Cuaca Buruk, Dua Bulan Nelayan Indramayu Tidak Dapat Melaut

Cuaca Buruk, Dua Bulan Nelayan Indramayu Tidak Dapat Melaut Dok

SINARPAGINEWS.COM, INDRAMAYU – Khawatir akan keselamatan saat melaut akibat cuaca buruk saat ini, nelayan Indramayu kurang lebih 2 bulan lamanya tidak dapat melaut.

Nelayan di Kabupaten Indramayu memilih untuk libur melaut, khawatir jika memaksa pergi mencari ikan akan membahayakan nyawa.

Seperti nelayan yang berada di pelabuhan Dadap Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu. Nampak hampir seluruh kapal nelayan lego jangkar.

Salah seorang nelayan, Suparto (42) mengatakan, sejak 2 bulan terakhir, tidak ada nelayan yang berani pergi melaut.

"Iya mas kan saat ini gelombangnya lagi tinggi, mau gak mau ya libur dulu kita melaut soalnya takut terjadi apa-apa nanti kalau kita paksakan," ujar dia kepada awak media, Kamis (5/1/2023).

Di sisi lain, karena kondisi cuaca buruk tersebut, di sampaikan Suparto, kondisi cuaca buruk saat ini  membuat para nelayan dilema.

Sementara itu, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, diakui mereka terpaksa harus berhutang dahulu.

Ketua DPD Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Indramayu, Dedi Aryanto menambahkan, gelombang tinggi yang masih melanda sampai saat ini sangat membahayakan para nelayan, terutama nelayan kapal kecil.

“ Melihat cuaca saat ini, Tak hanya kapal kecil, kapal-kapal besar yang sudah terlanjur melaut pun kini banyak yang berlindung di pulau-pulau terdekat.”Terang Dedi Aryanto, Ketua DPD HNSI sekaligus sebagai Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Indramayu.

Selama ini, lanjut Dedi, mereka berlayar ke berbagai perairan di Indonesia. Mereka akan kembali berlayar jika kondisi cuaca sudah membaik.

"Gelombang tinggi dan tiupan angin kencang juga turut membuat sejumlah perahu yang sedang disandarkan saling berbenturan. Akibatnya, sejumlah perahu mengalami kerusakan," ujar dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanla) Kabupaten Indramayu, Edi Umaedi mengatakan, cuaca buruk seperti sekarang memang berbahaya, terutama bagi kapal-kapal kecil.

Ada sekitar 21 ribu nelayan kecil di Kabupaten Indramayu. Nelayan-nelayan kecil itu melaut dengan menggunakan kapal dibawah lima gross ton (GT). Diapun menghimbau nelayan kecil untuk tidak melaut terlebih dahulu.

"Kami menganjurkan nelayan kecil untuk tidak melaut terlebih dahulu," ujarnya.

 

Editor: Haris Rojangi

Bagikan melalui:

Komentar