Menjaga Stabilitas keuangan di Bulan Ramadhan:Tip dan Trik Manajemen Anggaran

Menjaga Stabilitas keuangan di Bulan Ramadhan:Tip dan Trik Manajemen Anggaran

SINARPAGINEWS.COM, TELKOM - Setiap tahun di bulan Ramadhan bagi Indonesia yang memiliki jumlah masyarakat muslim terbesar di dunia tentu menjadi momen yang cukup penting bagi keberlangsungan perekonomian negara. Mayoritas masyarakat pasti akan menanti bulan ini dengan menyiapkan diri mulai dari aspek ruhiyah maupun aspek kebutuhan fisik.

Saat menyiapkan untuk kebutuhan fisik inilah akan banyak hal yang dipersiapkan dalam rangka menjalani ibadah bulan puasa, yaitu kebutuhan bersifat konsumtif. Pemenuhan kebutuhan ini memiliki pengaruh terhadap perekonomian di Indonesia. Hal ini bisa dilihat dengan terciptanya lapangan kerja insedental selama bulan Ramadhan. Potensi ini akan menyebabkan peningkatan permintaan dan jumlah uang yang beredar di tengah masyarakat.

Transaksi yang terjadi selama mendekati dan sesudah bulan Ramadhan selalu meningkat. Menurut data dari sekretariat kabinet RI Belanja masyarakat meningkat pada bulan Ramadan 2023 dan 2024. Peningkatan belanja masyarakat pada tahun 2024 diperkirakan akan meningkat sebesar 6,62%.

Selain itu survei akhir-akhir ini yang dilakukan oleh The Trade Desk bahwa masyarakat Indonesia berencana dan mengalokasikan seperempat dana THR mereka untuk merayakan Ramadhan 2024 sebanyak 67%. Artinya dari data ini secara umum masyarakat Indonesia sebanyak 32 persen akan berbelanja lebih banyak pada bulan Ramadhan ini.
Dari data tersebut sebenarnya ini semacam paradox yang terjadi.

Seharusnya bulan puasa adalah bulan untuk menahan/mengurangi tingkat konsumsi akan tetapi data malah menyajikan sebaliknya. Mungkin hal ini juga kita alami sendiri malah, jangan-jangan selama ini pengeluaran kita jauh meningkat di saat bulan Ramadhan?

Dalam konteks ini sepertinya ada yang keliru ketika kita melihat dan merenungkan bulan Ramadhan dari sisi momen untuk meningkatkan kualitas ibadah. Ibadah seharusnya tidak selalu identik dengan ritual spiritualitas saja, tetapi juga aspek kontrol diri, muamalah, dan aspek sosial, termasuk aspek lingkungan. Saat kita menahan lapar dan dahaga di siang hari, kita belajar untuk mengendalikan keinginan dan hawa nafsu kita.

Ini artinya mengajarkan kita terkait kontrol diri. Saat melakukan transaksi yang sesuai dengan syariat dan melakukan interaksi dengan masyarakat lain saling tegur-sapa merupakan aspek muamalah dan sosial. Nah, momen ini perlu kita coba liat dari sisi bagaimana kita mengelola keuangan dengan bijak karena merupakan aspek ibadah lain yang terkait dengan kontrol diri maupun aspek muamalah.

Seperti yang disinggung sebelumnya bahwa bulan Ramadhan adalah waktu yang tepat agar kita lebih memiliki awareness kepekaan dengan keuangan kita. Karena pada bulan ini terjadi perubahan pola yang drastis. Mulai dari perubahan pola makan, perubahan pola tidur, dan perubahan pola aktivitas fisik lainnya.

Maka dari itu sangat diperlukan manajemen keuangan khususnya terkait anggaran untuk menjaga stabilitas keuangan selama periode ini. Hal ini adalah kunci yang sangat penting untuk menghindari pemborosan dan sifat konsumtif yang dilarang oleh agama.

Berikut adalah beberapa tips yang dapat membatu Anda dalam mengelola anggaran dengan baik di bulan Ramadhan.

1. Buatlah anggaran khusus Ramadhan
Mulailah dengan membuat beberapa daftar kebutuhan khusus di bulan Ramadhan. Seperti pengeluaran untuk sahur dan berbuka, serta pengeluaran lain yang diwajibkan seperti zakat, infak dan sedekah. Setelah daftar telah disusun kita dapat memperkirakan estimasi biaya dari setiap jenis pengeluaran yang telah di identifikasi.

