Keluar Rumah Jika Mendesak Atau Untuk Vaksin.

Keluar Rumah Jika Mendesak Atau Untuk Vaksin. Markus Sitanggang Presiden RI, Jokowi (dok spn)

SINARPAGINEWS, JAKARTA, - Juru Bicara Kementerian Komunikasi Dan Informatika Dedy Permadi menegaskan, Presiden Joko Widodo telah dan sedang memimpin langsung penanganan pandemi sejak hari pertama WHO mengumumkan kasus virus COVID-19 di akhir Desember 2019.

Presiden juga langsung memimpin upaya peningkatan kapasitas respons Kesehatan, penambahan anggaran respon pandemi, dan menetapkan PPKM Darurat sebagai upaya menyelamat nyawa masyarakat Indonesia.

Kata Dedy, Koordinator PPKM Darurat Luhut Binsar Panjaitan mengatur manajemen lapangan dan bersama para menteri anggota kabinet, melapor secara intens kepada presiden setiap perkembangan yang terjadi.

“Jadi yakinlah negara hadir dalam menghadapi lonjakan kasus COVID-19 ini dan dipimpin langsung oleh presiden,” tegas Dedy dalam konferensi pers perkembangan terbaru PPKM Darurat di Pulau Jawa dan Bali dan PPKM Mikro di wilayah lain di Indonesia, Rabu (7/7).

Dia menegaskan, PPKM Darurat adalah tindakan bersama menyelamatkan nyawa dan melindungi sesama. PPKM Darurat bertujuan menurunkan kematian yang hari ini tercatat lebih dari 1000 kematian karena COVID-19.

“PPKM Darurat ingin menurunkan penambahan pasien baru yang sejak semalam sampai pukul 14.00 WIB tadi bertambah lebih dari 34 ribu orang,” tambahnya

Dikatakan, PPKM Darurat juga bertujuan mengurangi beban nakes dan rumah sakit. Untuk itu, dia meminta masyarakat mematuhi aturan PPKM Darurat, kurangi mobilitas, jauhi kerumunan, sabar dulu dalam dua pekan ini untuk tidak berkumpul, tetap di rumah, dan keluar rumah hanya jika mendesak dan ada agenda penting misalnya untuk ikut program vaksinasi.

Ditambahkan, Koordinator PPKM Darurat Luhut Binsar Pandjaitan telah meminta Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang segera fokus mengalokasikan vaksin kepada sektor industri.

“Mempercepat proses vaksinasi dengan dukungan peran sektor swasta serta meminta KADIN Indonesia dapat segera mempercepat program vaksin gotong royong,” ujarnya.

Dikatakannya, Koordinator PPKM Darurat juga telah sampaikan kepada para Gubernur, Bupati, Walikota, dan aparat terkait untuk menaikkan jumlah suntikan vaksin dan sekaligus mengurangi jumlah mobilitas masyarakat.

Dia mengingatkan, Presiden Jokowi telah memerintahkan pergerakan masyarakat harus betul-betul dapat diturunkan sampai 50% pada masa PPKM Darurat ini.

Karenanya, dia meminta pimpinan daerah untuk mengatur pergerakan penduduk. “Agenda prioritasnya adalah pergi ke sentra vaksinasi,” kata Dedy.

Dia memaparkan, hingga Selasa (6/7), lebih dari 47,8 juta dosis vaksin telah diberikan kepada sekitar 33,5 juta orang yang menerima vaksin dosis pertama dan sekitar 14,3 juta sudah mendapatkan dosis kedua.

Ia mengajak masyarakat untuk mendapatkan vaksin sekarang juga. Vaksinasi ditambah dengan memakai masker rangkap, tinggal di rumah, sering cuci tangan, dan menjaga sirkulasi, dan ventilasi dengan ruangan dan rumah adalah ibadah sosial saat ini.(Ms)

Editor: Markus Sitanggang

Bagikan melalui:

Komentar