Edwar : Lucu RSUD Tidak Ada Obat

Edwar : Lucu RSUD Tidak Ada Obat Ishak

SINARPAGINEWS.COM, BENGKULU  - Terkait keluhan pasien BPJS Kesehatan yang menjerit saat berobat di RSUD Kepahiang banyak obat tidak tersedia, mendapat tanggapan dari anggota DPRD Provinsi Bengkulu Dapil Kepahiang Edwar Syamsi, S.IP, MM. Menurut Ketua DPC PDIP Kepahiang ini sangat lucu jika pasien BPJS tidak tersedia obat.

" Pihak rumah sakit tinggal klaim ke BPJS seberapapun harga obat itu mestinya ada. Mau seratus juga pun bisa," kata Edwar. Lanjut mantan anggota DPRD Kepahiang 3 periode ini semestinya keluhan rakyat mendapat respon dari DPRD Kepahiang khususnya Komisi I sebagai mitra kerja RSUD. " Kita minta komisi I DPRD menyikapi keluhan rakyat segera,"' tandas Edwar.

Sebelumnya diberitakan kondisi rakyat miskin yang sakit kini semakin parah. Soalnya, puluhan bahkan ratusan pasien pengguna BPJS KESEHATAN yang berobat di RSUD Kepahiang menjerit. Mereka terpaksa membeli obat di apotik luar karena di Apotik RSUD tidak tersedia. Saat pasien minta pergantian pembelian obat pihak RSUD tidak mengganti. "Kami cuma sakit kena tives. Suruh beli obat di luar . Harga nya ya sekitar Rp 300.000 an la. Masa obat tives aja idak ado," ujar Ra, yang mengaku dari Desa Gunung Agung Kecamatan Bermani Ilir, Kepahiang, Kamis (14/3/2024).

Anehnya lagi, hampir setiap hari pasien yang berobat menggunakan BPJS diminta untuk membeli obat di apotik luar. Padahal para pasien yang terdaftar di BPJS seluru obat sudah ditanggung dan harus tersedia di apotik rumah sakit.

" Ya, pak kami diagnosa sakit sejenis asam urat beli jugo obat di apotik luar. Idak ado di apotik rumah sakit. Maso Idak ado galo," ujar nya enggan disebut nama.

Keluarga pasien meminta agar masalah obat banyak tidak tersedia di apotik mendapat perhatian dari Bupati dan DPRD Kepahiang. " Kami minta bupati mengetahui masalah ini. DPRD jugo turun cek kondisi rakyat miskin cak kami iko. Jangan pas pemilu ajo mau temu rakyat. Kini rakyat sedang sakit obat Idak ado di rumah sakit, " demikian katanya.
Ketika dikonfirmasi lewat WA.

Direktur RSUD Kepahiang dr. Febi Nursanda mengaku sedang keluar. " Maaf saya lagi di luar, itu sama ibuk Ria aja," kata Febi.

Sementara itu berdasarkan data terhimpun diduga ada mafia obat yang bermain di RSUD Kepahiang. Indikasinya dalam kondisi pasien tertentu semua obat ada. Bahkan jika beli diluar maka ada pergantian dari rumah sakit. Soalnya miliaran dana APBD diserahkan ke BPJS KESEHATAN untuk persediaan obat di RSUD Kepahiang. (Ish/red).

Editor: Red

Bagikan melalui:

Komentar