Aji Penderita TBC Warga Jatibogor Suradadi Tega Butuh Bantuan

Aji  Penderita TBC Warga Jatibogor Suradadi Tega  Butuh Bantuan Ismet spn

TEGAL - Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) Tegal mendatangi kediaman Satria Aji Purnama (19) di Jalan Bima No. 47 Dukuh Jatimerta Desa Jatibogor Kecamatan Suradadi Kabupaten Tegal, Minggu (7/2).

Kedatangan Tim ACT Tegal karena mendapatkan informasi dari tetangga sekitar, Aji panggilan akrabnya merupakan seorang siswa di SMK NU Maarif Suradadi dan merupakan seorang Hafidz. Diketahui Aji sudah lama mengidap Tuberkulosis (TBC) dan asam urat. Bukan hanya itu saja yang ia derita, Semenjak 1 bulan terakhir, perutnya kian membebesar dikarenakan menderita Asites (Penumpukan cairan I rongga antara dinding perut dan organ dalam) dan Efusi Pleura (Penumpukan cairan di antara jaringan yang melapisi paru-paru dan dada) yang biasa disebut Paru-paru basah.

Waryati, ibu Aji menuturkan putranya sakit sejak bulan oktober 2020, gejala awalnya demam tinggi, batuk-batuk.

Pertama mencoba untuk pengobatan herbal, tapi masih tetep keadaaanya. Akhirnya dibawa ke dokter RSUD Suradadi, RS Mitra Siaga, dan RSUD Kardinah.”
Sudah 5 bulan pasien hanya terbaring lemah di kamar. Berat badannya menurun drastis, sulit bergerak karena nyeri di seluruh badan dan kondisinya semakin memburuk.

Diceritakan Waryati, Bapaknya pergi bersama wanita lain entah kemana sampai sekarang tidak ada kabar dari Aji umur 4 tahun. Jadi saya menjadi tulang punggung keluarga, bekerja di Jakarta jadi pengurus bayi. Namun semenjak Aji sakit saya sudah tidak bekerja lagi,” ujar Waryati.

“Alhamdulillah, sudah ada bantuan pengobatan dari Pemerintah menggunakan Kartu Indonesia Sehat (KIS) untuk berobat. Tapi untuk kebutuhan sehari-hari saya masih utang sana sini, malah sempat jual motor, "ungkapnya.

Saat ini hampir seminggu 2 kali anak saya Aji menjalani rawat jalan di RS Mitra Siaga, "tuturnya.

Aksi Cepat Tanggap (ACT) Tegal berencana memberikan beberapa tindakan. Diantaranya berupa bantuan obat-obatan dan rawat jalan untuk kesembuhan Aji, tindakan medis berupa operasi untuk mengambil cairan di bagian perut dan paru-paru serta pengobatan untuk Tuberkulosis, dan tertunaikannya kewajiban keluarga atas pembayaran biaya-biaya rumah sakit untuk penanganan pengobatan ,sehingga keluarga tidak lagi memiliki tanggungan biaya rumah sakit, "ujar perwakilan ACT Tegal.(hid/rls).

Editor: wry

Bagikan melalui:

Komentar