Kata Wabub Angka Kemiskinan Meningkat

Wakil Bupati Garut Tekankan ASN Agar Aktif Perhatikan Perlindungan Sosial

Wakil Bupati Garut Tekankan ASN Agar Aktif Perhatikan Perlindungan Sosial Dok SPN

SINARPAGINEWS.COM, KAB.GARUT - Wakil Bupati Garut, dr Helmi Budiman, tekankan para Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkungan Pemerintah Kabupaten Garut, lebih aktif dalam kinerja dan terutama intens dalam masalah pelaksanaan vaksinasi, perlindungan sosial dan pemulihan ekonomi masyarakat. Senin 20 September 2021

Menurut Wakil Bupati, “Tema pembangunan kita masih tetap, hal yang terkait dengan kesehatan, perlindungan sosial dan yang terkait juga dengan pemulihan ekonomi,” ucap Helmi.

Helmi, masih dalam hal mengenai terkait kesehatan, lanjut ia bersyukur karena Garut sudah turun ke level 2. Namun Helmi berharap, walau kita di level 2 tetap jaga kondisi jangan sampai lengah.

"WHO sudah mengingatkan, dengan banyaknya mobilitas masyarakat dan padat lalulintas antar kota atau provinsi, hal ini yang diperingatkan WHO jangan menjadi pemicu kembali mewabahnya Covid-19.

Helmi, terima kasih kepada semua pihak, bukan hanya aparat kesehatan tapi juga seluruh. Alhamdulillah di level 2, tingkat keterisian Bor juga dibawah 10 persen, kemudian juga yang positif paling banyak hanya 10, dan ini yang harus kita pertahankan, vaksinasi juga menjadi fokus kerja kita,” tuturnya.

Untuk SKPD khususnya Dinas Kesehatan untuk mengukur kecepatan vaksin. Agar persediaan vaksin yang ada disesuaikan dengan jumlah hari pelaksanaan vaksinasi. Jangan sampai persediaan vaksin hanya untuk 1 minggu yang kemudian dibagi 30 hari.

“Saya melihat kecepatan vaksinasi kita rendah, tapi saya melihat ukurannya tidak benar. Ukurannya itu, begitu vaksin ada seribu, berapa hari kita menghabiskan yang seribu. Ini salah satu pengukuran kinerja kita dalam melaksanakan vaksinasi,” tandasnya.

Selanjutnya, Helmi pun mengingatkan para ASN dalam perlindungan sosial, lebih aktif lagi memperhatikan masyarakat, karena tingkat angka kemiskinan di Kabupaten Garut meningkat.

“Orang yang tiba-tiba miskin itu sekarang menjadi banyak. Permasalahan sosial yang dasarnya kesehatan, pendidikan dan rutilahu, sekarang lebih banyak muncul,” ungkapnya.

Ditambahkan Helmi, yang ketiganya masalah pertumbuhan ekonomi atau kebangkitan pemulihan ekonomi di masyarakat. Wabup bersyukur, saat ini bisa membantu warga yang kesulitan mendapat sertifikat halal. Merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan produktifitas dan semangat dengan adanya sertifikat halal.

“Mudah mudahan dengan adanya sertifikat halal, bisa lebih mudah, lebih laku dan cepat kaya. Dan tentu saya ucapkan terima kasih kepada dinas yang sudah melakukan upaya sehingga sertifikat halal ini bisa terbit,” pungkasnya.

Editor: Red

Bagikan melalui:

Komentar