Zipmex Indonesia Terima Suntikan Dana 41 Juta Dolar AS Melalui Pendanaan Seri B

Zipmex Indonesia Terima Suntikan Dana 41 Juta Dolar AS Melalui Pendanaan Seri B Chairul Ichsan

Beberapa investor yang ikut berinvestasi dalam pendanaan seri B ini adalah Krungsri Finnovate, modal ventura korporasi anak perusahaan Bank of Ayudhya, serta dua perusahaan multimedia terkemuka Thailand yang telah terdaftar di bursa, Plan B Media dan Marter Ad (MACO)

Pendanaan ini menandai pertama kalinya bank papan atas dan perusahaan media multinasional di Asia Tenggara berinvestasi secara terbuka di platform aset digital 

Zipmex yang saat ini beroperasi di Singapura, Thailand, Indonesia dan Australia, telah memantik antusiasme para pemain regional dan internasional untuk melakukan investasi di putaran pendanaan yang ramai peminat ini. 

Pendanaan ini akan digunakan untuk mengembangkan beragam produk dalam ekosistem Zipmex dan berbagai layanan untuk Indonesia

SINARPAGINEWS.COM, JAKARTA, — Zipmex, salah satu bursa aset kripto terkemuka yang saat ini tengah berkembang pesat menjadi yang terdepan dalam bursa aset digital Asia Pasifik, hari ini mencatatkan tonggak sejarah baru.

Dalam konferensi pers yang digelar secara virtual (Jumat, 3/9/2021), Zipmex dengan bangga mengumumkan penerimaan dana investasi dari Krungsri Finnovate Company Limited, modal ventura korporasi yang merupakan anak perusahaan Bank of Ayudhya PCL, sebagai investor dalam penggalangan pendanaan Seri B. Bersamaan dengan ini, ada pula Plan B Media Public Company Limited dan Master Ad Public Company Limited yang juga ikut terlibat dalam putaran investasi yang meraup dana senilai 41 juta dolar AS.

Penerimaan pendanaan seri B ini menandai aksi intitusi dan korporasi pertama di kawasan Asia Tenggara yang berinvestasi secara terbuka di aset digital. Hal ini memperlihatkan sinergitas antara bursa aset kripto dengan perusahaan-perusahaan publik di industri multimedia, sebuah bank papan atas Thailand, serta sejumlah firma modal ventura internasional. Sinergi ini juga mengonfirmasi dengan jelas bahwa aset digital telah menjadi bagian dari arus utama dunia keuangan saat ini.

Pendanaan ini juga menjadikan Bank of Ayudhya, bagian dari Mitsubishi UFJ Financial Group (MUFG), menjadi salah satu bank pertama di dunia, dan yang pertama di Asia Tenggara, yang berinvestasi dalam platform aset digital.

Langkah ini juga menempatkan Bank of Ayudhya sebagai bank terdepan yang kini juga berkiprah di ranah aset digital. Kondisi ini juga memperlihatkan fakta bahwa tingkat kepercayaan institusi terhadap aset digital juga semakin tinggi.

“Komitmen dari Krungsri Finnovate ini merupakan sebuah langkah yang bermakna besar bagi kami. Selain menunjukkan keberhasilan dari model bisnis dan pendekatan yang kami terapkan untuk berinovasi, pendanaan ini juga menunjukkan bahwa aset digital berpotensi menjadi bagian utama dari gaya hidup kita. Sinergi aset digital dan perbankan tradisional dapat menciptakan serta menghadirkan pengalaman baru yang lebih inovatif dari sekadar menggunakan mata uang fiat,” kata CEO dan Co-Founder Zipmex Marcus Lim dalam konferensi pers yang dilakukan secara virtual pada Jumat, 3 September 2021.

Sebelumnya, Krungsri Finnovate telah berpartisipasi dalam pendanaan Seri A untuk sejumlah perusahaan startup dari berbagai bidang fintech secara strategis terkait dengan bisnis Krungsri. Beberapa di antaranya perusahaan blockchain, pinjaman, e-commerce, insurtech, dan pengiriman uang lintas batas. Portofolio mereka mencakup Grab, Flash Express, Synqa dan Finnomena.

“Krungsri Finnovate sangat mementingkan teknologi dan inovasi keuangan dalam segala hal. Kami percaya bahwa teknologi dan inovasi akan menjadi pendorong lahirnya berbagai solusi yang berfokus pada tantangan serta peluang di bidang ekonomi dan kebutuhan masyarakat guna mewujudkan visi negara di masa depan,” ujar Sam Tanskul, Managing Director di Krungsri Finnovate.

Sam menambahkan bahwa Krungsri meyakini bahwa investasi ini merupakan peluang penting bagi Bank of Ayudhya untuk makin berkontribusi dan menyelami industri aset digital dan membangun sebuah ekosistem yang kuat guna menghadirkan solusi tepat untuk menjawab kebutuhan pelanggan kami yang berubah.

