Pertamina Geothermal Energy Menandatangani Nota Confidentiality Agreement Dengan Turki

Pertamina Geothermal Energy Menandatangani Nota Confidentiality Agreement Dengan Turki Dok Humas

SINARPAGINEWS.COM, TURKI -- Pertamina Geothermal Energy (PGE) menandatangani nota Confidentiality Agreement (CA) dengan perusahaan energi asal Turki, Kipa Holding pada hari Sabtu (3/2/2024). Kedua perusahaan energi tersebut sepakat untuk memulai kerja sama sektor energi di bidang panas bumi. Penandatanganan kesepakatan dilakukan oleh Julfi Hadi selaku Direktur Utama PGE dan Mehmet Sisman dari GM Kipa Holding, yang disaksikan oleh Duta Besar RI untuk Turki Achmad Rizal Purnama di Istanbul.

"Syukur, alhamdulillah, sore ini PGE dan Kipa Holding telah sepakat memulai kerja sama panas bumi. Selama hampir empat bulan kita serius menjajaki peluang kerja sama ekonomi di bidang energi, dan hari ini kerja keras itu membuahkan hasil" demikian disampaikan Dubes Rizal. Dijelaskan lebih lanjut bahwa KBRI Ankara telah memfasilitasi upaya PGE untuk mencari potensi kerja sama eksplorasi dan operasi panas bumi dengan beberapa perusahaan energi di Turki.

Berbagai pertemuan telah dilakukan guna menemukan calon mitra yang tepat. Dalam pertemuan awal sebelumnya, PGE dan Kipa Holding tertarik untuk melakukan kerja sama eksplorasi baik di Turki dan di Indonesia bahkan membuka kemungkinan untuk joint investment di negara ketiga.

Selain dengan Kipa Holding, Dubes Rizal juga memfasilitasi PGE untuk bertemu dengan beberapa perusahaan energi lainnya. "Dalam kunjungan PGE ke Turki kali ini kami juga bertemu dengan beberapa perusahaan energi papan atas melakukan diskusi-diskusi panjang dalam setiap pertemuan. Mudah-mudahan dalam waktu dekat  kita bisa menemukan 1 atau 2 potential partner lagi untuk investasi di Turki." Demikian penjelasan Julfi Hadi, Dirut PGE.

Setelah membuka kerja sama dengan Kenya, PGE lanjut membangun kerja sama dengan Turki. Faktor utama yang menjadi pertimbangan adalah potensi energi panas bumi di Turki terbilang cukup besar. Sebagai negara urutan keempat yang memiliki potensi panas bumi terbesar di dunia Turki juga menarik bagi para investor karena memiliki kebijakan feed-in-tariff. Hal ini merupakan iktikad baik pemerintah Turki untuk meyakinkan investor di sektor energi panas bumi akan kepastian regulasi jangka panjang dan insentif harga yang kompetitif.

Dubes Rizal yang baru menyerahkan surat kepercayaan pada pertengahan Januari lalu juga menggarisbawahi kerja sama energi sebagai unsur dari 4 +1 prioritas misinya sebagai Duta Besar RI kepada Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan yaitu Pertahanan, Energi, Konstruksi dan Kesehatan, serta Perdagangan. Hal ini disambut baik oleh Presiden Erdogan dengan menugaskan pejabat utamanya untuk mengawal proyek-proyek kerja sama Indonesia Turki.

Editor: Red

Bagikan melalui:

Komentar