PBB Mendukung Hak Protes Rakyat Amerika Secara Damai

PBB Mendukung Hak Protes Rakyat Amerika Secara Damai Red Stephane Dujarric, Juru Bicara Perserikatan Bangsa-Bangsa

SINARPAGINEWS.COM, PBB - Juru bicara PBB mengatakan bahwa Sekretaris Jenderal PBB mendukung hak rakyat Amerika untuk melakukan protes secara damai.

Menurut laporan IRNA, Stephane Dujarric, Juru Bicara Perserikatan Bangsa-Bangsa menyatakan dalam konferensi pers hari Jumat (26/4), menyebut dukungan Sekretaris Jenderal PBB terhadap kebebasan berekspresi dan hak masyarakat untuk melakukan protes secara damai.

Menurutnya, Sekjen PBB menekankan bahwa protes ini harus dipastikan tidak berubah menjadi publikasi pernyataan kebencian.

Dukungan terhadap masyarakat Gaza dan protes terhadap kebijakan pemerintahan Presiden AS Joe Biden yang memberikan dukungan penuh kepada rezim Israel kali ini dimulai oleh berbagai kalangan mahasiswa di universitas-universitas Amerika.

Menurut Reuters, sekitar 550 orang telah ditangkap sejak dimulainya protes terhadap perang rezim Israel di Gaza dengan nama "gerakan solidaritas Gaza" dari Universitas Columbia di New York dan penyebarannya ke universitas-universitas Amerika lainnya.

Protes ini menyusul dukungan komprehensif pemerintahan Biden kepada Zionis Israel dan pembunuhan terus menerus terhadap masyarakat Gaza sebagai pembalasan atas kekalahan rezim ini dalam operasi Badai Al-Aqsa pada 7 Oktober 2023, begitu juga kegagalan menerapkan gencatan senjata segera dan untuk mengakhiri bantuan militer dan keamanan Washington ke Tel Aviv.

Namun, penggunaan kekerasan dan polisi untuk menghadapi dan menekan aksi mogok damai yang semakin meningkat dari mahasiswa dan pemuda Amerika serta masuknya polisi ke dalam lingkungan universitas bertentangan dengan klaim negara ini mengenai prinsip kebebasan berpendapat dan kebebasan berkumpul dan lingkungan serta pusat ilmu pengetahuan.

Penumpasan dengan kekerasan itu dianggap sejalan dengan kebijakan dukungan publik terhadap pembunuhan dan kejahatan perang Israel dan akan mendorong rezim tersebut untuk terus menciptakan ketegangan, mengobarkan perang, dan genosida.

Konsentrasi dengan tujuan memrotes juga merupakan tanda meningkatnya kemarahan dan kekhawatiran dari kebangkitan hati nurani di Amerika, termasuk komunitas Muslim di negara tersebut, serta meningkatnya kekhawatiran komunitas internasional mengenai kelanjutan dan penguatan keuangan, politik, dan persenjataan. dan dukungan luas dari pemerintah Amerika dan Kongres terhadap kejahatan perang dan genosida.(sl)

Sumber:Pars Today

Editor: Red

Bagikan melalui:

Komentar