Berkurangnya Kuota BBM Solar di SPBUN Ancam Nelayan Kecil Tidak Bisa Melaut

Berkurangnya Kuota BBM Solar di SPBUN Ancam Nelayan Kecil Tidak Bisa Melaut Haris Rojangi

SINARPAGINEWS.COM. INDRAMAYU,- Menyikapi atas putusan pihak Pertamina yang akan mengurangi alokasi pada seluruh SPBUN khususnya di Indramayu. Ketua HNSI Indramayu, Dedi Aryanto, meminta Pertamina tinjau ulang keputusan yang akan menambah beban bagi nelayan kecil dan cenderung menambah angka pengangguran tersebut.

Sebagaimana menunjuk surat Pertamina No. 968/PND630000/2022-S3 tanggal 29 Juni 2022, yang berkaitan dengan Alokasi pada SPBUN, pihaknya mengatakan hal ini akan menambah beban bagi nelayan kecil.

“Hari ini di SPBUN dadap kosong, mulai bulan depan setidaknya ada 4 SPBUN di Indramayu kuotanya berkurang. Bahkan hampir semua SPBUN di indramayu juga berkurang drastis. “Ujar Dedi Aryanto, Jumat. (28/10/2022).

“Dua bulan kedepan nelayan kecil (di bawah 30 GT) terancam tidak bisa melaut, karena tidak mendapat BBM solar subsidi.”imbuhnya.

Sehingga pihaknyapun meminta kepada pihak pertamina untuk melakukan evaluasi dan agar menambah kuota BBM solar subsidi, pasalnya jika tidak ada ketersediaan solar nelayan indramayu berpotensi jadi pengangguran yang di sebabkan oleh pihak pertamina.

“Kita minta, pertamina untuk segera mengevaluasi keputusan tsb, dan segera membuat keputusan untuk menambah kuota bbm nelayan di semua SPBUN dan SPBU SPBU tempat nelayan membeli solar subsidi.”tandasnya.

Sementara, Ketua umum SNT, Kajidin, menambahkan adanya putusan tersebut pihaknya mempertanyakan peran serta pemerintah yang berkaitan dengan program kemajuan nelayan pasalnya jika hal ini terjadi justru akan memperburuk keadaan nelayan kecil.

“Yang pertama sikap kita mempertanyakan kepada pemerintah di mana program pemerintah yang katanya untuk memajukan nelayan kita, ketika hari ini kita mendengar berita jika sebelumnya BBM dinaikkan, dibarengi saat ini dengan adanya pengurangan kuota."terangnya.

“Terus di sudut mana yg ada program memajukan nelayan, sementara harga BBM naik dan kuota subsidi untk nelayan trdisional di kurangi.”tambahnya

Antisipasi kemungkinan terjadi hal yang kurang baik kedepannya atas dampak dari putusan tersebut, pihaknyapun berencana dalam waktu singkat untuk menemui para pihak terkait lainnya guna membahas permasalahan ini.

“ kita nggak bisa ngomong lagi, yang pasti akan timbul keadaan lebih buruk dari hari-hari kemarin, oleh karenanya dalam waktu singkat segera kami jadwalkan bertemu para pihak terkait di Provinsi nanti guna membahas masalah ini.”tandasnya.

Editor: Haris Rojangi

Bagikan melalui:

Komentar