Selain itu, sebagai bagian dari MUFG, institusi keuangan kelas dunia yang hadir di lebih dari 50 negara, kami mampu menyediakan seluruh sinergi yang dibutuhkan Zipmex untuk menghadirkan manfaat baik di Asia maupun di seluruh di dunia. Oleh sebab itu,

Kerja sama yang erat antara Krungsri dan Zipmex menegaskan dukungan penuh Krungsri terhadap pengembangan dan inovasi keuangan melalui berbagai sarana teknologi. Kerja sama ini juga menegaskan keyakinan kami yang kuat bahwa Zipmex akan berperan penting dalam mendukung pembangunan di wilayah Asia Pasifik.

Ini juga menjadi tonggak sejarah baru di Asia Tenggara karena untuk kali perusahaan media multinasional terbuka memanfaatkan tren aset digital yang berpotensi mengubah ranah lanskap keuangan dan gaya hidup. Plan B Media adalah salah satu perusahaan media terbesar dan paling inovatif di Thailand dengan dspesialisasi di bidang out-of-home media dan engagement marketing. Sementara, Master Ad (MACO) adalah pemimpin media untuk papan reklame dan furnitur jalanan dengan jejak media yang luas mencakup seluruh wilayah Asia Tenggara.

“Kami percaya Zipmex memiliki tim dengan kapabilitas yang paling menjanjikan di industri ini. Mereka memiliki visi yang jelas untuk memicu revolusi aset digital dan memiliki kemampuan eksekusi yang kuat yang ditunjukkan oleh rekam jejak yang solid sejak peluncurannya.

Kami berharap jaringan portofolio media dan konten terintegrasi kami dapat mendukung pertumbuhan mereka. Ruang aset digital memberikan banyak peluang bagi kami untuk memperkuat ekosistem di ruang engagement marketing seperti olahraga, manajemen artis dan gim. Kami yakin bahwa investasi dan kemitraan ini akan memastikan visi Plan B menjadi pemimpin dalam inovasi,” kata Pinijsorn Luechaikajohnpan, PhD, Managing Director Plan B Media.

Selain itu, MindWorks Capital yang berbasis di Hong Kong, juga turut kembali bergabung dengan Jump Capital - investor berbasis di AS yang pada Januari lalu memimpin putaran Seri A yang mencatatkan oversubscribed dalam penandatanganan putaran investasi tersebut. Ini menjadi bukti akan daya tarik Zipmex yang sangat kuat bagi para investor global.

Investasi dan kemitraan baru ini akan membantu Zipmex menjangkau jutaan pelanggan di seluruh kawasan Asia-Pasifik secara efektif. Terutama bagi Indonesia yang merupakan salah satu basis investor terbesar Zipmex. Investasi ini nantinya akan digunakan untuk mengembangkan beragam produk dan layanan di ekosistem Zipmex Indonesia.

Berbelanja, menabung dan berinvestasi melalui token native Zipmex (ZMT)

Di dalam ekosistem Zipmex, pengguna dapat berinvestasi melalui beragam produk dengan berinvestasi dan membelanjakan asetnya menggunakan token native Zipmex ZMT (Zipmex Token). Beberapa contoh produk investasi Zipmex di antaranya adalah ZipUp — rekening fleksibel yang dapat diakses dan ditarik kapan saja di mana saja. Lalu ada ZipLock – rekening tabungan berjangka yang dapat diakses tanpa minimum nominal.

Awal bulan ini, Zipmex juga akan memperkenalkan Zipmex Card, yaitu kartu pembayaran baru yang didukung Visa dan akan diluncurkan akhir tahun ini. Fasilitas ini akan memberi pengguna Zipmex kebebasan untuk membelanjakan aset digital mereka di lebih dari 70 juta merchant dari jaringan pembayaran global Visa.

Tak hanya itu saja, Zipmex juga telah meluncurkan versi beta ZipWorld di Thailand dan akan menyusul juga di Indonesia. ZipWorld adalah produk dari Zipmex yang memberikan ruang bagi pengguna untuk menikmati produk lifestyle eksklusif dan pengalaman unik menggunakan ZMT. Selain itu juga akan ada Z Launch — platform yang memberi pengguna akses investasi lebih awal ke berbagai proyek token baru. Zipmex juga berencana mengintegrasikan ZipWorld dengan ruang non-fungible token (NFT) yang saat ini tengah naik daun.

“ZipUp, ZipLock, ZipWorld dan Z Launch akan memberikan peluang investasi bagi pengguna sebelumnya belum pernah ada. Hal lain yang tak kalah penting adalah setiap produk yang kami rilis, kami akan memastikan bahwa badan regulator di masing-masing negara telah memberikan persetujuan atau izin terlebih dahulu,” tutup Marcus Lim.

Editor: Chairul Ichsan

Bagikan melalui:

Komentar