Percepatan Penurunan Stunting di Indramayu, Disduk-P3A Gelar Rakor Bersama TPPS

Percepatan Penurunan Stunting di Indramayu, Disduk-P3A Gelar Rakor Bersama TPPS Dok SPN

SINARPAGINEWS.COM, INDRAMAYU - Kendala yang dihadapi dalam proses percepatan penurunan stunting di Kabupaten Indramayu harus segera diatasi dengan melibatkan semua pihak.

Sebagai komitmen terhadap program tersebut, Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Disduk-P3A) mengundang seluruh Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Indramayu untuk melaksanakan rapat koordinasi TPPS, bertempat di Ruang Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu, Senin (13/5/2024).

Sebagaimana diketahui, Pemerintah saat ini tengah mengejar target penurunan stunting sebesar 7,6% poin pada tahun 2024. Sejak 2018, program percepatan penurunan stunting digalakkan secara nasional dengan melibatkan 20 kementerian dan lembaga, serta pimpinan daerah di semua level pemerintahan.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan (BAPPEDA-LITBANG) Kabupaten Indramayu, Iin Indrayati mengatakan, dibutuhkan konsep dan persepsi yang sama agar bisa muncul inovasi baru, 1 bulan menjadi penting untuk menyelamatkan anak stunting.

"Kontribusi dari berbagai pihak sangat berharga bagi program penurunan stunting, mari kita kuatkan tekad untuk menurunkan stunting ini," ucapnya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu, Wawan Ridwan mengatakan dalam menurunkan angka stunting di Kabupaten Indramayu dibutuhkan kerja sama dari semua pihak.

Berdasar pada sumber data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu, laporan kasus stunting per 8 Mei 2024 yakni jumlah anak stunting sebanyak 1.887 anak, jumlah anak yang diberikan PMT sebanyak 1.080 anak, jumlah anak yang lulus stunting sebayak 562 anak.

"Mari sepakat untuk bekerja sama percepat penurunan stunting di Indramayu, ini menjadi tanggung jawab kita semua," ujarnya.

Sementara Plt. Kepala Disduk-P3A, Opik Hidayat, dalam sambutannya menjelaskan tugas semua pihak adalah memberi contoh asupan makanan untuk anak stunting pada keluarganya.

"Mari berlomba-lomba menurunkan angka stunting, masukan data ke aplikasi Gesit, sehingga terlihat perkembangannya," pungkasnya.

Editor: Haris Rojangi

Bagikan melalui:

Komentar