AS Jatuhkan Sanksi terhadap Perusahaan Israel

AS Jatuhkan Sanksi terhadap Perusahaan Israel Dok

SINARPAGINEWS.COM,  AMERIKA - Pemerintah Amerika Serikat memasukkan sebuah perusahaan Israel, NSO Group ke daftar hitam yang menciptakan kontroversi di dunia lewat spyware Pegasus.

“Tindakan ini merupakan bagian dari upaya pemerintahan Biden dan Harris untuk mempromosikan hak asasi manusia dalam kebijakan luar negeri AS, termasuk menghentikan penyebaran perangkat lunak untuk penindasan,” kata pernyataan Departemen Perdagangan AS pada Selasa (3/11/2021).

“Upaya ini bertujuan untuk meningkatkan keamanan digital warga Amerika, memerangi ancaman siber, dan membatasi pengawasan yang tidak sah,” tambahnya seperti dikutip IRNA.

Departemen Perdagangan mencatat bahwa perusahaan rezim Zionis, NSO Group dan tiga perusahaan lain dimasukkan ke “daftar entitas” karena ada alasan yang kuat bahwa mereka telah atau sedang melakukan aktivitas yang bertentangan dengan keamanan nasional atau kepentingan kebijakan luar negeri AS.

Dengan keputusan ini, NSO Group sekarang memerlukan izin khusus untuk bertransaksi dengan individu atau entitas Amerika, dan perusahaan itu akan kesulitan menjual produknya di pasar global.

Investigasi bersama yang dilakukan oleh konsorsium organisasi media termasuk, Reuters, The Washington Post, The Wall Street Journal, Aljazeera, dan The Guardian menunjukkan 50.000 nomor ponsel, termasuk milik pejabat pemerintah, terutama di negara-negara Arab, telah diretas oleh rezim Zionis menggunakan spyware Pegasus.

Sejumlah anggota keluarga kerajaan di negara-negara Arab, setidaknya 65 eksekutif bisnis, 85 aktivis HAM, 189 jurnalis serta lebih dari 600 politisi dan pejabat pemerintah, telah menjadi korban peretasan dengan Pegasus. (SPN/RM)

Editor: Red

Bagikan melalui:

Komentar