Pemkab Brebes Dukung Target BKKBN Turunkan Angka Stunting

Pemkab Brebes Dukung Target BKKBN Turunkan Angka Stunting Dok Humas

SINARPAGINEWS.COM, BREBES - Dalam rangka menekan angka stunting di Indonesia, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mengerahkan 600 ribu personel dari 200 ribu Tim Pendamping Keluarga (TPK). Tim tersebut menghadiri Apel Siaga TPK Nusantara Bergerak yang dilaksanakan di Alun-Alun Kabupaten Subang Provinsi Jawa Barat. Apel juga dilakukan secara daring serentak di seluruh wilayah Kabupaten/Kota Se-Indonesia, Kamis (12/5). https://twitter.com/Sinarpaginews86

Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Brebes Narjo SH MH usai mengikuti apel tersebut secara daring didampingi oleh Asisten I, Kepala BKBPP, dan perwakilan dari Polres Brebes, Kodim Brebes, beserta OPD lainnya di Ruang VIP Pendopo Kabupaten Brebes.

Personel TPK yang turut menghadiri apel tersebar di desa dan kelurahan seluruh Indonesia. Mereka bertugas melakukan penyuluhan, memfasilitasi pelayanan rujukan dan memfasilitasi pemberian bantuan sosial, serta melakukan pendataan kepada keluarga berisiko stunting.

Kriteria perekrutan petugas TPK disesuaikan dengan kemampuannya untuk mendampingi keluarga dan faktor kedekatan mereka dengan para keluarga. Seperti Bidan, memiliki kemampuan memberikan pelayanan kesehatan.

Kemudian PKK, sebagai perantara yang memiliki jaringan dan kemampuan membangun hubungan baik di masyarakat. Lalu penyuluh KB yang paling mengenal dan dekat dengan masyarakat sehingga cakap dalam melaksanakan komunikasi dan edukasi secara personal serta dalam hal pengumpulan data.

“Berdasarkan pendataan keluarga 2021 (PK 2021), jumlah keluarga berisiko stunting di Indonesia mencapai 21,9 juta keluarga,” kata Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo dalam Apel Siaga TPK Nusantara Bergerak.

Selain itu, Hasto mengatakan, berdasarkan data Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) tahun 2021, jumlah keseluruhan kasus stunting saat ini masih berada pada angka 24,4 persen, yakni lebih tinggi dari standar WHO sebesar 20 persen. Dikatakan pula bahwa angka tersebut juga masih jauh dari target tahun 2024 sebesar 14 persen.

“Inilah, ibu-ibu tim pendamping keluarga, tugas kita itu, untuk bayi bisa dicegah stunting hanya di 1000 hari kehidupan pertama. Jadi, marilah kita perjuangkan sejak di dalam perut sampai 1000 hari pertama, dengan kata lain umur 2 tahun,” pungkasnya.

Oleh karena itu, petugas Tim Pendamping Keluarga (TPK) ini dikerahkan oleh BKKBN agar dapat mempercepat penurunan angka stunting di Indonesia hingga mencapai target sebesar 14 persen pada tahun 2024.

Editor: Ahmad Wahidin

Bagikan melalui:

Komentar