Film Animasi Terbaik di Jepang "Violet Evergarden" Siap Tayang Serentak 3 Maret 2021

Film Animasi Terbaik di Jepang "Violet Evergarden" Siap Tayang Serentak 3 Maret 2021 Chairul Ichsan Cosplay Animasi Di Film

Sinarpaginews.com, JAKARTA - Diawal bulan Maret Bioskop XXI siap menyajikan film panjang berdurasi 140 Menit (2 jam lebih), Film panjang dari serial anime populer ini siap tayang 3 Maret 2021, "Violet Evergarden Movie" berhasil meraih piala untuk kategori Anime of the Year dari Tokyo Anime Award Festival 2021 (TAAF 2021), Jumat (12/2) lalu di Jepang. 

Dilansir dari beberapa media elektronik ternama dikatakan bahwa Juri memilih pemenang dari kumpulan 457 anime yang diputar, ditayangkan, atau didistribusikan di Jepang antara 1 Oktober 2019 dan 30 September 2020, dengan 100 judul (80 anime televisi dan 20 anime teatrikal) yang akhirnya akan ditayangkan untuk penghargaan anime tahun Ini.

Dalam kategori anime terbaik untuk serial televisi, "Eizouken ni wa Te wo Dasu na!" adalah serial yang berhasil meraih titel tersebut. Sementara film "IDOLiSH7: Second Beat!" memenangi Anime Fan Award atau anime yang menerima suara terbanyak dalam voting umum.

Begini sinopsis yang sinarpaginews cermati kisahnya, Setelah perang usai, prajurit perempuan bernama Violet Evergarden mencoba kembali membaur di tengah kehidupan masyarakat. Dia memiliki profesi baru yang membuatnya tersohor, yakni sebagai Boneka Kenangan Otomatis.

Istilah Boneka Kenangan Otomatis atau Jid Shuki Ningy merujuk pada profesi yang menawarkan jasa menulis untuk orang lain. Bisa berupa surat untuk orang terkasih, wasiat, ikrar pelantikan bangsawan, ataupun himne pada acara penting.

Banyak orang memuji kemampuan menulis Violet yang bisa menghasilkan untaian kata menyentuh hati. Namun, Violet yang dikagumi sebenarnya menyimpan duka dalam hati. Sebab, dia tidak bisa mengirimkan surat kepada sosok yang dia cintai.

Kisah haru Violet hadir pada sinema animasi Violet Evergarden: The Movie. Film tayang di bioskop Indonesia mulai Rabu, 3 Maret 2021. Selama 140 menit, penonton bakal disuguhi proses pencarian jati diri dan tujuan hidup Violet yang berliku dan penuh emosi.

Aspek visual film yang cantik membuat penonton tidak jengah menyimak paparan cerita yang cukup rumit dan panjang. 

Sinema 13 tahun ke atas ini menghadirkan alur maju-mundur sehingga akhir dari simpul jalinan cerita tidak mudah ditebak.

Kesamaran itu ditambah dengan ekspresi Violet yang datar dan dingin dalam menghadapi berbagai kejadian. Sikapnya itu cukup diimbangi karakter lain, seperti Hodgins yang protektif, Cattleya yang bijaksana, Iris yang tak mau kalah, serta Benedict yang cuek.

Cerita yang mengadaptasi seri novel Jepang karya penulis Kana Akatsuki dan ilustrator Akiko Takase ini menawarkan pengetahuan baru yang menarik. Ada profesi yang membantu banyak orang mengutarakan perasaan terpendam kepada satu sama lain.

Film menggambarkan pula bahwa pekerjaan itu lama-lama jadi kuno dan tak lagi relevan seiring perkembangan teknologi. Meski begitu, pesan tertulis tetap jadi kenangan mengesankan yang dapat disimpan. Jejaknya tidak selalu bisa digantikan percakapan via teknologi.

Pada penayangan film untuk media dan undangan, Ahad (28/1), Cinema XXI mengajak serta para cosplayer dan figur publik untuk terlibat. Semua tamu yang hadir diminta berpartisipasi menuliskan surat untuk orang terkasih, seperti yang dilakoni oleh Violet.

Editor: Chairul Ichsan

Bagikan melalui:

Komentar