Dibalik Viralnya Video Syur bagi Psikologi Gempi

Dibalik Viralnya Video Syur bagi Psikologi Gempi Ismet spn Gading Martin bersama Gempi dan Mantan Istri, Gisella. Foto: Ist.
SINARPAGINEWS - Gempita Naura Marten (Gempi) merupakan anak dari pasangan selebritis Gading Marten dan Gisella Anastasia (Gisel). Namun, pasangan tersebut telah resmi bercerai pada januari 2019 disebabkan adanya beberapa pemicu yang mengakibatkan hubungan rumah tangganya tidak bisa dilanjutkan. Karena pada saat itu Gempi masih kecil maka hak asuh diberikan pada Gisel. 
 
Gempi adalah anak yang ceria dan cerdas. Hubungan dengan mamanya Gisel sangatlah erat. Sebagai anak yang terlahir dari keluarga publik figur, Gempi tak lepas dari sorotan media. Sosoknya yang lucu dan menggemaskan membuat warganet menyukainya. Tak heran, jika Gempi banyak diundang untuk mengisi acara dilayar kaca atau menjadi bintang iklan. Akan tetapi, saat ini sedang ada masalah pada psikologi Gempi. Hal tersebut disebabkan oleh kejadian yang menimpa mamanya Gisel.
 
Belakangan ini media sempat geger. Terkuak video syur Gisel dengan MYD. Pada awal November, tersebar video syur yang mirip dengan Gisella Anastasia. Video berdurasi 19 detik memperlihatkan seorang wanita dengan wajah yang kurang jelas tengah bermesraan dengan seorang laki-laki. 
 
Gisel sempat menyangkal bahwa video tersebut bukanlah dirinya. Namun setelah ditetiti oleh pakar telematika yakni Roy Suryo dengan menggunakan Face Comparator hasilnya menunjukan 70% dalam video tersebut mirip dengan wajah Gisel. Selain itu, terdapat bukti lain yang dapat menguatkan video tersebut. Jadi, dari beberapa bukti yang ada Roy Suryo menyatakan bahwa sosok wanita yang ada didalam video tersebut adalah Gisel.
 
 Selain bukti yang disebutkan oleh Roy Suryo banyak bukti lainnya yang ditemukan oleh netizen yaitu adanya beberapa kesamaan antara video 19 detik itu dengan postingan-postingan Gisel lainnya. Bukti tersebut diantaranya, adanya kesamaan antara baju yang dikenakan Gisel, bentuk ruangan, benda yang ada didalam video dan lain sebagainya.
  
 Setelah menggelar perkara kasus video syur tersebut maka pihak kepolisian yang pada awalnya menetapkan Gisel dengan seorang lelaki yang berinisial MYD sebagai saksi akhirnya mengubah ketetapannya menjadi tersangka pada tanggal 29 desember 2020. 
 
Gempi yang masih anak-anak belum mengerti apa yang telah terjadi pada ibunya. Dikhawatirkan timbul masalah pada psikologi anak tersebut. Gempi yang berumur 6 tahun sedang berada pada masa kanak-kanak awal.
 
 Pada masa ini nampak seakan-akan anak “haus nama”, dimana segala hal akan ditanyakan (singgih D Gunarsa dan Yulia Sunggih D Gunarsa, 2008;12). Dalam perkembangan sosial anak semakin ingin melakukan bermacam-macam kegiatan. 
  
Bila orangtua atau lingkungan memberi cukup kebebasan dan kesempatan untuk melakukan kegiatan, mereka mau menjawab pertanyaan anak dan tidak menghambat fantasi dan kreasi dalam bermain, dalam diri anak akan berkembang inisiatif. 
  
Sebaliknya karena pada masa ini mulai juga terpupuk kata hati, maka bila ajaran moral dan disiplin ditanamkan terlalu keras dan kaku, pada anak akan timbul perasaan bersalah (Menurut erikson terjadi krisis antara inisiatif dengan rasa bersalah).
 
 Psikologi anak sangatlah penting. Menurut pakar pengasuhan Sagari Gongala dari Yale University, berpendapat bayi pada awalnya didorong oleh naluri dan egois. Tetapi secara bertahap, anak beradaptasi dengan pendekatan yang lebih realistis yakni menyerap nilai-nilai dan aturan orang tua. 
 
Pada tahap ini kunci dari perkembangan psikologi anak adalah peran dari orangtua. Apabila orang tua kurang memahami dalam perkembangan anak, dapat menyebabkan penilaian yang kurang baik terhadap anak-anak, yang pada akhirnya dianggap gagal dalam melakukan pengasuhan anak. Maka dari itu, orangtua haruslah menjadi pengasuh yang baik bagi anak-anaknya agar psikologi anak juga berkembang dengan baik pula.
 
