Ketabahan Penduduk Gaza Hadapi Kekejaman Zionis Israel Menginspirasi Warga AS Memeluk Islam

Ketabahan Penduduk Gaza Hadapi Kekejaman Zionis Israel Menginspirasi Warga AS Memeluk Islam Red

SINARPAGINEWS.COM, WASHINGTON STATE - Serangan Brutal Tentara Zionis Israel terhadap Penduduk Gaza Palestina sejak Oktober lalu telah membuka mata dunia. Negara-negara Barat (baca: Negara maju) terbelah, kini sebagian megutuk serangan tersebut, bahkan Lembaga Dunia, seperti PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa–red) sebagian besar negara-negara anggotanya mulai mengakui secara penuh eksistensi Negara Palestina.

Jaelin Decker (kiri), warga AS mengucapkan dua kalimat syahadat dihadapan Imam Masjid Ar-Rahmah, Redmond, Washington State, Ustadz Muhamad A. Joban, MA (kanan). Dia mengaku tertarik Islam setelah melihat ketabahan warga Gaza terhadap gempuran serangan biada tentara Zionis Israel. Dia mengucapkan dua kalimat syahadat setelah belajar tentang Islam selama 5 bulan, termasuk praktek puasa Ramadhan lalu. (Foto: Dok. Ustadz Muhamad A. Joban, MA.)

Hanya saja Amerika kembali menunjukkan sifat hypocrite (baca: bermuka dua/munafik) yakni dengan memveto Resolusi Sidang Dewan Keamanan PBB yang ingin mengakui penuh keanggotaan Palestina.

Namun dukungan terhadap penderitaan warga Gaza Palestina seakan sulit dibendung Pemerintah A.S (Amerika Serikat–red) sendiri, gelombang aksi masyarakat sipil, termasuk para mahasiswa terus digelar di jalanan dan di kampus-kampus ternama, seperti University of Colombia, Yale University.

Diluar aksi dukungan tadi, perjuangan warga Gaza dalam mempertahankan wilayahnya dari serbuan biadab tentara Zionis Israel telah mengispirasi sebagian warga AS dalam mengagumi Islam. Seperti Jaelin Decker, dia mengaku tertarik Islam setelah melihat ketabahan warga Gaza terhadap gempuran serangan biada Zionis Israel. Dia mengucapkan dua kalimat syahadat kemaren (25/04) di Masjid Ar-Rahmah Redmond Washington State.

“saya sungguh kagum dengan agama warga Gaza (baca: Islam) yang sangat sabar dalam menghadapi cobaan yang sangat berat dan brutal dari tentara Zionis Israel“, ungkap Jaelin Decker seperti ditirukan Imam Masjid Ar-Rahmah Redmond Washington State Ustadz Muhamad A. Joban, MA. kepada iHalal.id melalui pesan WA semalam (25/04).

Ustadz lulusan Magister Universitas Al-Azhar Cairo Mesir menuturkan, Jaelin Decker juga tertarik dengan kedisiplinan umat Islam dalam menjalankan Ibadah puasa Ramadhan. Oleh karena itu, sebelum masuk Islam, Jaelin Decker ikut berpuasa bersama para jamaah Masjid Ar-Rahmah. (spn/iHalal.id) 

 

Editor: Red

Bagikan melalui:

Komentar