Wakil Sekjen PBB: Impunitas Israel Tidak Boleh Berlanjut

Wakil Sekjen PBB: Impunitas Israel Tidak Boleh Berlanjut Red Martin Griffiths, Wakil Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Urusan Kemanusiaan dan Koordinator Bantuan Darurat

SINARPAGINEWS.COM, PBB - Menggarisbawahi bahwa “impunitas Israel tidak dapat dilanjutkan”, Wakil Sekretaris Jenderal PBB menyerukan perlindungan nyawa warga sipil di Jalur Gaza.

Menurut laporan ISNA, Martin Griffiths, Wakil Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Urusan Kemanusiaan dan Koordinator Bantuan Darurat mengutuk serangan rezim Israel baru-baru ini terhadap kamp pengungsi Palestina di Rafah, selatan Jalur Gaza, dan menekankan perlunya tindakan mendesak untuk melindungi kehidupan warga sipil dan menjamin keselamatan mereka.

Wakil Sekjen PBB menambahkan, Serangan udara Israel di Rafah mengakibatkan puluhan orang tewas, banyak di antaranya adalah perempuan dan anak-anak yang terbakar.

Menyinggung permasalahan dalam pengiriman bantuan kemanusiaan ke Gaza, Griffiths menambahkan, Karena kendala dan perang yang sedang berlangsung, pengiriman barang dari penyeberangan Kerem Abu Salem ke Jalur Gaza masih belum dapat dilakukan.

Serangan brutal Israel ke Rafah
Dalam kejahatan terbarunya, tentara rezim Israel yang melakukan genosida, membombardir tenda dan pusat pemukiman pengungsi di barat laut Rafah dengan 7 roket dan bom besar, yang mengakibatkan sedikitnya 41 warga Palestina gugur syahid dan puluhan lainnya luka-luka.

Sejumlah besar perempuan dan anak-anak terlihat di antara para korban dan korban luka. Pencarian orang-orang yang terjebak di bawah reruntuhan masih terus dilakukan.

Pada Senin (27/5/2024) malam, agresor rezim Zionis juga membombardir tenda pengungsi Palestina di barat laut kota Rafah di selatan Jalur Gaza.

Menurut kantor informasi pemerintah Palestina di Jalur Gaza, dalam 24 jam terakhir, tentara rezim Israel yang melakukan genosida telah mengebom lebih dari 10 pusat pemukiman pengungsi Palestina di Rafah, yang menewaskan lebih dari 190 warga Palestina.(sl)

Editor: Red

Bagikan melalui:

Komentar