Kemendagri dan BKKBN RI Ajak Setiap Kepala Daerah Komitmen Tangani Stunting

Kemendagri dan BKKBN RI Ajak Setiap Kepala Daerah Komitmen Tangani Stunting Dok Humas

SINARPAGINEWS.COM, INDRAMAYU — Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Pembangunan Daerah pada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Teguh Setyabudi mengajak setiap kepala daerah di Indonesia untuk komitmen dalam penanganan stunting (Red: gagal tumbuh pada anak balita).

Hal itu disampaikan Dirjen Bina Pembangunan Daerah pada Kemendagri Teguh Setyabudi saat membuka webinar Generasi Bebas Stunting dengan tema Komitmen Kepala Daerah Dan Integrasinya Ke Dalam Dokumen Perencanaan Pembangunan Daerah yang berlangsung secara daring.

Bertempat di Indramayu Command Center (ICC), Pemerintah Kabupaten Indramayu turut mengikuti webinar tersebut yang diwakili perwakilan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Indramayu, Rabu (10/08/2022).

Dalam sambutannya Teguh menyampaikan, bahwa tingginya angka prevalensi stunting merupakan sebuah masalah yang besar dan dapat berpengaruh pada masa depan bangsa. Bila tidak ada upaya menekan angka stunting, bonus demografi yang digadang-gadang akan diperoleh bangsa Indonesia pun akan terganggu.

“Angka prevalensi stunting merupakan sebuah masalah besar karena dapat memengaruhi masa depan bangsa. Bonus demografi yang selama ini digadang-gadang akan diperoleh di masa depan pun akan terganggu bila angka tersebut tidak terus ditekan,” katanya.

Teguh menambahkan, bahwa berbagai upaya teknis perlu dilakukan untuk menekan angka stunting. Diharapkan upaya ini mendapat dukungan dari tingkat pusat hingga ke daerah.

“Berbagai upaya teknis untuk menekan angka stunting perlu dilakukan diantaranya dengan menentukan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) dan penguatan implementasi posyandu yang dalam hal ini BKKBN sebagai ketua pelaksana TPPS perlu memperoleh dukungan dari lembaga/kementerian baik tingkat pusat maupun daerah dengan disertai data sasaran yang baik dan terintegrasi,” tambahnya.

Masih menurut Teguh, hal yang tidak kalah penting adalah terkait dengan anggaran, dimana alokasi anggaran melalui APBN dan APBD pada tahun 2022 dan tahun berikutnya tersedia untuk penanganan stunting, karena bila alokasi tersebut tidak ada akan menghambat proses pelaksanaan upaya menekan angka stunting.

Dengan digelarnya webinar ini adalah sebagai bentuk edukasi terhadap komitmen kepala daerah dalam upaya menekan angka stunting dengan memberikan alokasi anggaran yang cukup untuk hal tersebut sebagai salah satu program prioritas daerah dimana contoh pengalokasian anggaran akan di paparkan oleh narasumber dari daerah yang hadir.

Di akhir sambutannya, Teguh meminta pemerintah daerah untuk menetapkan dan memperkuat kelembagaan daerah melalui penetapan tim koordinasi lintas organisasi antar perangkat daerah, mengintegrasikan program dalam RPJMD serta program kegiatan dalam RKPD, menganggarkan terkait pencegahan dan penurunan stunting dalam APBD masing-masing, penguatan sumberdaya aparatur daerah terkait dengan tenaga kesehatan maupun non kesehatan.

“Saya meminta pemerintah daerah untuk menetapkan dan memperkuat kelembagaan daerah melalui penetapan tim koordinasi lintas organisasi antar perangkat daerah, mengintegrasikan program dalam RPJMD serta program kegiatan dalam RKPD, menganggarkan terkait pencegahan dan penurunan stunting dalam APBD masing-masing, dan penguatan sumberdaya aparatur daerah terkait dengan tenaga kesehatan maupun non kesehatan,” ujarnya.

Di tempat terpisah, Bupati Indramayu Nina Agustina Da’i Bachtiar menyatakan, Pemerintah Kabupaten Indramayu telah melakukan berbagai upaya menurunkan angka stunting. Alhasil, angka stunting di Kabupaten Indramayu telah mengalami penurunan yang sangat signifikan.

Tercatat pada tahun 2019 angka stunting Kabupaten Indramayu menembus angka 29.62%. Namun berkat kerja keras semua pihak terkait, pada tahun 2021 angka ini berhasil ditekan hingga turun diangka 14,4%.

Masih lanjut Bupati Nina, pihaknya akan terus berikhtiar semaksimal mungkin untuk menurunkan angka stunting sekaligus berjuang mencatatkan sejarah sebagai daerah yang zero new stunting.

“Kita akan bekerja keras menurunkan angka stunting dan sekaligus mencegah adanya stunting baru. Pencapaian new zero stunting akan menjadi prioritas pekerjaan kita bersama. Dengan masyarakat yang tumbuh sehat, akan dapat mewujudkan Indramayu Bermartabat,” tegasnya.

Editor: Haris Rojangi

Bagikan melalui:

Komentar