisi sarana dan fasilitas didalam gedung penguasa Afghanistan yang sebelumnya berkuasa, dalam video tayangan itu, tentara thaliban masuk ke ruangan-ruangan didalam gedung diantaranya dapur, kamar mandi, ruangan tengah dan terdapat beberapa ruangan lainnya yang digunakan oleh pejabat Afghanistan sebelumnya.

Setelah menguasai Kabul pada 15 Agustus 2021, saat pertama masuk gedung-gedung besar yang ditempati para pemimpin Afghanistan sebelumnya, Jawad Abu Dzar merasa kaget dengan isi didalam gedung tersebut seperti aksesoris ruangan, benda-benda lain dan prasarana yang serba mewah bah Syurga yang diterangkan didalam alquran dan Hadist-hadist. Para Tentara thaliban tercengan melihat kelakuan para pemimpin Afghanistan yang sebelumnya hidup dalam kemewahan dibawah penderitaan Rakyat.

“Rumah ini milik Marsekal Rezim Afghanistan, Marsekal Dastum. Menurut Pendapat saya dia adalah Iblis, karena dia membangun rumah seperti ini (Istana besar) dengan darah rakyat Afghanistan. Rakyat tidak punya apapun untuk makan, tapi dia punya gedung (Mewah),” ungkap Jawad Abu Dzar, saat memperlihatkan kondisi rumah panglima tempur Afghanistan (Anti-Thaliban) Marsekal Dastum, didalam video yang diunggah Arrahmah.com, Jumat (17/9/2021).

Jawad Abu Dzar Fariyabi, dalam videonya kembali meneruskan melihat ruangan-ruangan lain yang sebelumnya didiami Marsekal Dastum, Jawad Abu Dzar masuk kedalam dapur dan membuka salahsatu lemari selanjutnya mengeluarkan gelas mewah sembari dalam videonnya mengatakan bahwa bentukan gelas-gelas itu sangat aneh (Gelas Mewah), selanjutnya Jawad Abu Dzar meneruskan melihat ruangan tengah, sepanjang ruangan terdapat lukisan besar bergambar kuda, yang sebelumnya juga ada foto Marsekal Dastum berkostum gagah terpampang besar yang masih diruangan itu.

 “Saya pribadi berfikir hal yang paling dia sukai adalah kuda, anda bisa melihat dimana-mana ada gambar kuda,” kata Jawad Abu Dzar. Selanjutnya, tentara Thaliban itu masuk keruangan lain yaitu terdapat biliar, “Ini adalah tempat dimana dia bermain biliar dengan kawan-kawannya,” kembali Jawad Abu Dzar menunjukan. Lanjut keruangan lain, Jawad Abu Dzar memerlihatkan terdapat kolam renang yang eksotic, selain itu disampingnya terdapat sauna, tempat mandi uap yang cukup luas dengan thermostat yang dapat dinaikan hingga 100 derajat celcius.

Jawad Abu Dzar menunjukan kembali ruangan yang lain, dalam video itu terdapat juga ruangan khusus untuk penghangatan, “Saya pertama kali melihat tempat semacam ini, meskipun saya tinggal dikota, kami menghabiskan hidup kami di Pegunungan dan padang pasir, orang-orang kita (rakyat) tak punya apapun untuk dimakan, mereka hidup dalam todongan senjata, sedang para politisi, orang-orang kaya dan berkuasa membangun rumah-rumah megah, dengan menumpahkan darah rakyat,” terang Jawad Abu Dzar.

Meski Thaliban tengah kembali merebut kedaulatan wilayah Afghanistan, kekuasaan tidak menjadi potensi para tentara thaliban untuk menikmati aset yang telah diambil alih, mereka tetap dalam prinsif dijalan alloh, bahwa perjuangannya tak lepas dari campur tangan alloh atas kemenangan Thaliban, selain itu misi pembebasan Afghanistan menurutnya untuk kemerdekaan rakyat Afghanistan. “Kami berharaf untuk melihat Syurga Alloh, ini (kemewahan kekuasaan) tidak berarti apa-apa untuk saya,” tegas Jawad Abu Dzar.

https://www.youtube.com/watch?v=ETQHvyHR8xg

 

Editor: Dimas Madia

Bagikan melalui:

Komentar