Jabar Juara Lahir Batin, Pusat Perlebahan Unggul, Lumbung Madu Nasional

Amas Wijaya, APIDA Jabar Mendukung Program Pemprov Jabar dengan Skema Penthahelix

Amas Wijaya, APIDA Jabar Mendukung Program Pemprov Jabar dengan Skema Penthahelix Asep Ruslan Amas Wijaya bersama Natalas Anis Harjanto memperlihatkan SK Pengurus APIDA Jabar untuk masa bakti 2021-2025 (Foto: Humas APIDA Jabar)

“Rumus yang relevan adalah berbagi, saling menginspirasi, kolaborasi dan sinergi. Dengan skema Pentahelix yaitu kolaborasi antara pemerintah, kampus, pengusaha, komunitas dan media sangat dimungkinkan. Saya melihat di era pandemi, siapapun yang piawai kolaborasi dengan pentahelix, bisa beradaptasi dan berprestasi. Himpitan ekonomi, tekanan sosial dan berbagai permasalahan lainnya selalu ada, tetapi dengan semangat kolaborasi segala sesuatu pasti lebih mudah,” ungkap Amas Wijaya.

SINARPAGINEWS.COM, KABUPATEN BANDUNG BARAT- Asosiasi Perlebahan Indonesia Daerah Jawa Barat (APIDA Jabar) telah sukses menggelar Musyawarah Daerah (Musda) Ke-2 dengan dilantiknya pengurus Apida Jabar untuk masa bakti 2021-2025 oleh Ketua Umum Asosiasi Perlebahan Indonesia (API) Wahyu Kuncoro (Direktur Utama Perhutani), diwakili Direktur Operasional dan Perhutanan Sosial Perhutani Natalas Anis Harjanto, yang dilaksanakan di Bale Caang kawasan wisata Perhutani Cikole Jayagiri Resort Jalan Tangkuban Parahu KM-28 Cikole, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (30/9/2021).

Pelantikan Pengurus Apida Jabar masa bakti 2021-2025 oleh Ketua Umum Asosiasi Perlebahan Indonesia (Foto: Humas APIDA Jabar)

Ketua APIDA Jabar masa bakti 2021-2025 Amas Wijaya yang juga menjabat Kepala Perhutani Divisi Regional Jabar dan Banten mengatakan selama perjalanan APIDA Jabar, ada beberapa pencapaian yang sudah didapat. Diantaranya pengembangan secara organisasi di beberapa Kabupaten, dimana pengembangan kegiatan perlebahan sudah tersebar di  sejumlah desa-desa di Jawa Barat.

"Kami bersama pemerintah daerah provinsi Jawa Barat khususnya Dinas Kehutanan, akan mendorong lahirnya Jabar Juara dibidang perlebahan. Untuk mencapai itu tentunya dibentuk konektivitas antar stakeholder perlebahan yang baik," ujarnya.

Untuk itu bersama jajaran pengurusnya, Amas akan mengkolaborasikan dan mensingkronkan program usaha penguatan perlebahan yang ada di masing-masing pemangku kepentingan di Jawa Barat.

“Rumus yang relevan adalah berbagi, saling menginspirasi, kolaborasi dan sinergi. Dengan skema Pentahelix yaitu kolaborasi antara pemerintah, kampus, pengusaha, komunitas dan media sangat dimungkinkan. Saya melihat di era pandemi, siapapun yang piawai kolaborasi dengan pentahelix, bisa beradaptasi dan berprestasi. Himpitan ekonomi, tekanan sosial dan berbagai permasalahan lainnya selalu ada, tetapi dengan semangat kolaborasi segala sesuatu pasti lebih mudah,” ungkap Amas Wijaya.

Menurutnya, keberadaan APIDA Jabar sesuai dengan tema Musda ke-2 kali ini yaitu “Jabar Juara Lahir Batin, Jabar Pusat Perlebahan Unggul dan Jabar Lumbung Madu nasional” mendukung program pemerintah provinsi Jawa Barat melalui penguatan usaha perlebahan rakyat.

Ketua Bidang Komunikasi, Legal dan Kerjasama APIDA Jabar Asep Ruslan (tengah), bersama Peserta Program Petani Milenial Pemprov Jabar Bidang Kehutanan dari Tasikmalaya (Foto: Humas APIDA Jabar)

“Mendukung program Pemerintah Provinsi Jawa Barat perihal petani milenial di bidang perlebahan dengan menggandeng pelaku usaha sebagai Offtaker dan Bank bjb sebagai penyedia permodalan melalui KUR. Mendorong pengembangan produk derivat madu dan turunannya, Mengedukasi masyarakat dalam upaya pencegahan madu tidak murni (palsu), Meningkatkan konsumsi madu, Pengembangano tanaman sumber pakan lebah dan Pelatihan untuk meningkatkan ketetampilan peternak lebah dan kualitas madu,” tuturnya.

Untuk itu Amas mengajak kepada seluruh stakeholder di Jawa Barat untuk terus menjaga kualitas,  kuantitas dan produktivitas perlebahan madu. Sehingga dari hulu ke hilir bahkan pemasarannya, semuanya dapat berjalan dengan baik.

Kerjasama antara Ketua APIDA Jabar (Kadivre Perhutani Jabar Banten) Amas Wijaya dengan Dirut PT. Agro Jabar Kurnia Fajar (Foto: Humas APIDA Jabar)

Pantauan di lapangan, Musda ke-2 APIDA Jabar berlangsung dengan penuh kekeluargaan, aman dan lancar. Dilaksanakan dengan memakai protokol kesehatan Covid-19 yang ketat dan dilakukan secara ofline dan online melalui zoom meeting dan YouTube.

Amas Wijaya, Natalas Anis Harjanto, Epi Kustiawan dan Kurnia Fajar bersama Ponpes Al Mubarokah dan LMDH Manglayang Hijau penyerahan madu dan Stup oleh APIDA Jabar (Foto: Humas APIDA Jabar)

Hadir dalam acara tersebut, Wagub Jabar H. Uu Ruzhanul Ulum (sambutan secara daring), Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat Epi Kustiawan, Direktur PT. Agro Jabar Kurnia Fajar, Kepala Cabang Dinas Kehutanan, Kepala Adm. KPH Perhutani, Pengurus API Pusat, Pengurus APIDA Jabar, Dewan Pakar API Dr. Muhamad Sahlan & Dr. Mahani, Universitas Indonesia, IPB, UNPAD, UNWIM, Bank bjb, Dewan Pemerhati Kehutanan dan Lingkungan Tatar Sunda (DPKLTS), Ikatan Penyuluh Kehutanan Indonesia (IPKINDO), Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Media Independen Online Indonesia (MIO Indonesia), LBH Perisai Kebenaran, Para penggiat perlebahan, Pengusaha Madu, Ponpes Al Mubarokah, LMDH Manglayang Hijau dan Paguyuban Asep Dunia (PAD).

Editor: Asep Ruslan

Bagikan melalui:

Komentar