Vaksin Astra Zeneca Kantongi Izin Penggunaan Dari MUI Dan BPOM

Vaksin Astra Zeneca Kantongi Izin Penggunaan Dari MUI Dan BPOM Markus Sitanggang

JAKARTA,Indonesia menerima kedatangan 1jutadosislebih vaksinCOVID-19 AstraZeneca pada 8Maret2021melalui Fasilitas COVAX yang dinaungi olehWorld Health Organization(WHO).Indonesia sebagai salahsatu negara GAVICOVAXAdvance Market Commitment(COVAXAMC)mendapat komitmen untukmenerima vaksinCOVID-19 hingga 20 persen dari jumlah penduduk.

Sebelum digunakan,vaksin COVID-19Astra Zeneca telah melalui serangkai pemeriksaan dan penelitian oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)dan Majelis Ulama Indonesia (MUI).Proses ini dilakukan untuk memastikan keamanan ,khasiat, mutu, dan izin penggunaan dariMUI.

KH.Asrorun Niam Sholeh, Ketua Majelis Ulama Indonesia bidang Fatwa menjelaskan adalima dasar yang dipergunakan MUI dalam memberikan izin penggunaan VaksinCOVID-19 produk Astra Zeneca yang diproduksi di SK BioscienceCo Ltd.Andong, KoreaSelatan.

“Dasar pertama padasaat ini dibolehkan(mubah)karena ada kondisi kebutuhan mendesak(hajahsyar’iyyah) yang menduduki kondisi darurat syar’iy(dlarurahsyar’iyyah).Kemudian ada keterangan ahli yang kompeten dan terpercaya tentang adanya bahaya(risikofatal)jika tidak segera divaksinasi Covid-19,”jelasnya.

“Dasarselanjutnya,ketersediaan vaksin Covid-19yang halal dan suci tidak mencukupi untuk pelaksanaan vaksinasi Covid-19 dalam rangka ikhtiar mewujudkan kekebalan kelompok.Lalu adanya jaminan keamanan penggunaannya oleh pemerintah,serta pemerintah tidak memiliki keleluasaan memilih jenis vaksin Covid-19 mengingat keterbatasan vaksin yang tersedia,”jelas KH.Asrorun Niam Sholeh seraya menyebutkan bahwa itu semua tertuang didalam Fatwa MUI Nomor14tahun2021 tentang Hukum Penggunaan vaksin COVID-19 produk AstraZeneca.

KH.Asrorun Niam Sholeh berpesan bahwa dengan adanya keputusan ini,agarseluruh umat Islam wajib berpartisipasi dan tidak ragu dalam program vaksinasi COVID-19 yang dilaksanakan pemerintah untuk mewujudkan kekebalan kelompok dan terbebas dari wabah COVID-19.“ Saatnya sekarang bersatu dan hindari polemik yang tidak produktif,”pesannya.

Dr.dra.Lucia Rizka Andalusia,M.Pharm, Apt, Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 dari BPOM mengungkapkan BPOM telahmenerbitkan persetujuan penggunaan pada masa darurat atau emergency useauthori zation(EUA)pada 22 Februari 2021dengan nomor EUA 2158100143A1. Vaksin Astra Zeneca juga telah masuk didalam WHO-Emergency Use Listing(EUL).

Terkait keamanan vaksin Astra Zeneca,BPOM bersama tim pakar KOMNAS Penilai Obat, KOMNAS PP KIPI,dan ITAGI telah melakukan kajian lebih lanjut.BPOM juga berkomunikasi dengan WHO danBadan Otoritas Obat negara lain dan mendapatkan hasil investigasi dan kajia yang lengkap serta terkini terkait keamanan vaksin COVID-19 Astra Zeneca.

Hasil review pada pertemuan EuropeMedicines Agency yang dilaksanakan pada18 Maret 2021 juga memberikan hasil bahwa manfaat vaksin dalam penanganan COVID-19 lebih besar dari pada risiko efek sampingnya. “Vaksin tidak terkait dengan risiko pembekuan darah atau kejadian penggumpalan darah secara keseluruhan (tromboemboli) pada mereka yang menerima vaksin. EMA juga menekankan bahwa tidak bermasalah terkait kualitas vaksin COVID-19 Astra Zeneca secara menyeluruh atau pun dengan bets tertentu,”paparnya.

Sementara itu,dr.SitiNadiaTarmizi,M.Epid, Juru BicaraVaksinasi COVID-19 mewakili Kementerian Kesehatan menyambut baik keputusan MUI dan dari Badan POM. Dengan adanya putusan tersebut, vaksin COVID-19 Astra Zeneca dapat segera didistribusikan dan dipergunakan dalam program vaksinasi nasional. “VaksinCOVID-19 mampu mencegah fatalitas atau kematian.

Dibeberapa negara sudah berhasil menurunkan casefatalityrate, bedoccupancyratio, dan kasus aktif,”tuturnya. (Ms)

Editor: Markus Sitanggang

Bagikan melalui:

Komentar