Bupati Nina Selamatkan PT. BPR Indramayu Jabar Menjadi Bank Kondisi Normal

Bupati Nina Selamatkan PT. BPR Indramayu Jabar Menjadi Bank Kondisi Normal Dok Humas

SINARPAGINEWS.COM, INDRAMAYU - PT. BPR Indramayu Jabar (Perseroda) yang sebelumnya ditetapkan sebagai Bank Dalam Resolusi (BDR) kini menjadi Bank Kondisi Normal. Hal tersebut berkat support dan kebijakan yang sangat proaktif dari Bupati Indramayu Nina Agustina dalam penyelamatan BPR tersebut.

Penyampaian status terbaru dari PT. BPR Indramayu Jabar (Perseroda) itu dilakukan oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) kepada Bupati Indramayu Nina Agustina yang diwakili Sekretaris Daerah Aep Surahman, Rabu (29/5/2024) di Kantor LPS Jakarta.

Bupati Indramayu Nina Agustina dalam penjelasannya seperti yang disampaikan Sekretaris Daerah Aep Surahman mengatakan, dukungan dan komitmen sebagai upaya penyelamatan PT. BPR Indramayu Jabar (Perseroda) sudah dilakukan dengan mengambil langkah strategis terutama dengan PT. Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten, yaitu dengan melakukan permohonan konversi pinjaman yang diberikan kepada PT. BPR Indramayu Jabar menjadi modal inti tambahan sekurang-kurangnya 25 miliar rupiah.

Langkah lainnya, lanjut Aep, yaitu dengan memberikan persetujuan dan sepakat untuk mengikutsertakan PT. BPR Indramayu Jabar (Perseroda) pada penggabungan usaha BPR dengan BPR lainnya kepemilikan bersama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan PT. Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten, Tbk.

"Alhamdulillah langkah konkret dan strategis Bupati Indramayu Nina Agustina ini berhasil menjadikan PT. BPR Indramayu Jabar dari semula Bank Dalam Resolusi atau BDR kini menjadi Bank Dalam Konfisi Normal," papar Aep.

Aep menambahkan, dengan adanya penyelamatan ini maka masyarakat tidak perlu cemas dan was-was karena semua pihak telah mengembalikan status dan usaha PT. BPR Indramayu Jabar (Perseroda) ini.

Bersama Sekretaris Daerah Indramayu hadir pula Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Kabag Perekonomian, dan Perwakilan Inspektorat.

Editor: Haris Rojangi

Bagikan melalui:

Komentar