198 Pejabat Administrator Dan Pengawas Dilantik

198 Pejabat Administrator Dan Pengawas Dilantik Ismet spn

TEGAL – Sejumlah 198 Pejabat Administrator dan Pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tegal dilantik dan diambil sumpah/janji secara secara tatap muka dan virtual di Pendopo Amangkurat untuk tatap muka langsung dan di Aula Bappeda, BKD, BPKAD, Rabu (3/2).

Bupati Tegal Umi menyampaikan, pejabat merupakan representasi negara yang harus mampu hadir ditengah-tengah kehidupan masyarakat, memperkuat keberpihakan kepada mereka yang mungkin terlewat dalam merasakan keadilan sosial, membantu mereka yang terhambat dalam mengangkat derajat hidupnya secara layak dan bermartabat.

“jangan hanya jadi contoh abdi negara yang baik saja, tapi harus bisa mengajak masyarakat agar lebih peduli ikut serta dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19.”Ujarnya.

Umi juga meminta, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, membangun mentalitas yang baik dengan menjadi contoh pribadi yang santun , sederhana dan tidak menunjukan kemewahan di tengah kesulitan masyarakat yang dihadapi saat ini.

Ia berpesan, bangun kewaspadaan dan tumbuhkan partisipasi serta nilai-nilai kegotongroyongan dimasyarakat. Karena itu penting dari upaya kita membangun Trust, membangun kepercayaan publik pada pemerintah.

Tidak hanya itu, pejabat juga dituntut mampu mengimplementasikan kebijakan publik, kinerja organisasi perangkat daerah dalam melayani publiknya hingga menangkap respon publik sebagai feedback dari kerja saudara.

Dalam sambutanya umi juga berpesan , bagi para pejabat yang baru dilantik untuk bisa menerima amanah baru itu dengan ikhlas.

“Pekerjaan Rumah terbesar kita saat ini mendongkrak indeks efektifitas pemerintahan, melalui skema Smart ASN. Saya terus mendorong terciptanya ASN yang berkulitas, professional, berdaya saing, berwawasan global dan memiliki integritas." Kata Umi.

Di Akhir sambutan umi meminta kepada semua pejabat yang dilantik, agar integritas harus dinomor satukan. Bangun komitmen diri untuk tidak korupsi, dan harus ada kontribusinya pada organisasi di pemerintahan.

“ Jika menemukan terjadinya kasus korupsi, termasuk korupsi waktu yang hanya datang kekantor saat absen saja tapi di tengah-tengahnya kosong tidak ada kontribusi pada organisasi laporkan ke saya, langsung akan saya proses” Pungkas Umi.(hid/ew).

Editor: wry

Bagikan melalui:

Komentar