Kenaikan UMK Cimahi telah Disahkan Gubernur Jabar

Kenaikan UMK Cimahi telah Disahkan Gubernur Jabar Dok SPN

SINAR PAGI NEWS, CIMAHI - Pemerintah Kota Cimahi melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) melakukan sosialisasi Upah Minimum Kota (UMK) tahun 2021, yang diketahui mengalami kenaikan 3,27% dari tahun sebelumnya sebesar Rp. 3.135.918,- menjadi Rp. 3.241.929,00-. Kegiatan sosialisasi tersebut bertempat di Aula Gedung Cimahi Techno Park, Jalan Baros, Utama, Kecataman Cimahi Selatan Kota Cimahi pada Rabu (31/03).

Ditemui usai menghadiri dan membuka kegiatan sosialisasi dimaksud, Pelaksana Tugas (Plt.) Wali Kota Cimahi Ngatiyana mengatakan, besaran tentang kenaikan UMK tersebut telah disahkan melalui melalui Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor: 561/Kep.744-Yanbangsos /2020 tentang Upah Minimum Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Barat Tahun 2021 yang telah ditandatangani oleh Gubernur Jawa Bara M. Ridwan Kamil pada tanggal 21 November Tahun 2020 lalu. Diakuinya, kegiatan sosialisasi tersebut sedikit terlambat karena besaran UMK yang baru sudah mulai diberlakukan sejak awal tahun 2021 lalu.

“UMK yang baru ini memang sudah berjalan. Mengingat adanya kendala teknis di dalam karena sistemnya belum berjalan, maka baru bisa dilaksanakaan sosialisasi pada hari ini tentang Upah Minimum Kota. Alhamdulillah pada hari Ini ada narasumber… dari pihak Apindo juga dari pihak tenaga kerja sudah hadir untuk mengikuti sosialisasi tentang besaran daripada upah minimum kota. Alhamdulillah di Kota Cimahi sendiri besarannya [Rp] 3.241.929,-.” Ujarnya.

Menurutnya, besaran kenaikan UMK tahun 2021 tersebut merupakan jalan tengah untuk menjembatani kepentingan kedua belah pihak, baik dari pihak pekerja maupun para pengusaha di Kota Cimahi. Ngatiyana mengklaim bahwa besaran UMK ini sudah bisa diterima oleh kedua belah pihak. Apabila seandainya terdapat permasalahan dan/atau perselisihan ke depannya, Ia meminta agar dapat dikoordinasikan dan diselesaikan melalui aturan dan ketentuan yang berlaku dalam mekanisme hubungan industrial sehingga tidak menimbulkan suatu konflik yang besar diantar kedua belah pihak."imbuhnya"

Editor: wry

Bagikan melalui:

Komentar