Brebes, Awali Vaksinasi Berbasis Prolanis di Jateng

Brebes, Awali Vaksinasi Berbasis Prolanis di Jateng Dok SPN

SINARPAGINEWS.COM, BREBES- Kabupaten Brebes menjadi tempat pertama pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 berbasis program pengelolaan penyakit kronis (Prolanis) di Jawa Tengah. Program ini digelar BPJS Kesehatan yang menargetkan 1.950 orang yang tersebar di Kabupaten Brebes dan Kabupaten/Kota lain se Jawa Tengah.

“Alhamdulillah, sebanyak 250 orang lanjut usia (lansia) mengikuti vaksinasi Covid-19 berbasis Prolanis,” ujar Idza saat Launching Vaksinasi berbasis Prolanis di Islamic Center, Jalan Yos Sudarso, Brebes, Jumat (27/8/21).

Idza mengapresiasi langkah BPJS Kesehatan yang berperan serta membantu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes dalam percepatan vaksinasi di Kab Brebes. Idza menjelaskan, masyarakat Kabupaten Brebes yang sudah divaksin lebih kurang 300 ribu orang. Antusiasme warga juga cukup bagus, hanya saja penduduk Brebes banyak sekali, maka capaian vaksinasi masih dianggap sedikit karena menggunakan prosentase dari jumlah penduduk.

“Meski sudah 300.000 orang yang divaksin, namun karena penduduknya mencapai 1,8 juta maka prosentasenya masih kecil,” ujar Idza
Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan dr Lily Kresnowati menyampaikan Vaksinasi Covid-19 berbasis Prolanis Peserta JKN- KIS sebagai upaya mempercepat ketahanan tubuh dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Launching ini menjadi awal pelaksanaan Prolanis di Jawa Tengah dan secara bertahap menyasar ke Kabupaten dan Kota lain.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah dr Yulianto Prabowo mengatakan, tahapan vaksinasi bagi lansia seharusnya sudah berakhir pada April 2021. Namun karena kurangnya sosialisasi dan pemahaman masyarakat, membuat mereka takut divaksin sehingga baru mencapai 31 persen di Jawa Tengah. Padahal kelompok lansia merupakan kelompok yang sangat rentan terkena Covid-19. Untuk itu berbagai upaya dilakukan untuk mempercepat capaian vaksinasi bagi kelompok lansia.

“Di Jawa Tengah sasaran vaksinasi 28,7 juta jiwa. Sampai saat ini baru 23 persen atau 6,5 juta orang,” terang Yulianto.
Makanya, lanjut Yulianto, ada program vaksinasi berbasis prolanis, yang dilakukan oleh Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Kalau tingkat pertama berarti dekat dengan masyarakat. Entah itu klinik, dokter praktek perorangan, puskesmas, itu tersebar di seluruh desa atau kecamatan se Jawa Tengah. Mereka melaksanakan vaksinasi, Sehingga dekat sekali dengan lansia dan penderita komorbid
“Ini dalam rangka menurunkan angka kematian akibat covid. Kita tahu kematian akibat covid ini mayoritas adalah lansia, pra lansia dan penderita komorbid,” terangnya.

Launching Vaksinasi Covid-19 berbasis Prolanis peserta JKN-KIS yang digelar BPJS Kesehatan disaksikan melalui Virtual oleh Bupati Sukoharjo, Walikota Surakarta dan Wakil Bupati Pati beserta jajaranya.

Di Islamic Center Brebes, secara luring dihadiri Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH, Wakil Bupati Brebes Narjo SH MH, Komandan Kodim 0713 Brebes Letkol Arm Mohammad Haikal Sofyan, Kapolres Brebes AKBP Faizal Febrianto, Kasi Barang Bukti dan Barang Rampasan Kejaksaan Negeri Brebes Iman Suryaman, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah dr Yulianto Prabowo, Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan dr Lily Kresnowati, Deputi Direksi Wilayah Jawa Tengah dan DIY BPJS Kesehatan dr Dwi Hartiningsih, Pjs Kepala BPJS Kesehatan Cabang Tegal Guna Setiawan.(hid/yas).

Editor: Red

Bagikan melalui:

Komentar