Dalam teori psikoanalisa, dijelaskan pentingnya anak memperoleh persepsi dasar yang baik. Pada masa permulaan dari kehidupan anak, lingkungan terdekat merupakan pembentuk persepsi tersebut. Agar setelah dewasa tidak mengalami gangguan emosi.
  
Faktor yang mempengaruhi perkembangan anak ada dua. Pertama, ketika siap untuk menerima sesuatu dari luar. E.L. Thorndike, beberapa puluh tahun yang lalu mengemukakan hukum kesiapan (Law of Readiness) yaitu proses belajar dan perkembangan akan berlangsung lancar, apabila perangsangan diberikan kepada anak pada saat anak sudah siap menerima rangsangan tersebut. 
 
Kedua, perkembangan pada tahun pertama kehidupannya adalah masa-masa yang penting untuk pembentukan dasar-dasar kepribadian seorang anak. Freud mengemukakan bahwa proses perkembangan emosi pada tahun-tahun pertama kehidupan anak, harus berlangsung dengan baik, agar setelah dewasa tidak mengalami kesulitan yang berkaitan dengan keadaan emosinya (singgih D Gunarsa dan Yulia Sunggih D Gunarsa, 2008;12).
 
Masa anak sering dipandang sebagai masa emas. Karena pada fase ini merupakan pembentukan dan pengembangan pribadi seseorang. Froebel mengatakan jika orang dewasa mampu menyediakan suatu tempat yang sesuai dengan potensi dan kemampuan anak maka anak akan berkembang dengan baik. Keluarga merupakan lingkungan yang pertama dan utama di kenal oleh anak. 
 
Maka dari itu lingkungan keluarga memegang peranan penting dalam membentuk watak dan kepribadian anak yang akan berpengaruh pada kehidupan anak nantinya.
 
KPAI mengatakan, saat ini apa yang terjadi pada Gisel akan berdampak pada psikologi anaknya Gempi. KPAI menyarankan agar sang ayah Gading Marten memberikan penguatan psikologi pada Gempi. Penguatan psikologi yang harus dilakukan berupa penguatan karakter yakni keteladanan yang dicontohkan melalui perilaku-perilaku nyata dari orang-orang disekitar seperti guru dan orangtua. 
 
Jika kondisi anak menunjukan adanya gangguan psikologi maka orangtua atau pengasuhnya dapat membawa anak kedokter, psikiater atau psikologi anak untuk melakukan konsultasi psikologi anak.
 
Usai ditetapkan sebagai tersangka, Gisel mendapat cibiran dari masyarakat. Salah satunya mengenai hak asuh yang seharusnya diberikan pada Gading Marten. Salah seorang yang menyarankan hal itu adalah tokoh pemerhati anak-anak yakni Kak Seto. Hal ini dilakukan agar tidak ada masalah pada psikologi Gempi dan kehidupannya nanti
 
Komisioner Bidang Pornografi dan Cyber Crime KPAI Margaret Aliyatul menyebut dampak negatif terhadap psikologi Gempi bukan hanya perbuatan Gisel dalam kasus tersebut. Akan tetapi, penilaian masyarakat terhadap Gisel pun akan berdampak pada psikologi anak.
  
Oleh karena itu, dukungan orangtua dan lingkungan sekitar memegang peran yang sangat besar dalam merawat dan mendidik anak. Anak membutuhkan bantuan orang terdekatnya, termasuk keluarga, teman, guru dan pengasuhnya, agar dapat menjalani kehidupan dengan baik. Maka dari itu, masyarakat jangan menyudutkan Gisel terkait kasus tersebut. Masyarakat harus belajar bijak dalam meyikapi perkara tersebut. Agar kedepannya tidak membawa dampak negatif pada psikologi Gempi. 
 
Masyarakat sebaiknya menyikapi dengan bijak dan mengambil nilai hikmah yang terjadi dalam kasus yang menimpa Gisel untuk dijadikan sebagai pelajaran hidup. Dengan demikian, diharapkan tidak ada kejadian serupa yang terjadi dimasa depan. Karena hal tersebut akan berdampak pada psikologi anak nantinya.
 
Penulis:
 
Nopi Hajiyanti dan Siti Maryam (Mahasiswa STEI Bina Muda Bandung).
 
 
Editor:
 
Andi

Editor: Dimas Madia

Bagikan melalui:

Komentar