Pastikan juga untuk memperhitungkan harga barang dan jasa yang mungkin akan meningkat dan stok terbatas selama bulan Ramadhan. Sehingga dapat dilakukan mitigasi yang sesuai dengan kondisi yang mungkin terjadi.

2. Berbelanja dengan cermat
Berbelanja dengan cermat berarti kita memiliki beberapa opsi barang yang akan dipilih ataupun opsi tempat berbelanja, misal apakah harus onsite atau berbelanja online. Pertimbangkan mana yang lebih hemat. Dan jika barang dibutuhkan dengan penggunaan yang sering, belilah dalam jumlah/kemasan yang proporsional.

Misal bahan pokok seperti beras, gula atau minyak goreng dapat dibeli dalam kemasan yang lebih besar. Selalu ingat untuk membeli barang sesuai kebutuhan dan hindari membeli barang yang tidak perlu hanya karena promosi.

3. Sedekah
Sedekah adalah salah satu amalan yang paling baik di bulan Ramadhan. Walaupun arti sedekah tidak hanya berarti mengeluarkan harta, namun juga mencakup segala amal/aktivitas baik yang dilakukan untuk mencari Ridho Allah SWT. akan tetapi konteks di sini adalah sedekah dengan mengeluarkan materi yang kita miliki dan diberikan kepada orang yang berhak menerimanya.

Lantas, bagaimana sedekah menjadi bagian penting dalam manajemen anggaran? Jawabannya adalah manajemen tidak mesti selalu berkaitan dengan angka-angka perhitungan, ada juga hal lain yang menjadi tolak ukur dari keberhasilan mengelola keuangan yaitu berkaitan dengan ‘rasa’.

Dengan sedekah sebenarnya kita mendapatkan nilai dalam bentuk lain yaitu kepuasan emosional dan spiritual yang tidak dapat diukur dengan materi bahkan bisa jadi nilainya unlimited. Ketika kita membantu orang lain yang membutuhkan, kita merasakan kebahagiaan dan kepuasan yang mendalam. Ini dapat mengurangi stres dan meningkatkan kesejahteraan secara keseluruhan, yang pada gilirannya dapat berdampak positif pada manajemen keuangan kita dengan membawa perasaan yang lebih positif terhadap uang dan kehidupan secara umum

4. Kontrol pengeluaran makanan
Kontrol yang berkaitan dengan makanan memang menjadi fokus tersendiri, karena selama bulan Ramadhan kita cenderung mengeluarkan lebih banyak uang untuk makanan. Seperti sangat sulit sekali mengontrol hal yang satu ini. Ada keinginan yang begitu kuat untuk mendorong kita menjadi lebih konsumtif. Selain itu masyarakat juga di bombardir dengan iklan makanan yang beraneka ragam sebagai efek dari komersialisasi Ramadhan.

Maka hal yang dapat dilakukan adalah misalnya dengan mempertimbangkan untuk memasak sendiri di rumah daripada makan di luar. Atau buatlah rencana menu mingguan yang sehat. Tapi trik yang ampuh adalah tidak berbelanja di saat lapar. Ya, kadang kala kita cenderung belanja menjadi lebih banyak dari yang direncanakan hanya karena lapar. Mungkin bisa berbelanja di waktu pagi atau malam hari.

Demikian beberapa tips yang kami berikan untuk mengelola keuangan Anda, fenomena Ramadhan ini menjadi tantangan tersendiri bagi stabilitas keuangan pribadi atau keluarga. Terlalu banyak pengeluaran dapat mengganggu keseimbangan keuangan, meningkatkan risiko hutang, dan bahkan dapat mengurangi nilai dari ibadah yang dilakukan selama Bulan Ramadhan.

Oleh karena itu, jangan sampai bulan Ramadhan berlalu begitu saja tanpa ada nilai yang kita pelajari. Paling tidak ada langkah-langkah konkret dalam mengendalikan kebiasaan konsumtifitas ini dan memprioritaskan manajemen keuangan yang sehat. Semoga Ramadan ini membawa berkah dan kebahagiaan bagi Anda dan keluarga.

Penulis: Rahmadi, SE., M.Ak
Dosen Telkom University
Koordinator Mata kuliah Dasar Keuangan Sistem Informasi

Editor: Red

Bagikan melalui:

Komentar