Komisi IV Pertanyakan "Output" Perjalanan Dinas ke Luar Negeri Pejabat Kementan

Komisi IV Pertanyakan "Output" Perjalanan Dinas ke Luar Negeri Pejabat Kementan

SINARPAGINEWS.COM, JAKARTA - Ketua Komisi IV DPR RI Sudin mempertanyakan output perjalanan dinas keluar negeri Menteri beserja Pejabat Eselon I dan II Kementerian Pertanian. Selain itu, Sudin juga meminta rencana perjalanan dinas Pejabat Kementan ke sepuluh negara pada akhir November mendatang ditunda.

“Apa output yang dicapai atas jalan-jalan ke luar negeri Menteri dan beberapa pejabat eselon I dan II beberapa waktu yang lalu dengan delegasi yang cukup besar. Kami ingin minta penjelasan, apa output yang dicapai? Bagaimana kegiatan tersebut tetap dilaksanakan pada saat pandemi Covid-19 masih ada,” ungkap Sudin dalam RDP Komisi IV DPR RI dengan Eselon I Kementerian Pertanian di ruang rapat Komisi IV DPR RI, Senayan Jakarta, Selasa (9/11/2021).

Padahal, lanjut Sudin, dalam rapat kerja sebelumnya, pihaknya meminta agar komponen perjalanan dinas ditekan seminimal mungkin, terutama anggaran untuk perjalanan ke luar negeri. Bahkan, ia juga mendapat informasi bahwa Kementan juga akan melaksanakan kunjungan ke sepuluh negara dengan jumlah delegasi yang lebih besar lagi.

“Apa yang akan dilakukan di sepuluh negara nanti, dengan sekitar 100 orang delegasi. Saat ini ekspor apapun ke luar negeri sulit transportasinya, kontainernya. Jadi kalau udah jalan-jalan keluar negeri, kontainer untuk ekspor-nya tidak ada, mau bawa pakai apa,” tegas Politisi Fraksi PDI Perjuangan ini.

Sudin menjelaskan, pihaknya sudah berkomunikasi dengan Kementerian Perdagangan. Dari komunikasi tersebut, terungkap bahwa hampir semua komoditi ekspor ke luar negeri sulit dilakukan. Karena setiap ekspor atau barang yang masuk ke negara lain kontainernya terhambat karena harus menjalalani karantina terlebih dahulu sekitar 4-5 hari. “Jadi jangan cuma ekspor-ekspor saja, tapi realisasinya tidak ada, prasarananya tidak ada transportasi atau kontainernya nya tidak ada,” tambahnya.

Oleh karena itu, Sudin meminta agar perjalanan dinas ke luar negeri tersebut ditunda dulu. Menurutnya, lebih baik anggaran perjalanan dinas ke luar negeri pejabat Kementerian Pertanian itu digunakan untuk membangun pertanian di dalam negeri. Mengingat dampak pandemi covid-19 cukup parah bagi perekonomian bangsa Indonesia. (spn/ayu/es)

Editor: Red

Bagikan melalui:

Komentar