KPK. RI Didesak Segera Bertindak

Sekretariat DPRD Pemprov Sumsel Diduga Gorok Anggaran Belanja Rp 1.631.148.292.785.00

Sekretariat DPRD Pemprov Sumsel  Diduga Gorok Anggaran Belanja Rp 1.631.148.292.785.00 Red Ali Sopyan (poto wry)

SINARPAGINEWS.COM, SUMATERA SELATAN - Ali Sopyan Devisi. Pengawasan. Aset dan ke Uangan negara Republik indonesia dan penindakan, mengendus adanya dugaan kasus tindak pidana korupsi didalam anggaran belanja modal Sekretariat DPRD Pemprov Sumsel  Rp 1.631.148.292.785.00 

KPK. RI Didesak Segera Bertindak, pasalnya koreksi harga terpasang atas ketidak sesuaian spesifikasi atas 13 Paket Pekerjaan pada Empat SKPD Sebesar Rp3.631.825.092,22. 

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan pada Laporan Realisasi Anggaran Tahun 2022 menganggarkan Belanja Modal sebesar Rp1.631.148.929.785, dan telah direalisasikan sebesar Rp1.536.370.414.095,28 atau 94,19% dari anggaran.

Hal tersebut Devisi Pengawasan dan Penindakan DPP WRC . Wajib turut mengawasi seluruh Organisasi Lembaga Suwadaya Masyarakat Palembang Khususnya Sumsel.

Menurut Ali Sopyan dana anggaran belanja modal tersebut yang digunakan berasal dari uang rakyat yang di duga menjadi bancakan  oknum gerombolan pejabat.

Berdasarkan hasil pemeriksaan Belanja Modal pada Sekretariat DPRD, Dinas Pendidikan, Dinas PKP, dan Dinas PUBMTR, terdapat permasalahan sebagai berikut.

Sekretariat DPRD Sekretariat DPRD Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan pada Tahun 2022 menganggarkan Belanja Modal sebesar. Rp 65.959.025.300,00 dan telah direalisasikan sebesar Rp62.780.118.437, atau 95,18%.

Realisasi Belanja Modal tersebut diantaranya untuk Belanja Modal Gedung dan Bangunan dan Belanja Modal Software dengan rincian sebagai beriku Rehabilitasi Ruang Paripurna DPRD Provinsi Sumatera Selatan Tahap 1 sebesar Rp59.758.125,63

Rehabilitasi Ruang Paripurna DPRD Provinsi Sumatera Selatan Tahap 1. dilaksanakan oleh CV CMa berdasarkan Kontrak Nomor 011/147/SPK- Setwan/2022 tanggal 25 Mei 2022 dengan kontrak sebesar. Rp10.374.552.000, Kontrak pelaksanaan pekerjaan tersebut mengalami adendum pekerjaan dengan rincian sebagai berikut. (*)

Editor: Red

Bagikan melalui:

Komentar