Bupati Umi Resmikan Pengoperasian Kafeta

Bupati Umi Resmikan Pengoperasian Kafeta

SINARPAGINEWS.COM, TEGAL – Usaha memenuhi asupan kebutuhan gizi dan nutrisi pada bayi dan balita, Pemerintah Kabupaten Tegal melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal merintis pendirian Kafeta atau kafe bayi dan balita. Kafe ini terletak di Jalan Gajahmada, Desa Kalisapu, Kecamatan Slawi.

Simbolis pengoperasian Kafeta ini secara resmi dilakukan Bupati Tegal Umi Azizah saat acara Kampanye Germas Sapa di Hotel Grand Dian, Slawi. 

Manajer Kafeta Vera Ratnaningsih mengatakan jika Kafeta ini menyediakan aneka makanan pendamping ASI, kudapan bergizi lengkap dan pengukuran antropometri. Masyarakat konsumen juga dapat menggali berbagai macam informasi dan konsultasi tentang pengaturan makanan pada bayi dan balita.

“Tujuan didirikannya Kafeta ini salah satunya adalah memberikan edukasi tentang pengaturan makanan yang tepat dan padat gizi untuk bayi dan balita agar bisa mencapai tumbuh kembang optimal serta mencegah kekurangan gizi,” jelasnya.

Vera menyampaikan, makanan bayi dan balita ini dijual dengan harga terjangkau dan dijamin memiliki takaran nutrisi yang sesuai kebutuhan umur bayi maupun balita.

Kafeta ini, sambung Vera, setiap harinya menyediakan empat jenis makanan. Pertama, bubur halus yang dikhususkan bagi bayi berusia antara enam sampai delapan bulan. Kedua, bubur kasar untuk usia sembilan sampai sebelas bulan. Ketiga. nasi lauk cincang untuk bayi berusia 12 sampai 15 bulan dan terakhir, nasi lauk bentuk bento untuk balita usia dua tahun ke atas.

“Untuk lauk pauk pada makanan semuanya sama. Bedanya hanya di bentuknya saja karena kita sesuaikan dengan umur bayi atau balita. Setiap hari, menu lauk pauk di kafeta ini kita variasi supaya tidak bosan,” kata Vera.

Adapun bagi masyarakat yang ingin membeli produk makanan bayi dan balita ini, Vera menganjurkan datang di pagi hari, mulai pukul 06.30 agar tidak kehabisan. Hal ini, menurutnya, karena jumlah makanan yang tersedia di kafeta baru antara 50 hingga 60 porsi per hari. (Hid/oka).

Editor: Red

Bagikan melalui:

Komentar